Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Gambaran Perilaku Seksual Pranikah pada Remaja

View through CrossRef
Adolescents are a group that is vulnerable to promiscuity which has negative impacts, including unwanted pregnancies, drugs, sexually transmitted infections, HIV/AIDS. According to the Indonesian Ministry of Health, in 2019, the incidence of HIV/AIDS was in the productive age population, namely with an age range of 15-49 years, with a high chance of transmission occurring in adolescents. Observation results show that in Sulursari Village there are several internet cafes, karaoke places, markets, terminals, which are used by teenagers aged 15-19 years to perform sexual behavior. This study aims to determine the factors associated with premarital sexual behavior in adolescents in Sulursari Village, Gabus District, Grobogan Regency. The method used is quantitative with observational analytical research with a cross sectional approach. The subjects in this study were adolescents aged 15-19 years in Sulursari Village with a population of 313 people, and the research sample was 175 people. The sampling technique is simple random sampling. Analysis of the data used Fisher’s test. Results respondents who have premarital sexual behavior are more in respondents who have poor knowledge of 28.0%, respondents who have premarital sexual behavior are more in percentage of respondents whose families are less supportive, including the prevention of premarital sexual behavior, which is (31.3%) , respondents who have premarital sexual behavior are higher in respondents with low religious levels, namely 66.7%, respondents who have premarital sexual behavior are higher in respondents who get exposure to pornography through mass media, namely (58.3%). And there is a relationship between the level of knowledge (0.002), family support (0.006), religious values ​​(0.0001), and exposure to pornography (0.0005) with premarital sexual-related behavior. Conclusion There is a relationship between the level of knowledge, family support, religious values, and exposure to pornography, with premarital sexual behavior.   ABSTRAK                 Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap pergaulan bebas yang berdampak negatif seperti kehamilan tidak di inginkan, narkoba, infeksi menular seksual HIV /AIDS. Menurut Kementrian Kesehatan RI tahun 2019, kejadian HIV/AIDS berada pada penduduk usia produktif pada rentang usia 15-49 tahun, dengan peluang penularan tinggi terjadi pada usia remaja. Hasil observasi menunjukkan di Desa Sulursari terdapat beberapa warnet, tempat karaoke, pasar, terminal, yang digunakan remaja usia 15-19 tahun untuk melakukan perilaku seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual pranikah pada remaja di Desa Sulursari Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan. Metode yang digunakan kuantitatif dengan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah remaja usia 15-19 tahun di Desa Sulursari dengan populasi sebesar 313 orang, sampel penelitian 175 orang. Teknik pengambilan sampel simple random sampling. Analisis data yang digunakan uji fisher. Hasil penelitian menunjukkan responden yang berperilaku seksual pranikah lebih banyak pada responden yang mempunyai pengetahuan kurang baik sebesar 28,0%, responden yang berperilaku seksual pranikah lebih banyak persentasenya pada responden yang dalam keluarganya  kurang mendukung termasuk dalam  pencegahan perilaku seksual pranikah sebesar (31,3%), responden yang berperilaku seksual pranikah lebih tinggi pada responden yang tingkat religiusnya rendah yaitu 66,7 %, responden yang  mempunyai perilaku seksual pranikah lebih tinggi pada responden yang mendapatkan paparan pornografi melalui media massa yaitu (58,3%). Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan (0,002), dukungan keluarga (0,006), nilai religius (0,0001), serta paparan pornografi (0,0005) dengan perilaku terkait seksual pranikah. Simpulan Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan, dukungan keluarga, nilai religius, serta paparan pornografi, dengan perilaku seksual pranikah.
Title: Gambaran Perilaku Seksual Pranikah pada Remaja
Description:
Adolescents are a group that is vulnerable to promiscuity which has negative impacts, including unwanted pregnancies, drugs, sexually transmitted infections, HIV/AIDS.
According to the Indonesian Ministry of Health, in 2019, the incidence of HIV/AIDS was in the productive age population, namely with an age range of 15-49 years, with a high chance of transmission occurring in adolescents.
Observation results show that in Sulursari Village there are several internet cafes, karaoke places, markets, terminals, which are used by teenagers aged 15-19 years to perform sexual behavior.
This study aims to determine the factors associated with premarital sexual behavior in adolescents in Sulursari Village, Gabus District, Grobogan Regency.
The method used is quantitative with observational analytical research with a cross sectional approach.
The subjects in this study were adolescents aged 15-19 years in Sulursari Village with a population of 313 people, and the research sample was 175 people.
The sampling technique is simple random sampling.
Analysis of the data used Fisher’s test.
Results respondents who have premarital sexual behavior are more in respondents who have poor knowledge of 28.
0%, respondents who have premarital sexual behavior are more in percentage of respondents whose families are less supportive, including the prevention of premarital sexual behavior, which is (31.
3%) , respondents who have premarital sexual behavior are higher in respondents with low religious levels, namely 66.
7%, respondents who have premarital sexual behavior are higher in respondents who get exposure to pornography through mass media, namely (58.
3%).
And there is a relationship between the level of knowledge (0.
002), family support (0.
006), religious values ​​(0.
0001), and exposure to pornography (0.
0005) with premarital sexual-related behavior.
Conclusion There is a relationship between the level of knowledge, family support, religious values, and exposure to pornography, with premarital sexual behavior.
  ABSTRAK                 Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap pergaulan bebas yang berdampak negatif seperti kehamilan tidak di inginkan, narkoba, infeksi menular seksual HIV /AIDS.
Menurut Kementrian Kesehatan RI tahun 2019, kejadian HIV/AIDS berada pada penduduk usia produktif pada rentang usia 15-49 tahun, dengan peluang penularan tinggi terjadi pada usia remaja.
Hasil observasi menunjukkan di Desa Sulursari terdapat beberapa warnet, tempat karaoke, pasar, terminal, yang digunakan remaja usia 15-19 tahun untuk melakukan perilaku seksual.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual pranikah pada remaja di Desa Sulursari Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan.
Metode yang digunakan kuantitatif dengan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional.
Subjek penelitian adalah remaja usia 15-19 tahun di Desa Sulursari dengan populasi sebesar 313 orang, sampel penelitian 175 orang.
Teknik pengambilan sampel simple random sampling.
Analisis data yang digunakan uji fisher.
Hasil penelitian menunjukkan responden yang berperilaku seksual pranikah lebih banyak pada responden yang mempunyai pengetahuan kurang baik sebesar 28,0%, responden yang berperilaku seksual pranikah lebih banyak persentasenya pada responden yang dalam keluarganya  kurang mendukung termasuk dalam  pencegahan perilaku seksual pranikah sebesar (31,3%), responden yang berperilaku seksual pranikah lebih tinggi pada responden yang tingkat religiusnya rendah yaitu 66,7 %, responden yang  mempunyai perilaku seksual pranikah lebih tinggi pada responden yang mendapatkan paparan pornografi melalui media massa yaitu (58,3%).
Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan (0,002), dukungan keluarga (0,006), nilai religius (0,0001), serta paparan pornografi (0,0005) dengan perilaku terkait seksual pranikah.
Simpulan Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan, dukungan keluarga, nilai religius, serta paparan pornografi, dengan perilaku seksual pranikah.

Related Results

STUDI KASUS PERILAKU SEKS PRANIKAH MAHASISWA KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS HALU OLEO TAHUN 2022
STUDI KASUS PERILAKU SEKS PRANIKAH MAHASISWA KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS HALU OLEO TAHUN 2022
Latar Belakang: Perilaku seks pranikah merupakan permasalahan dan sekaligus fenomena sosial yang kian lazim dijumpai di dalam masyarakat. Masa Remaja merupakan periode terjadinya p...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU SEKSUAL SISWA SMP DI JAKARTA BARAT
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU SEKSUAL SISWA SMP DI JAKARTA BARAT
Background: Inappropriate sexual behavior with negative attitudes and low knowledge can reduce the quality of life of adolescents. Risky sexual behavior increases the spread of sex...
Determinan Perilaku Hubungan Seks Pranikah Remaja di SMK Mekanik Cibinong
Determinan Perilaku Hubungan Seks Pranikah Remaja di SMK Mekanik Cibinong
Remaja memiliki karakteristik yang tinggi akan keingintahuan namun jika tidak disertai dengan pertimbangan yang matang dapat membawa remaja ke dalam masalah. SDKI 2017 melaporkan 8...
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Seksual Pranikah
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Seksual Pranikah
Data World Health Organization (WHO) menunjukkan 44% wanita dan lebih dari 70% pria usia remaja mengaku pernah melakukan hubungan seksual. Permasalahan pada remaja di Indonesia mak...
ngaruh Kontrol Diri Terhadap Bentuk - Bentuk Perilaku Seksual Pranikah Pada Remaja Akhir
ngaruh Kontrol Diri Terhadap Bentuk - Bentuk Perilaku Seksual Pranikah Pada Remaja Akhir
Perilaku seks pranikah sudah menjadi fenomena dan salah satu problematika yang terjadi di kalangan remaja. Salah satu faktor penyebab munculnya seks pranikah berdasarkan hasil pene...
Dampak Perilaku Chat Sex Terhadap Perilaku Seksual Pranikah Remaja
Dampak Perilaku Chat Sex Terhadap Perilaku Seksual Pranikah Remaja
Perkembangan teknologi informasi telah memberikan dampak signifikan terhadap perilaku sosial remaja, termasuk dalam aspek seksual. Salah satu bentuk perilaku yang muncul akibat kem...
Persepsi Remaja Terhadap Perilaku Seksual di Kecamatan Wera Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat
Persepsi Remaja Terhadap Perilaku Seksual di Kecamatan Wera Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat
Remaja merupakan Generasi muda sebagai tulang punggung bangsa, yang diharapkan di masa depan mampu meneruskan tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini agar lebih baik.Jenis peneliti...

Back to Top