Javascript must be enabled to continue!
Peran Peran Selenium pada Diare Akut
View through CrossRef
Diare cair akut merupakan salah satu manifestasi gangguan fungsi saluran cerna. Umumnya episode diare adalah akut, bila berlangsung lebih dari 14 hari disebut diare persisten. Diare masih merupakan penyebab kematian utama pada bayi dan anak di Indonesia. Menurut Riset Kesehatan Dasar yang diselenggarakan Departemen Kesehatan Republik Indonesia, berdasarkan penyakit menular, diare menempati urutan ketiga setelah tuberkulosis dan pneumonia. Di Indonesia, dilaporkan tiap anak mengalami diare sebanyak 411 per 1000 episode per tahun dengan angka kesakitan dan kematian masih tetap tinggi. Oleh karena itu, diperlukan penanganan yang komprehensif dan rasional. Penelitian mendapatkan bahwa defisiensi mikronutrien tertentu dapat berhubungan dengan penyakit diare. Penelitian mengenai zink telah banyak diketahui, namun hanya sedikit penelitian tentang mikronutrien yang lain seperti selenium yang diduga juga terlibat dalam proses diare akut.
Penyakit gastrointestinal dinilai sebagai suatu stress oksidatif. Selenium yang mengandung enzim gastrointestinal glutathione peroxidase (GPx2/ GPx GI) yang paling banyak ditemukan dalam mukosa epitel traktus gastrointestinal. Pada diare terjadi defisiensi selenium yang dapat meningkatkan stress oksidatif dan menurunkan differensiasi dan proliferasi sel T dan menurunkan toksisitas limfosit T. Hal ini memunculkan hipotesis bahwa selenium memegang peranan dalam proses penyembuhan diare akut.
Universitas Andalas
Title: Peran Peran Selenium pada Diare Akut
Description:
Diare cair akut merupakan salah satu manifestasi gangguan fungsi saluran cerna.
Umumnya episode diare adalah akut, bila berlangsung lebih dari 14 hari disebut diare persisten.
Diare masih merupakan penyebab kematian utama pada bayi dan anak di Indonesia.
Menurut Riset Kesehatan Dasar yang diselenggarakan Departemen Kesehatan Republik Indonesia, berdasarkan penyakit menular, diare menempati urutan ketiga setelah tuberkulosis dan pneumonia.
Di Indonesia, dilaporkan tiap anak mengalami diare sebanyak 411 per 1000 episode per tahun dengan angka kesakitan dan kematian masih tetap tinggi.
Oleh karena itu, diperlukan penanganan yang komprehensif dan rasional.
Penelitian mendapatkan bahwa defisiensi mikronutrien tertentu dapat berhubungan dengan penyakit diare.
Penelitian mengenai zink telah banyak diketahui, namun hanya sedikit penelitian tentang mikronutrien yang lain seperti selenium yang diduga juga terlibat dalam proses diare akut.
Penyakit gastrointestinal dinilai sebagai suatu stress oksidatif.
Selenium yang mengandung enzim gastrointestinal glutathione peroxidase (GPx2/ GPx GI) yang paling banyak ditemukan dalam mukosa epitel traktus gastrointestinal.
Pada diare terjadi defisiensi selenium yang dapat meningkatkan stress oksidatif dan menurunkan differensiasi dan proliferasi sel T dan menurunkan toksisitas limfosit T.
Hal ini memunculkan hipotesis bahwa selenium memegang peranan dalam proses penyembuhan diare akut.
Related Results
PERBEDAAN LAMA RAWAT INAP PADA PENDERITA DIARE AKUT BAYI YANG DITERAPI DENGAN ZINK DIBANDINGKAN ZINK DAN CAIRAN REHIDRASI ORAL DI RSUP SANGLAH
PERBEDAAN LAMA RAWAT INAP PADA PENDERITA DIARE AKUT BAYI YANG DITERAPI DENGAN ZINK DIBANDINGKAN ZINK DAN CAIRAN REHIDRASI ORAL DI RSUP SANGLAH
Diare saat ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan, jutaan kasus dilaporkan setiap tahun dan diperkirakan sekitar 4-5 juta orang meninggal karena diare akut. Angka kejadian ...
PERAN SELENIUM PADA DIARE AKUT
PERAN SELENIUM PADA DIARE AKUT
<p><em>Diare cair akut merupakan salah satu manifestasi gangguan fungsi saluran cerna. Umumnya episode diare adalah akut, bila berlangsung lebih dari 14 hari disebut di...
Gambaran Derajat Dehidrasi dan Gangguan Fungsi Ginjal pada Diare Akut
Gambaran Derajat Dehidrasi dan Gangguan Fungsi Ginjal pada Diare Akut
Latar belakang. Diare akut merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup banyak ditemukan pada bayi dan anak. Gejala utamanya dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuh sehin...
Manfaat Pemberian Probiotik pada Diare Akut
Manfaat Pemberian Probiotik pada Diare Akut
Latar belakang. Beberapa penelitian membuktikan bahwa probiotik bermanfaat pada diare akut dan diharapkan dapat mengurangidurasi dan frekuensi diare serta gejala lain seperti demam...
Evaluation of selenium bioavailability in natural selenium-rich soil by gradient diffusion film technology and chemical extraction method: a case study in Yanqi Basin, Northwest China
Evaluation of selenium bioavailability in natural selenium-rich soil by gradient diffusion film technology and chemical extraction method: a case study in Yanqi Basin, Northwest China
Abstract
Effective selenium is an important indicator for evaluating the supply capacity of selenium to plants in soil. The chemical extraction method and soil solution met...
Hubungan Pemberian Suplemen Zinc Dengan Frekuensi Diare Pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Baloi Permai Tahun 2025
Hubungan Pemberian Suplemen Zinc Dengan Frekuensi Diare Pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Baloi Permai Tahun 2025
Berdasarkan data dinas kesehatan kota Batam Puskesmas Baloi Permai memiliki jumlah anak diare tertinggi pada tahun 2023 sebanyak 389 kasus diare pada anak. WHO merekomendasikan pen...
Karakteristik Kejadian Diare Pada Balita Di Puskesmas Biru Kabupaten Bone
Karakteristik Kejadian Diare Pada Balita Di Puskesmas Biru Kabupaten Bone
Kesehatan merupakan salah satu aspek dari kehidupan masyarakat mutu hidup, produktifitas tenaga kerja, angka kesakitan dan kematian yang tinggi pada bayi dan anak-anak. Penelitian ...
Gambaran Kejadian Diare pada Balita di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Denpasar
Gambaran Kejadian Diare pada Balita di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Denpasar
Abstrak
Diare merupakan suatu penyakit buang air besar dengan frekuensi 3 kali atau lebih per hari yang berbentuk lunak dan cair serta dapat disertai darah, lendir, dan lemak. Dia...

