Javascript must be enabled to continue!
Onomatopoea sebagai Pembuka Signifikasi Teks dalam Komik Tintin Petualangan Tintin Penerbangan 714 ke Sidney versi Terjemahan Bahasa Indonesia
View through CrossRef
Komik Tintin memperlihatkan onomatopoea yang dimanfaatkan untuk memperjelas makna. Onomatopoea memberikan “celah†sebagai pembuka makna teks dengan melihat gagasan yang lain dalam teks. Pembacaan yang dilakukan atas onomatopoea adalah pembacaan dekonstruksi. Masalah utama dari hal itu adalah apakah makna dalam teks dengan mendasarkan pada bagian terpinggir dari teks seperti onomatopoea. Objek material dari tulisan ini komik terjemahan dari Tintin edisi Petualangan Tintin Penerbangan 714 ke Sidney. Objek formalnya adalah makna dari teks Tintin. Data yang digunakan adalah onomatopoea dalam teks, gagasan yang muncul dari teks, isi cerita dan lain-lain. Teknik interpretasi data dilakukan dengan mendasarkan pada prosedur pembacaan dekonstruksi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa onomatopoea menjadi pembuka makna teks melalui serangkaian oposisi seperti onomatopoea versus narasi teks, onomatopoea versus visual, dan narasi teks versus visual. Onomatopoea mengikat sekuen sebelum dan sesudahnya dan meluruhkan narasi teks serta visual yang “tidak penting†disekitar onomatopoea. Gagasan interteks yang muncul adalah melanjutkan proyek rasionalisme, bias kolonial dan keunggulan ras, serta meluruhnya gagasaan tersebut melalui kritik atas materialisme. Hal itu ditunjukkan melalui teks-teks petualangan, konflik ideologis, hingga hero yang super seperti pada era Romantisme Eropa.Tintin comic utilizes onomatopoeia to clarify meaning. Onomatopoeia gives a "window" as an opening to the meaning intended in the text by relating to other context in it. Onomatopoeia reading is a deconstructive reading. The main problem of this type of reading is whether the meaning in the text is based on the marginalized part of the text such as onomatopoeia. The material object of this paper is a comic translation of Tintin's Adventure entitled Tintin Flight 417 to Sidney. The formal object of this paper is the meaning of the text in the comic. The data of this research are onomatopoeia in the text, ideas that arise from the text, and the content of the story. Data interpretation technique was conducted according to deconstruction reading procedure. The results show that onomatopoeia clarify the meaning of the text through a series of oppositions such as onomatopoeia versus text narrative, onomatopoeia versus visual, and text narrative versus visual. Onomatopoeia binds the previous and following sequences and sheds the "unecessary" visuals and narrative texts around it. The intertextual ideas that arise are issues related to rationalism, colonial bias and racial superiority, and the dissolve of those ideas due to criticisms of materialism. These are shown through the texts of adventure, ideological conflict, and super hero characteristics like commonly presented in the era of European Romance.
Institut Seni Indonesia Denpasar
Title: Onomatopoea sebagai Pembuka Signifikasi Teks dalam Komik Tintin Petualangan Tintin Penerbangan 714 ke Sidney versi Terjemahan Bahasa Indonesia
Description:
Komik Tintin memperlihatkan onomatopoea yang dimanfaatkan untuk memperjelas makna.
Onomatopoea memberikan “celah†sebagai pembuka makna teks dengan melihat gagasan yang lain dalam teks.
Pembacaan yang dilakukan atas onomatopoea adalah pembacaan dekonstruksi.
Masalah utama dari hal itu adalah apakah makna dalam teks dengan mendasarkan pada bagian terpinggir dari teks seperti onomatopoea.
Objek material dari tulisan ini komik terjemahan dari Tintin edisi Petualangan Tintin Penerbangan 714 ke Sidney.
Objek formalnya adalah makna dari teks Tintin.
Data yang digunakan adalah onomatopoea dalam teks, gagasan yang muncul dari teks, isi cerita dan lain-lain.
Teknik interpretasi data dilakukan dengan mendasarkan pada prosedur pembacaan dekonstruksi.
Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa onomatopoea menjadi pembuka makna teks melalui serangkaian oposisi seperti onomatopoea versus narasi teks, onomatopoea versus visual, dan narasi teks versus visual.
Onomatopoea mengikat sekuen sebelum dan sesudahnya dan meluruhkan narasi teks serta visual yang “tidak penting†disekitar onomatopoea.
Gagasan interteks yang muncul adalah melanjutkan proyek rasionalisme, bias kolonial dan keunggulan ras, serta meluruhnya gagasaan tersebut melalui kritik atas materialisme.
Hal itu ditunjukkan melalui teks-teks petualangan, konflik ideologis, hingga hero yang super seperti pada era Romantisme Eropa.
Tintin comic utilizes onomatopoeia to clarify meaning.
Onomatopoeia gives a "window" as an opening to the meaning intended in the text by relating to other context in it.
Onomatopoeia reading is a deconstructive reading.
The main problem of this type of reading is whether the meaning in the text is based on the marginalized part of the text such as onomatopoeia.
The material object of this paper is a comic translation of Tintin's Adventure entitled Tintin Flight 417 to Sidney.
The formal object of this paper is the meaning of the text in the comic.
The data of this research are onomatopoeia in the text, ideas that arise from the text, and the content of the story.
Data interpretation technique was conducted according to deconstruction reading procedure.
The results show that onomatopoeia clarify the meaning of the text through a series of oppositions such as onomatopoeia versus text narrative, onomatopoeia versus visual, and text narrative versus visual.
Onomatopoeia binds the previous and following sequences and sheds the "unecessary" visuals and narrative texts around it.
The intertextual ideas that arise are issues related to rationalism, colonial bias and racial superiority, and the dissolve of those ideas due to criticisms of materialism.
These are shown through the texts of adventure, ideological conflict, and super hero characteristics like commonly presented in the era of European Romance.
Related Results
Studi Historis Komparatif Desain Panel pada Komik Indonesia (Studi Kasus: Komik Ramayana Karya RA Kosasih Dan Komik The Grand Legend Ramayana Karya Is Yuniarto)
Studi Historis Komparatif Desain Panel pada Komik Indonesia (Studi Kasus: Komik Ramayana Karya RA Kosasih Dan Komik The Grand Legend Ramayana Karya Is Yuniarto)
Komik merupakan gambar dan lambang yang terjuktaposisi dalam urutan tertentu, digunakan untuk menyampaikan pesan dan tanggapan estetis dari pembacanya. Kekuatan media komik dalam m...
MENINJAU KONSEP TERJEMAHAN SEMULA: KAJIAN KES PUTERA CILIK (2015) DAN PUTERA KECIL (2021)
MENINJAU KONSEP TERJEMAHAN SEMULA: KAJIAN KES PUTERA CILIK (2015) DAN PUTERA KECIL (2021)
Terjemahan semula (retranslation) sebagai satu produk merujuk terjemahan baharu atau terjemahan terkemudian, yang dihasilkan daripada teks sumber yang sama dan dalam bahasa sasaran...
ANALISIS DATA FLOW DIAGRAM PENYAMPAIAN KELUHAN PADA INDUSTRI PENERBANGAN DI INDONESIA UNTUK PENINGKATAN KESELAMATAN PENERBANGAN
ANALISIS DATA FLOW DIAGRAM PENYAMPAIAN KELUHAN PADA INDUSTRI PENERBANGAN DI INDONESIA UNTUK PENINGKATAN KESELAMATAN PENERBANGAN
Keluhan yang sering muncul pada Industri Penerbangan di Indonesia sebenarnya menunjukkan adanya permasalahan pada sistem penerbangan tersebut. Banyaknya keluhan berarti ...
Hubungan Susastra Pada Gambar Studi Kasus Komik Setangkai Daun Sorga Karya Taguan Hardjo
Hubungan Susastra Pada Gambar Studi Kasus Komik Setangkai Daun Sorga Karya Taguan Hardjo
Komik Medan tak berbeda dengan banyak komik lain yang diminati oleh banyak orang. Komik Medan mempunyai perjalanannya sendiri, berupa spirit yang datang dari kehendak perlawanan te...
MUATAN ETIKA LINGKUNGAN HIDUP DAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA DRAMA MUSIKAL PETUALANGAN MADISON SERTA RELEVANSINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
MUATAN ETIKA LINGKUNGAN HIDUP DAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA DRAMA MUSIKAL PETUALANGAN MADISON SERTA RELEVANSINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
Environmental problems are one of the disasters that are close to the community. The increase in environmental problems will not occur if all elements of society have awareness of ...
Kajian Industri Komik Daring Indonesia: Studi Komik Tahilalats
Kajian Industri Komik Daring Indonesia: Studi Komik Tahilalats
Industri komik daring di Indonesia sudah berkembang pesat. Perkembangan komik dalam platform web ini pun setara dengan perkembangan teknologi. Jika sekarang komik digital berbasis ...
PERBANDINGAN ANTARA REGISTER GURU DALAM KOMIK BERBAHASA PRANCIS DAN REGISTER GURU BAHASA PRANCIS DI INDONESIA
PERBANDINGAN ANTARA REGISTER GURU DALAM KOMIK BERBAHASA PRANCIS DAN REGISTER GURU BAHASA PRANCIS DI INDONESIA
Penelitian ini mengkaji register guru dalam komik Les Profs Tome 1 karya Pica dan Erroc dengan rumusan masalah (1) klasifikasi istilah register guru dalam komik Les Profs Tome 1 me...
Kaji Selidik Rekabentuk dan Pembangunan Prototaip E-Kinayah Dalam Memahami Teks Terjemahan Al-Quran Kepada Bahasa Melayu
Kaji Selidik Rekabentuk dan Pembangunan Prototaip E-Kinayah Dalam Memahami Teks Terjemahan Al-Quran Kepada Bahasa Melayu
ABSTRAK
Antara aspek retorik al-Quran ialah gaya bahasa figuratif seperti unsur kinayah. Unsur kinayah menjadi permasalahan dalam terjemahan al-Quran kepada bahasa-bahasa lain ke...

