Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Edukasi alat kontrasepsi untuk menurunkan unmet need pada Wanita Usia Subur (WUS) di Kelurahan Sembungharjo Kota Semarang

View through CrossRef
Keluarga berencana adalah suatu pendekatan untuk mengatur jumlah kelahiran anak, jarak antar kelahiran, dan usia optimal saat melahirkan, serta perencanaan kehamilan. Upaya ini dilakukan melalui edukasi, perlindungan, dan dukungan yang berlandaskan pada hak-hak reproduksi, guna menciptakan keluarga yang sehat dan berkualitas. Angka unmeet need di Provinsi Jawa Tengah (2024) berkisar 5,70% yang berarti kondisi Wanita Usia Subur (WUS) dan Pasangan Usia Subur (PUS) memiliki keinginan ingin menjarangkan atau menghentikan kehamilan, namun tidak menggunakan alat kontrasepsi atau tidak ber-KB. Tujuan kegiatan ini meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat terhadap program KB, menggunakan alat kontrasepsi yang tepat sehingga terbentuk keluarga sehat dan sejahtera. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan edukasi tentang alat kontrasepsi menggunakan metode ceramah dan tanya jawab serta pemberian kuesioner pretest postetst untuk evaluasi kegiatan. Populasi wanita usia subur pada ibu-ibu PKK di Kelurahan Sembungharjo RT 5 RW 6 sebanyak 22 WUS. Sebagian besar WUS berusia lebih dari 35 tahun 86,36%, multigravida 68,18%, tingkat pendidikan SMU 45,45% dan tidak menggunakan alat kontrasepsi 63,64%. Pengetahuan WUS tentang alat kontrasepsi meningkat sebelum diberi edukasi sebagain besar cukup (52,2%) dan mempunyai sikap positif. Terdapat adanya perbedaan yang signifikan nilai pre-test dan post-test dengan p-value < 0,001. Wanita Usia Subur (WUS) menunjukkan pengetahuan yang cukup dan sikap positif terhadap program keluarga berencana. Intervensi edukatif melalui leaflet, ceramah, dan sesi tanya jawab terbukti efektif meningkatkan pemahaman mereka. Upaya berkelanjutan dari pusat kesehatan dan pemangku kepentingan dengan menggunakan media serupa disarankan untuk meningkatkan kesadaran dan mencegah kehamilan berisiko tinggi. Family planning is an approach to regulating the number of children born, the spacing between births, and the optimal age for childbirth, as well as pregnancy planning. These efforts are carried out through education, protection, and support based on reproductive rights, in order to create healthy and high-quality families. The unmet need rate in Central Java Province (2024) is around 5.70%, which means that women of childbearing age (WUS) and couples of childbearing age (PUS) want to space out or stop pregnancies but do not use contraception or family planning. The objective of this activity is to increase public awareness and involvement in family planning programs, using appropriate contraceptives to create healthy and prosperous families. This community service activity provides education on contraceptives using lectures and question and answer sessions, as well as pretest and posttest questionnaires to evaluate the activity. The population consisted of 22 WUS of childbearing age who were PKK members in Sembungharjo Village, RT 5 RW 6. Most WUS were over 35 years old (86.36%), multigravida (68.18%), had a high school education (45.45%), and did not use contraception (63.64%). The WUS's knowledge of contraceptives increased before being given education, with most having sufficient knowledge (52.2%) and a positive attitude. There was a significant difference between the pre-test and post-test scores with a p-value < 0.001. Women of childbearing age showed sufficient knowledge and a positive attitude towards family planning programs. Educational interventions through leaflets, lectures, and question-and-answer sessions proved effective in increasing their understanding. Continuous efforts by health centers and stakeholders using similar media are recommended to raise awareness and prevent high-risk pregnancies.
Title: Edukasi alat kontrasepsi untuk menurunkan unmet need pada Wanita Usia Subur (WUS) di Kelurahan Sembungharjo Kota Semarang
Description:
Keluarga berencana adalah suatu pendekatan untuk mengatur jumlah kelahiran anak, jarak antar kelahiran, dan usia optimal saat melahirkan, serta perencanaan kehamilan.
Upaya ini dilakukan melalui edukasi, perlindungan, dan dukungan yang berlandaskan pada hak-hak reproduksi, guna menciptakan keluarga yang sehat dan berkualitas.
Angka unmeet need di Provinsi Jawa Tengah (2024) berkisar 5,70% yang berarti kondisi Wanita Usia Subur (WUS) dan Pasangan Usia Subur (PUS) memiliki keinginan ingin menjarangkan atau menghentikan kehamilan, namun tidak menggunakan alat kontrasepsi atau tidak ber-KB.
Tujuan kegiatan ini meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat terhadap program KB, menggunakan alat kontrasepsi yang tepat sehingga terbentuk keluarga sehat dan sejahtera.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan edukasi tentang alat kontrasepsi menggunakan metode ceramah dan tanya jawab serta pemberian kuesioner pretest postetst untuk evaluasi kegiatan.
Populasi wanita usia subur pada ibu-ibu PKK di Kelurahan Sembungharjo RT 5 RW 6 sebanyak 22 WUS.
Sebagian besar WUS berusia lebih dari 35 tahun 86,36%, multigravida 68,18%, tingkat pendidikan SMU 45,45% dan tidak menggunakan alat kontrasepsi 63,64%.
Pengetahuan WUS tentang alat kontrasepsi meningkat sebelum diberi edukasi sebagain besar cukup (52,2%) dan mempunyai sikap positif.
Terdapat adanya perbedaan yang signifikan nilai pre-test dan post-test dengan p-value < 0,001.
Wanita Usia Subur (WUS) menunjukkan pengetahuan yang cukup dan sikap positif terhadap program keluarga berencana.
Intervensi edukatif melalui leaflet, ceramah, dan sesi tanya jawab terbukti efektif meningkatkan pemahaman mereka.
Upaya berkelanjutan dari pusat kesehatan dan pemangku kepentingan dengan menggunakan media serupa disarankan untuk meningkatkan kesadaran dan mencegah kehamilan berisiko tinggi.
Family planning is an approach to regulating the number of children born, the spacing between births, and the optimal age for childbirth, as well as pregnancy planning.
These efforts are carried out through education, protection, and support based on reproductive rights, in order to create healthy and high-quality families.
The unmet need rate in Central Java Province (2024) is around 5.
70%, which means that women of childbearing age (WUS) and couples of childbearing age (PUS) want to space out or stop pregnancies but do not use contraception or family planning.
The objective of this activity is to increase public awareness and involvement in family planning programs, using appropriate contraceptives to create healthy and prosperous families.
This community service activity provides education on contraceptives using lectures and question and answer sessions, as well as pretest and posttest questionnaires to evaluate the activity.
The population consisted of 22 WUS of childbearing age who were PKK members in Sembungharjo Village, RT 5 RW 6.
Most WUS were over 35 years old (86.
36%), multigravida (68.
18%), had a high school education (45.
45%), and did not use contraception (63.
64%).
The WUS's knowledge of contraceptives increased before being given education, with most having sufficient knowledge (52.
2%) and a positive attitude.
There was a significant difference between the pre-test and post-test scores with a p-value < 0.
001.
Women of childbearing age showed sufficient knowledge and a positive attitude towards family planning programs.
Educational interventions through leaflets, lectures, and question-and-answer sessions proved effective in increasing their understanding.
Continuous efforts by health centers and stakeholders using similar media are recommended to raise awareness and prevent high-risk pregnancies.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
The Influence Of Midwife's Information On Choice Of Contraception Devices
The Influence Of Midwife's Information On Choice Of Contraception Devices
Latar Belakang: Kontrasepsi merupakan pengaturan kehamilan dengan menggunakan alat atau metode dengan tujuan mencegah kehamilan. Tidak banyak pula WUS yang memilih untuk tidak meng...
DETERMINAN KEJADIAN DROP OUT PENGGUNAAN KONTRASEPSI PADA PASANGAN USIA SUBUR (PUS) DI KABUPATEN SINTANG
DETERMINAN KEJADIAN DROP OUT PENGGUNAAN KONTRASEPSI PADA PASANGAN USIA SUBUR (PUS) DI KABUPATEN SINTANG
Penggunaan kontrasepsi merupakan salah satu strategi pengendalian populasi, namun inkontinensia penggunaan kontrasepsi menjadi masalah yaitu sebanyak 27 persen wanita menghentikan ...
PENYULUHAN TENTANG PEMAKAIAN IMPLANT PADA WANITA PASANGAN USIA SUBUR DI BPM FAUZIAH HATTA PALEMBANG
PENYULUHAN TENTANG PEMAKAIAN IMPLANT PADA WANITA PASANGAN USIA SUBUR DI BPM FAUZIAH HATTA PALEMBANG
Abstrak Metode kontrasepsi jangka panjang (MJKP) implant (susuk) dinilai merupakan metode kontrasepsi yang paling efektif dari segi kegunaan dan biaya dengan tingkat keberhasilan m...
Pengaruh Media Video Terhadap Pengetahuan Tentang Kontrasepsi Implan Pada Wanita Usia Subur
Pengaruh Media Video Terhadap Pengetahuan Tentang Kontrasepsi Implan Pada Wanita Usia Subur
Indonesia terdapat berbagai macam alat kontrasepsi diantaranya yaitu implan. Dalam memilih kontrasepsi, Wanita Usia Subur (WUS) sangat dipengaruhi oleh banyak hal salah satunya ada...
Edukasi Pendidikan Kesehatan Pada Pasangan Usia Subur Dalam Pemilihan Kontrasepsi
Edukasi Pendidikan Kesehatan Pada Pasangan Usia Subur Dalam Pemilihan Kontrasepsi
Keluarga berencana merupakan suatu program pemerintah yang dirancang untuk menyeimbangkan antara kebutuhan dan jumlah penduduk untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Dalam ...

Back to Top