Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Penggantian Heat Exchanger terhadap Suhu di dalam Kabin Pesawat Terbang Tipe Boeing B737-800/900ER

View through CrossRef
Pesawat Boeing B737-800/900ER dilengkapi dengan sistem pendingin udara atau Airconditioning System yang merupakan bagian dari Environmental Control System (ECS). Air conditioning system memainkan peran penting dalam menjaga kenyamanan penumpang dan crew selama penerbangan. Salah satu komponen penting yang memengaruhi kenyamanan ini di dalam sistem pendingin udara (Airconditioning System) adalah heat exchanger. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggantian heat exchanger terhadap suhu udara di dalam kabin pesawat udara tipe Boeing B737-800/900ER. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif komparatif yang membandingkan antara data suhu kabin sebelum dan sesudah penggantian heat exchanger. Data diperoleh dari hasil pengukuran langsung pada pesawat di darat serta dokumentasi teknis maskapai penerbangan. Parameter yang dianalisis meliputi suhu udara masuk dan keluar heat exchanger, temperatur kokpit, kabin penumpang dan pack. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah penggantian heat exchanger, terjadi penurunan suhu udara yang siginifikan di dalam kabin yaitu 80-100C dan perbedaan temperature in dan out (delta T) pada komponen heat exchanger memenuhi target yaitu lebih dari 450C. Hal ini menunjukkan peningkatan efisiensi perpindahan panas dan performa airconditioning system. Penggantian heat exchanger yang dilakukan terbukti memberikan dampak signifikan terhadap kenyamanan penumpang dan kinerja airconditioning system. Kata Kunci: Heat Exchanger, Suhu Kabin, Boeing B737-800/900ER, Air conditioning system, Kenyamanan penumpang
Title: Pengaruh Penggantian Heat Exchanger terhadap Suhu di dalam Kabin Pesawat Terbang Tipe Boeing B737-800/900ER
Description:
Pesawat Boeing B737-800/900ER dilengkapi dengan sistem pendingin udara atau Airconditioning System yang merupakan bagian dari Environmental Control System (ECS).
Air conditioning system memainkan peran penting dalam menjaga kenyamanan penumpang dan crew selama penerbangan.
Salah satu komponen penting yang memengaruhi kenyamanan ini di dalam sistem pendingin udara (Airconditioning System) adalah heat exchanger.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggantian heat exchanger terhadap suhu udara di dalam kabin pesawat udara tipe Boeing B737-800/900ER.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif komparatif yang membandingkan antara data suhu kabin sebelum dan sesudah penggantian heat exchanger.
Data diperoleh dari hasil pengukuran langsung pada pesawat di darat serta dokumentasi teknis maskapai penerbangan.
Parameter yang dianalisis meliputi suhu udara masuk dan keluar heat exchanger, temperatur kokpit, kabin penumpang dan pack.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah penggantian heat exchanger, terjadi penurunan suhu udara yang siginifikan di dalam kabin yaitu 80-100C dan perbedaan temperature in dan out (delta T) pada komponen heat exchanger memenuhi target yaitu lebih dari 450C.
Hal ini menunjukkan peningkatan efisiensi perpindahan panas dan performa airconditioning system.
Penggantian heat exchanger yang dilakukan terbukti memberikan dampak signifikan terhadap kenyamanan penumpang dan kinerja airconditioning system.
Kata Kunci: Heat Exchanger, Suhu Kabin, Boeing B737-800/900ER, Air conditioning system, Kenyamanan penumpang.

Related Results

Analisis Jangkauan Maksimum Pesawat Airbus A330-300 dan Boeing 777-300 Dari Bandara Dhoho Kediri Untuk Penerbangan Komersial
Analisis Jangkauan Maksimum Pesawat Airbus A330-300 dan Boeing 777-300 Dari Bandara Dhoho Kediri Untuk Penerbangan Komersial
Penerbangan komersial merupakan salah satu elemen vital dalam infrastruktur transportasi modern yang mendukung hubungan dan pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Pesawat komersial sepe...
Analisis Perbandingan Fuel Consumtption Pada Pesawat boeing B737-800 Rute CGK-DMK dan CGK-AMQ
Analisis Perbandingan Fuel Consumtption Pada Pesawat boeing B737-800 Rute CGK-DMK dan CGK-AMQ
Fuel consumption merupakan perhitungan konsumsi bahan bakaryang digunakan pesawat udara melalui dua engine, perhitungan ini akan mengetahui banyaknya fuel yang digunakan oleh pesaw...
Internalisasi Budaya Terbang Bandhung di Kota Pasuruan
Internalisasi Budaya Terbang Bandhung di Kota Pasuruan
Kesenian Terbang Bandung merupakan kesenian yang berasal dari kota pasuruan, kesenian dengan alat music Kedincong, Terbang der, rebana, kontran, jidor, music ini dimainkan dengan 2...
SISTEM PENGEMBANGAN PERIKANAN IKAN TERBANG DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA TUAL
SISTEM PENGEMBANGAN PERIKANAN IKAN TERBANG DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA TUAL
Telur ikan terbang termasuk salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis penting di perairan Kota Tual. Berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 69...
Evaluasi Tebal Perkerasan Kaku Apron Bandara Mutiara Sis Al-Jufri
Evaluasi Tebal Perkerasan Kaku Apron Bandara Mutiara Sis Al-Jufri
Bandar Udara Mutiara Sis Al Jufri merupakan salah satu bandara yang mengalami peningkatan permintaan akan lalu lintas udara. Adanya permintaan perjalanan udara yang meningkat setia...
KAJIAN MAINTENANCE PESAWAT PENUMPANG DI INDONESIA
KAJIAN MAINTENANCE PESAWAT PENUMPANG DI INDONESIA
Saat ini pesawat banyak digunakan masyarakat sebagai transportasi udara untuk mencapai suatu wilayah karena dinilai efektif dan efisien dari segi capaian jarak dan waktu tempuhnya ...
4. ANALISIS CFD PERFORMA AERODINAMIKA MODEL SAYAP X PADA PESAWAT TERBANG RADIO CONTROLLED UNTUK AEROMODELLING TARUNA AAU
4. ANALISIS CFD PERFORMA AERODINAMIKA MODEL SAYAP X PADA PESAWAT TERBANG RADIO CONTROLLED UNTUK AEROMODELLING TARUNA AAU
Pesawat terbang radio controlled yang digunakan pada kegiatan aeromodellingTaruna AAU sejatinya adalah sebuah model dari pesawat terbang yang sebenarnya. Prosespembuatannya juga me...

Back to Top