Javascript must be enabled to continue!
Inskripsi Keagamaan Nusantara di Palu Sulawesi Tengah
View through CrossRef
Religious inscriptions often cannot be separated from religious doctrines developed by the local communities in relation to their level of understanding of religion. In Central Sulawesi, religious teachings acquired from the teachers, scholars and religious leaders of Islam have colored the form and content of religious inscriptions. This article discusses the history and development of some religious inscriptions in Central Sulawesi, primarily in the cities of Palu, Donggala, and Banggai. The study focuses on four areas, namely (1) The family cemetery of Tanga Banggo (Kings of Palu), (2) the Mosque of Kampung Baru in Kota Palu, (3) the Al-Amin Mosque in Wani, Donggala, and (4) The Grand Mosque of Donggala in Donggala. From these areas, the research found 46 inscriptions. The inscription on the tombstone consists of identity and titles of the deceased, prayers, verses of the Qur’an, and the name of the Prophet's family and Companions. Meanwhile, the inscription on the mosques consists of the mosque names, the year of construction, and Hadith. Calligraphy is used generally in the styles of Tsulutsi, and Naskhi. The materials used consisted of wood, river rock, stone and marble temples. The existing conditions of inscriptions on tombstones, generally have suffered damage (wear). Headstone size generally between 20-120 centimeters. Headstone for men mostly spherical (phallus) and for women are usually flat. At the cemetery, the inscription contains the pilgrimage to the cemetery or graves, especially the graves Islamic leaders generally have similarities with other regions in Indonesia. While encryption in mosques suggests the words of prayers five times a day, away from God’s prohibition, hoping to worship for Allah's pleasure, advice, obedience, and others.
Keywords: Religious Inscription, Mosques, Tombs, Islam, History, Central Sulawesi
Inskripsi kegamaan seringkali tidak dapat dipisahkan dari kepercayaan masyarakat setempat dalam hubungannya dengan tingkat pemahaman mereka terhadap agamanya. Di Sulawesi Tengah, ajaran agama yang diperoleh dari para guru, ulama dan pimpinan agama Islam sedari awal mewarnai bentuk dan isi inskripsi keagamaan. Artikel ini membahas sejarah dan perkembangan beberapa inskripsi keagamaan di provinsi Sulawesi Tengah, tepatnya di kota yaitu Palu, Donggala, dan Banggai. Penelitian di fokuskan pada empat lingkungan, yaitu (1) Makam Situs Pekuburan Keluarga Tanga Banggo (Raja-Raja Palu), (2) Masjid Jami Kampung Baru Kota Palu, (3) Masjid Al Amin Wani di Donggala, dan (4) Masjid Raya Donggala di Donggala. Penelitian ini menemukan 46 inskripsi. Inskripsi pada nisan terdiri dari identitas dan gelar orang yang meninggal, doa, ayat al-Qur’an, dan nama keluarga dan sahabat Nabi. Sementara itu, inskripsi di Masjid terdiri dari nama masjid, tahun pembangunannya, dan hadis. Kaligrafi yang digunakan umumnya memakai Arab tsulutsi, dan naskhi. Adapun bahan yang digunakan terdiri dari kayu, batu sungai, batu candi dan marmer. Keadaan inskripsi yang ada pada nisan, umumnya telah mengalami kerusakan (aus). Ukuran nisan pada umumnya antara 20 - 120 cm. Nisan untuk laki-laki kebanyakan berbentuk bulat (lingga) dan untuk perempuan pipih. Di pekuburan, inskripsi berisikan ziarah ke pemakaman atau kuburan, terutama kuburan pemuka-pemuka Islam yang banyak kesamaan dengan daerah lainnya di Indonesia. Sementara inkripsi yang ada di masjid banyak menjelaskan masalah salat lima waktu, menjauhi larangannya, ibadah untuk mengharap rida Allah, nasehat, ketaatan, dan lain-lain.
Kata kunci: Prasasti Keagamaan, Masjid, Kuburan, Islam, Sejarah, Sulawesi Tengah
Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi
Title: Inskripsi Keagamaan Nusantara di Palu Sulawesi Tengah
Description:
Religious inscriptions often cannot be separated from religious doctrines developed by the local communities in relation to their level of understanding of religion.
In Central Sulawesi, religious teachings acquired from the teachers, scholars and religious leaders of Islam have colored the form and content of religious inscriptions.
This article discusses the history and development of some religious inscriptions in Central Sulawesi, primarily in the cities of Palu, Donggala, and Banggai.
The study focuses on four areas, namely (1) The family cemetery of Tanga Banggo (Kings of Palu), (2) the Mosque of Kampung Baru in Kota Palu, (3) the Al-Amin Mosque in Wani, Donggala, and (4) The Grand Mosque of Donggala in Donggala.
From these areas, the research found 46 inscriptions.
The inscription on the tombstone consists of identity and titles of the deceased, prayers, verses of the Qur’an, and the name of the Prophet's family and Companions.
Meanwhile, the inscription on the mosques consists of the mosque names, the year of construction, and Hadith.
Calligraphy is used generally in the styles of Tsulutsi, and Naskhi.
The materials used consisted of wood, river rock, stone and marble temples.
The existing conditions of inscriptions on tombstones, generally have suffered damage (wear).
Headstone size generally between 20-120 centimeters.
Headstone for men mostly spherical (phallus) and for women are usually flat.
At the cemetery, the inscription contains the pilgrimage to the cemetery or graves, especially the graves Islamic leaders generally have similarities with other regions in Indonesia.
While encryption in mosques suggests the words of prayers five times a day, away from God’s prohibition, hoping to worship for Allah's pleasure, advice, obedience, and others.
Keywords: Religious Inscription, Mosques, Tombs, Islam, History, Central Sulawesi
Inskripsi kegamaan seringkali tidak dapat dipisahkan dari kepercayaan masyarakat setempat dalam hubungannya dengan tingkat pemahaman mereka terhadap agamanya.
Di Sulawesi Tengah, ajaran agama yang diperoleh dari para guru, ulama dan pimpinan agama Islam sedari awal mewarnai bentuk dan isi inskripsi keagamaan.
Artikel ini membahas sejarah dan perkembangan beberapa inskripsi keagamaan di provinsi Sulawesi Tengah, tepatnya di kota yaitu Palu, Donggala, dan Banggai.
Penelitian di fokuskan pada empat lingkungan, yaitu (1) Makam Situs Pekuburan Keluarga Tanga Banggo (Raja-Raja Palu), (2) Masjid Jami Kampung Baru Kota Palu, (3) Masjid Al Amin Wani di Donggala, dan (4) Masjid Raya Donggala di Donggala.
Penelitian ini menemukan 46 inskripsi.
Inskripsi pada nisan terdiri dari identitas dan gelar orang yang meninggal, doa, ayat al-Qur’an, dan nama keluarga dan sahabat Nabi.
Sementara itu, inskripsi di Masjid terdiri dari nama masjid, tahun pembangunannya, dan hadis.
Kaligrafi yang digunakan umumnya memakai Arab tsulutsi, dan naskhi.
Adapun bahan yang digunakan terdiri dari kayu, batu sungai, batu candi dan marmer.
Keadaan inskripsi yang ada pada nisan, umumnya telah mengalami kerusakan (aus).
Ukuran nisan pada umumnya antara 20 - 120 cm.
Nisan untuk laki-laki kebanyakan berbentuk bulat (lingga) dan untuk perempuan pipih.
Di pekuburan, inskripsi berisikan ziarah ke pemakaman atau kuburan, terutama kuburan pemuka-pemuka Islam yang banyak kesamaan dengan daerah lainnya di Indonesia.
Sementara inkripsi yang ada di masjid banyak menjelaskan masalah salat lima waktu, menjauhi larangannya, ibadah untuk mengharap rida Allah, nasehat, ketaatan, dan lain-lain.
Kata kunci: Prasasti Keagamaan, Masjid, Kuburan, Islam, Sejarah, Sulawesi Tengah.
Related Results
Inskripsi Keagamaan pada Masjid Azizi Tanjungpura, Langkat, Sumatera Utara
Inskripsi Keagamaan pada Masjid Azizi Tanjungpura, Langkat, Sumatera Utara
Indonesia is a nation of a diverse civilization. The legacy of Indonesian civilization is significantly influenced by the way of life and religious teachings spread over large and ...
Inskripsi Keagamaan pada Masjid Azizi Tanjungpura, Langkat, Sumatera Utara
Inskripsi Keagamaan pada Masjid Azizi Tanjungpura, Langkat, Sumatera Utara
Indonesia is a nation of a diverse civilization. The legacy of Indonesian civilization is significantly influenced by the way of life and religious teachings spread over large and ...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
ANALISIS KEMANDIRIAN DAN EFISIENSI BELANJA DAERAH PERBANDINGAN ANTARA SULAWESI TENGGARA DAN SULAWESI TENGAH
ANALISIS KEMANDIRIAN DAN EFISIENSI BELANJA DAERAH PERBANDINGAN ANTARA SULAWESI TENGGARA DAN SULAWESI TENGAH
This study aims to determine the phenomenon of Flypapper Effect on the regional expenditure of regencies / cities in the Provinces of Southeast Sulawesi and Central Sulawesi. This ...
PEMANFAATAN INSTAGRAM KOMUNITAS GEONUSANTARA SULAWESI TENGAH SEBAGAI MEDIA PROMOSI WISATA SULAWESI TENGAH
PEMANFAATAN INSTAGRAM KOMUNITAS GEONUSANTARA SULAWESI TENGAH SEBAGAI MEDIA PROMOSI WISATA SULAWESI TENGAH
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kegiatan promosi wisata melalui media sosial instagram oleh Komunitas Geonusantara Sulawesi Tengah. Tipe penelitian ini adalah penelit...
Analisis Peluang Pemasaran Produk Kerajinan Daun Silar pada Industri Kecil Menengah Lanu Nagaya Liku Kota Palu
Analisis Peluang Pemasaran Produk Kerajinan Daun Silar pada Industri Kecil Menengah Lanu Nagaya Liku Kota Palu
Penelitian ini bertujuan : Untuk mengetahui dan menganalisis peluang pemasaran produk kerajinan daun silar pada Industri Kecil Menengah Lanu Nagaya Liku Kota Palu. Hasil penelitian...
ROJA HAMA-HAMA? TINJAUAN LINGUISTIK TRADISI TENUN ENDE DAN PALU'E (Roja Hama-hama? A Linguistic Review of The Ende and Palu'e Weaving Traditions)
ROJA HAMA-HAMA? TINJAUAN LINGUISTIK TRADISI TENUN ENDE DAN PALU'E (Roja Hama-hama? A Linguistic Review of The Ende and Palu'e Weaving Traditions)
The study of loom technology and textile design structure can reveal connections between weaving traditions similarly to how comparative linguistics reveal connections between ling...
PENGARUH FAKTOR PRIBADI DAN PSIKOLOGIS TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN MENGGUNAKAN PRODUK KOSMETIK NATASHA PADA KLINIK KECANTIKAN NATASHA SKIN CARE DI KOTA PALU
PENGARUH FAKTOR PRIBADI DAN PSIKOLOGIS TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN MENGGUNAKAN PRODUK KOSMETIK NATASHA PADA KLINIK KECANTIKAN NATASHA SKIN CARE DI KOTA PALU
Tujuan dari penelitian ini adalah (1). Untuk menganalisis faktor pribadi dan faktor psikologis secara serempak berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen menggunakan produk...

