Javascript must be enabled to continue!
MEKANISME KELEBIHAN BEBAN MEDIA SOSIAL TERHADAP KELELAHAN MEDIA SOSIAL, EFIKASI DIRI, KESEHATAN DAN KECEMASAN
View through CrossRef
Penelitian ini mengkaji dampak kelebihan penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental, khususnya kecemasan dan efikasi diri kesehatan. Sampel penelitian terdiri dari 125 pengguna media sosial dari kalangan mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan kerangka Stressor–Strain–Outcome (SSO). Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan skala Likert 4 poin yang mengukur enam variabel utama yaitu information overload, communication overload, social overload, social media fatigue, anxiety, dan health self-efficacy. Analisis data dilakukan dengan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan perangkat lunak SmartPLS 4 untuk menguji validitas, reliabilitas, serta hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa information overload, communication overload, dan social overload berpengaruh positif signifikan terhadap social media fatigue. Selanjutnya, social media fatigue berdampak pada peningkatan tingkat kecemasan dan penurunan efikasi diri kesehatan. Selain itu, ditemukan bahwa social media fatigue memediasi pengaruh information overload terhadap kecemasan, serta memediasi pengaruh information overload, communication overload, dan social overload terhadap efikasi diri kesehatan. Studi ini memberikan wawasan penting mengenai mekanisme psikologis di balik pengalaman kelebihan media sosial dan implikasinya terhadap kesejahteraan mental.
Kata Kunci: Anxiety, Communication overload, Health self-efficacy, Information overload, Social overload, Social media fatigue
Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Title: MEKANISME KELEBIHAN BEBAN MEDIA SOSIAL TERHADAP KELELAHAN MEDIA SOSIAL, EFIKASI DIRI, KESEHATAN DAN KECEMASAN
Description:
Penelitian ini mengkaji dampak kelebihan penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental, khususnya kecemasan dan efikasi diri kesehatan.
Sampel penelitian terdiri dari 125 pengguna media sosial dari kalangan mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan kerangka Stressor–Strain–Outcome (SSO).
Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan skala Likert 4 poin yang mengukur enam variabel utama yaitu information overload, communication overload, social overload, social media fatigue, anxiety, dan health self-efficacy.
Analisis data dilakukan dengan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan perangkat lunak SmartPLS 4 untuk menguji validitas, reliabilitas, serta hubungan antarvariabel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa information overload, communication overload, dan social overload berpengaruh positif signifikan terhadap social media fatigue.
Selanjutnya, social media fatigue berdampak pada peningkatan tingkat kecemasan dan penurunan efikasi diri kesehatan.
Selain itu, ditemukan bahwa social media fatigue memediasi pengaruh information overload terhadap kecemasan, serta memediasi pengaruh information overload, communication overload, dan social overload terhadap efikasi diri kesehatan.
Studi ini memberikan wawasan penting mengenai mekanisme psikologis di balik pengalaman kelebihan media sosial dan implikasinya terhadap kesejahteraan mental.
Kata Kunci: Anxiety, Communication overload, Health self-efficacy, Information overload, Social overload, Social media fatigue.
Related Results
EFIKASI DIRI DAN PERAWATAN DIRI DIABETES PADA MASYARAKAT PESISIR
EFIKASI DIRI DAN PERAWATAN DIRI DIABETES PADA MASYARAKAT PESISIR
Ada beberapa factor yang dapat mempengaruhi perawatan diri diabetes. Salah satunya adalah efikasi diri. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh efikasi diri terhadap perawatan di...
Beban Kerja dan Kelelahan Kerja pada Pekerja Tatalaksana di Unisba
Beban Kerja dan Kelelahan Kerja pada Pekerja Tatalaksana di Unisba
Abstract. The workload is something that arises from the interaction between the needs of the work environment that is used as a workplace, and the skills and perceptions of worker...
Peningkatan Efikasi Diri Ibu Menggunakan AECAS dalam Merawat Anak Stunting
Peningkatan Efikasi Diri Ibu Menggunakan AECAS dalam Merawat Anak Stunting
Background: Sebanyak 149.2 juta balita di dunia mengalami stunting di tahun 2020. Sebanyak 53% berada di Asia dan 41% berada di Afrika. Di Indonesia, sebanyak 31.8% balita mengalam...
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Karyawan Di PT. FKS Multi Agro Tbk. Makassar
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Karyawan Di PT. FKS Multi Agro Tbk. Makassar
Tenaga kerja merupakan sumber daya yang berperan sebagai pengerak dalam pekerjaan dan dapat dikatakan sebagai ujung tombak pada suatu pekerjaan, sehingga tenaga kerja seharusnya le...
PERBANDINGAN EFIKASI DIRI SISWA KELAS KHUSUS OLAHRAGA DAN REGULER DALAM MENGHADAPI TANTANGAN AKADEMIK
PERBANDINGAN EFIKASI DIRI SISWA KELAS KHUSUS OLAHRAGA DAN REGULER DALAM MENGHADAPI TANTANGAN AKADEMIK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui [1] tingkat efikasi diri siswa kelas khusus olahraga SMP Negeri 1 Kalasan, [2] Tingkat Efikasi Diri siswa kelas reguler di SMP Negeri 1 Ka...
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
Penelitian ini berfokus pada aspek bentuk dan pengaruh mitos kecantikan dalam novel Gendut? Siapa Takut! karya Alnira (2019). Analisis dilakukan dengan memanfaatkan teori feminisme...
Hubungan Antara Status Sosial Ekonomi Orang Tua dan Efikasi Diri dengan Minat Menjadi Guru Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Jakarta
Hubungan Antara Status Sosial Ekonomi Orang Tua dan Efikasi Diri dengan Minat Menjadi Guru Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Jakarta
Abstract
The purpose of this study is to discover the level of strength: (1) relationship between parents’s sosio-economic status with interest to become a teacher (2) relati...

