Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh Program Latihan terhadap Peningkatan Kondisi Fisik Atlet Bolatangan Porprov Kubu Raya
View through CrossRef
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh program pelatihan pada peningkatan kondisi fisik atlet bolatangan Porprov Kubu Raya. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk menguji hipotesis dari data yang telah dikumpulkan sesuai dengan teori dan konsep sebelumnya. Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimental. Populasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah semua atlet bolatangan yang akan turun di PORPROV XII Kalimantan Barat. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua atlet Bolatangan Universitas, berjumlah 12 atlet. Dari hasil uji t dapat diketahui bahwa Sig (0,000) <0,05, hasil ini menunjukkan bahwa H0 ditolak yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara kondisi fisik pre-test dan post-test atlet bola tangan Kubu Raya sebelum dan setelah diberikan program latihan. Perbedaan ini menunjukkan bahwa program pelatihan meningkatkan kondisi fisik atlet. Besarnya perubahan kondisi atlet handball dapat dilihat dari selisih nilai rata-rata pre test yaitu sebesar 45,49 dengan post test 54,54. Diketahui bahwa peningkatan kondisi fisik atlet handball Kubu Raya adalah 9,05 atau 19,89% setelah diberikan program latihan.
Title: Pengaruh Program Latihan terhadap Peningkatan Kondisi Fisik Atlet Bolatangan Porprov Kubu Raya
Description:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh program pelatihan pada peningkatan kondisi fisik atlet bolatangan Porprov Kubu Raya.
Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk menguji hipotesis dari data yang telah dikumpulkan sesuai dengan teori dan konsep sebelumnya.
Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimental.
Populasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah semua atlet bolatangan yang akan turun di PORPROV XII Kalimantan Barat.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua atlet Bolatangan Universitas, berjumlah 12 atlet.
Dari hasil uji t dapat diketahui bahwa Sig (0,000) <0,05, hasil ini menunjukkan bahwa H0 ditolak yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara kondisi fisik pre-test dan post-test atlet bola tangan Kubu Raya sebelum dan setelah diberikan program latihan.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa program pelatihan meningkatkan kondisi fisik atlet.
Besarnya perubahan kondisi atlet handball dapat dilihat dari selisih nilai rata-rata pre test yaitu sebesar 45,49 dengan post test 54,54.
Diketahui bahwa peningkatan kondisi fisik atlet handball Kubu Raya adalah 9,05 atau 19,89% setelah diberikan program latihan.
Related Results
Pengaruh Metode Latihan Drill Dan Koordinasi Mata Tangan Terhadap Forehand Dan Backhand Drive Tenis Lapangan
Pengaruh Metode Latihan Drill Dan Koordinasi Mata Tangan Terhadap Forehand Dan Backhand Drive Tenis Lapangan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) perbedaan pukulan forehand dan backhand drive antara atlet tenis lapangan yang mendapatkan pelatihan dengan metode latihan drill...
PROFIL KONDISI FISIK ATLET PENCAK SILAT DI PSHT RAYON KEMBANGAN KABUPATEN MAGELANG
PROFIL KONDISI FISIK ATLET PENCAK SILAT DI PSHT RAYON KEMBANGAN KABUPATEN MAGELANG
Pencak Silat is a product of Indonesian society and part of the people's culture. therefore the culture produced is the culture of society. Community culture is a culture of mutual...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Observasi Kondisi Fisik Atlet Sepak Bola Klub Angkasa FC
Observasi Kondisi Fisik Atlet Sepak Bola Klub Angkasa FC
Kondisi fisik yang optimal merupakan faktor krusial bagi kesuksesan atlet dalam berbagai cabang olahraga. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 12 Juli 2024 di lapangan sepak bola Wa...
PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN DOUBLE LEG TUCK JUMP DAN LATERAL BOUND TERHADAP PENINGKATAN POWER OTOT TUNGKAI DAN HASIL SMASH PADA ATLET PUTRA
PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN DOUBLE LEG TUCK JUMP DAN LATERAL BOUND TERHADAP PENINGKATAN POWER OTOT TUNGKAI DAN HASIL SMASH PADA ATLET PUTRA
Bola voli adalah olahraga yang membutuhkan kecepatan, kelincahan, dan kekuatan tubuh secara menyeluruh. Power otot tungkai memiliki peran yang sangat penting dalam permainan bola v...
Pengaruh Latihan Pushup dan Latihan Dumbbell Terhadap Pukulan Gyaku Tsuki Atlet Karate Shindoka Kota Pasuruan
Pengaruh Latihan Pushup dan Latihan Dumbbell Terhadap Pukulan Gyaku Tsuki Atlet Karate Shindoka Kota Pasuruan
Abstract: Based on the initial findings, the researcher made observations at Honbu Dojo Shindoka, Pasuruan City, that the gyaku tsuki punch is a punch that is often used by karate ...
ANALISIS UNSUR KONDISI FISIK DOMINAN ATLIT BULUTANGKIS PB. SATRIA DOMPU TAHUN 2019
ANALISIS UNSUR KONDISI FISIK DOMINAN ATLIT BULUTANGKIS PB. SATRIA DOMPU TAHUN 2019
Kondisi fisik merupakan unsur yang sangat penting hampir di seluruh cabang olahraga. Begitu juga pada olahraga bulutangkis yang menuntut para pemainnya untuka ktif bergerak seperti...
PERBANDINGAN LATIHAN FOOTWORK DAN SHADOW TERHADAP KELINCAHAN ATLET TIM BULUTANGKIS PB. SETIA PUTRA
PERBANDINGAN LATIHAN FOOTWORK DAN SHADOW TERHADAP KELINCAHAN ATLET TIM BULUTANGKIS PB. SETIA PUTRA
Kelincahan merupakan komponen fisik yang sangat penting dalam olahraga bulutangkis, hal ini dikarenkan agar para pemain dapat bergerak ke segala arah dengan cepat dan tepat untuk ...

