Javascript must be enabled to continue!
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN AKTIFITAS FISIK TERHADAP OBESITAS PADA REMAJA
View through CrossRef
Obesitas merupakan suatu penyakit multifaktor, terjadi akibat akumulasi jaringan lemak berlebihan, sehingga dapat mengganggu kesehatan. Obesitas terjadi ketika asupan energi secara signifikan melebihi pengeluaran energi dalam jangka waktu yang lama, yang ditunjukkan dengan peningkatan Indeks Massa Tubuh (BMI). Prevalensi di Indonesia 13,5% usia 18 tahun keatas mengalami overweight, sementara itu 28,7% mengalami obesitas (IMT ≥ 25). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara pola makan dan asupan gizi dengan kejadian obesitas pada remaja. Jenis penelitian ini menggunakan Tahun 2016 – 2024. Jurnal di pilih berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan sebelumnya. Hasil/Temuan : berdasarkan telaah dari 5 jurnal yang ada didapatkan hasil bahwa berbagai hubungan antara pola makan dan asupan gizi, pada tingkat remaja terkait dengan obesitas yang memperlihatkan pentingnya mempertimbangkan bagaimana mengatur pola hidup dengan gizi seimbang. Ada hubungan antara pola makan dan asupan gizi yang layak dengan revalensi dengan kejadian obesitas pada remaja. Simpulan dapat kita ketahui bahwa Obesitas tidak hanya terjadi akibat pola makan berlebih, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti aktivitas fisik yang rendah, riwayat keluarga dengan obesitas, dan metabolisme individu. Beberapa remaja dengan pola makan tinggi namun tidak mengalami obesitas diduga memiliki tingkat aktivitas fisik yang tinggi, yang meningkatkan proses metabolisme dan pembakaran lemak dan sebaliknya.
Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah
Title: HUBUNGAN POLA MAKAN DAN AKTIFITAS FISIK TERHADAP OBESITAS PADA REMAJA
Description:
Obesitas merupakan suatu penyakit multifaktor, terjadi akibat akumulasi jaringan lemak berlebihan, sehingga dapat mengganggu kesehatan.
Obesitas terjadi ketika asupan energi secara signifikan melebihi pengeluaran energi dalam jangka waktu yang lama, yang ditunjukkan dengan peningkatan Indeks Massa Tubuh (BMI).
Prevalensi di Indonesia 13,5% usia 18 tahun keatas mengalami overweight, sementara itu 28,7% mengalami obesitas (IMT ≥ 25).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara pola makan dan asupan gizi dengan kejadian obesitas pada remaja.
Jenis penelitian ini menggunakan Tahun 2016 – 2024.
Jurnal di pilih berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan sebelumnya.
Hasil/Temuan : berdasarkan telaah dari 5 jurnal yang ada didapatkan hasil bahwa berbagai hubungan antara pola makan dan asupan gizi, pada tingkat remaja terkait dengan obesitas yang memperlihatkan pentingnya mempertimbangkan bagaimana mengatur pola hidup dengan gizi seimbang.
Ada hubungan antara pola makan dan asupan gizi yang layak dengan revalensi dengan kejadian obesitas pada remaja.
Simpulan dapat kita ketahui bahwa Obesitas tidak hanya terjadi akibat pola makan berlebih, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti aktivitas fisik yang rendah, riwayat keluarga dengan obesitas, dan metabolisme individu.
Beberapa remaja dengan pola makan tinggi namun tidak mengalami obesitas diduga memiliki tingkat aktivitas fisik yang tinggi, yang meningkatkan proses metabolisme dan pembakaran lemak dan sebaliknya.
Related Results
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA DI SMP KOTA SAMARINDA
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA DI SMP KOTA SAMARINDA
Obesitas merupakan suatu kondisi di mana jumlah asupan energi melebihi kebutuhan sehingga terjadi ketidakseimbangan antara asupan energi dengan energi yang digunakan. Masa remaja m...
PERSEPSI SISWA SMP TERHADAP OBESITAS PADA REMAJA (Studi kasus pada siswa SMP PL Dominico Savio Semarang)
PERSEPSI SISWA SMP TERHADAP OBESITAS PADA REMAJA (Studi kasus pada siswa SMP PL Dominico Savio Semarang)
Latar Belakang: Obesitas adalah keadaan dimana terjadi peningkatan massa jaringan lemak dalam tubuh. Pencegahan obesitas pada masa remaja dianggap lebih mudah dilakukan daripada me...
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN OBESITAS PADA REMAJA DI KOTA BITUNG
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN OBESITAS PADA REMAJA DI KOTA BITUNG
Abstract: In adolescents, the incidences of overweight and obesity are serious problems because they will continue to develop until the children become mature. Obesity is caused mo...
Kebiasaan dan pola makan sebagai faktor penentu kesehatan mental remaja: Sebuah tinjauan sistematis
Kebiasaan dan pola makan sebagai faktor penentu kesehatan mental remaja: Sebuah tinjauan sistematis
Background: Mental health is an essential aspect of overall well-being, especially during adolescence when individuals experience rapid physical, emotional, and social development....
Hubungan Emotional Eating dan Pola Konsumsi Makan dengan Obesitas pada Mahasiswa Tingkat Akhir
Hubungan Emotional Eating dan Pola Konsumsi Makan dengan Obesitas pada Mahasiswa Tingkat Akhir
Latar Belakang: Obesitas merupakan permasalahan gizi akibat adanya ketidakseimbangan asupan zat gizi dengan kebutuhan gizi. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya obesita...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN GIZI KURANG PADA REMAJA PUTRI DI SMPN KOTA JAMBI
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN GIZI KURANG PADA REMAJA PUTRI DI SMPN KOTA JAMBI
Abstrak
Pola makan yang baik akan mempengaruhi status gizi pada remaja. Salah satu masalah gizi yang disebabkan oleh pola makan yang tidak baik adalah gizi kurang pada remaja yang...

