Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS PEMASARAN BAWANG MERAH DI KECAMATAN PLAMPANG KABUPATEN SUMBAWA
View through CrossRef
Tujuan penelitian ini (1) untuk mengetahui saluran pemasaran bawang merah di Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa, (2) untuk menganalisis efesiensi pemasaran bawang merah di Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa, dan (3) untuk meganalisis biaya yang dikeluarkan oleh masing – masing saluran pemasaran bawang merah di Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa. Penentuan responden secara random sampling sebanyak 30 orang dan responden lembaga pemasaran ditentukan dengan menggunakan snowball sampling pada 4 orang pedagang pengumpul, 3 orang pedagang pengecer dan 1 orang pedagang Antar Pulau. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi efesiensi pemasaran, dan analisis perilaku pasar. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Ada 2 saluran pemasaran bawang merah yang ada di Desa Brang Kolong Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa yaitu: Petani – Pedagang Pengumpul – Pedagang Antar Pulau – Konsumen dan Petani – Pedagang Pengecer – Konsumen Akhir. (2) Pemasaran bawang merah di Desa Brang Kolong Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa cukup efesien karena total biaya terhadap total nilai produk berkisar antara 3,32% - 4,86%. Terhadap saluran pemasaran II lebih efisien dari saluran pemasaran I dan bahwa perubahan harga ditingkat pedagang ditransimisikan dengan sempurna ke tingkat petani sehingga pemasaran bawang merah tersebut efesien. (3) Besarnya total biaya pemasaran, total marjin pemasaran dan total keuntungan pada saluran pemasaran I yaitu dengan total biaya pemasaran yg dikeluarkan sebesar Rp. 1.406 (7,79%), total margin pemasaran sebesar Rp. 10.594 (57,14%), dan total keuntungan sebesar Rp. 12.000 (66,11%). Sedangkan pada saluran pemasaran II yaitu total biaya pemasaran sebesar Rp. 724 (4,53%), total margin pemasaran sebesar Rp. 4.276 (26,72%) dan total keuntungan sebesar Rp. 5.000 (31,25%) yang dikeluarkan dan diterima pada pemasaran bawang merah di Desa Brang Kolong Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa.
Title: ANALISIS PEMASARAN BAWANG MERAH DI KECAMATAN PLAMPANG KABUPATEN SUMBAWA
Description:
Tujuan penelitian ini (1) untuk mengetahui saluran pemasaran bawang merah di Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa, (2) untuk menganalisis efesiensi pemasaran bawang merah di Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa, dan (3) untuk meganalisis biaya yang dikeluarkan oleh masing – masing saluran pemasaran bawang merah di Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa.
Penentuan responden secara random sampling sebanyak 30 orang dan responden lembaga pemasaran ditentukan dengan menggunakan snowball sampling pada 4 orang pedagang pengumpul, 3 orang pedagang pengecer dan 1 orang pedagang Antar Pulau.
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi efesiensi pemasaran, dan analisis perilaku pasar.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Ada 2 saluran pemasaran bawang merah yang ada di Desa Brang Kolong Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa yaitu: Petani – Pedagang Pengumpul – Pedagang Antar Pulau – Konsumen dan Petani – Pedagang Pengecer – Konsumen Akhir.
(2) Pemasaran bawang merah di Desa Brang Kolong Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa cukup efesien karena total biaya terhadap total nilai produk berkisar antara 3,32% - 4,86%.
Terhadap saluran pemasaran II lebih efisien dari saluran pemasaran I dan bahwa perubahan harga ditingkat pedagang ditransimisikan dengan sempurna ke tingkat petani sehingga pemasaran bawang merah tersebut efesien.
(3) Besarnya total biaya pemasaran, total marjin pemasaran dan total keuntungan pada saluran pemasaran I yaitu dengan total biaya pemasaran yg dikeluarkan sebesar Rp.
1.
406 (7,79%), total margin pemasaran sebesar Rp.
10.
594 (57,14%), dan total keuntungan sebesar Rp.
12.
000 (66,11%).
Sedangkan pada saluran pemasaran II yaitu total biaya pemasaran sebesar Rp.
724 (4,53%), total margin pemasaran sebesar Rp.
4.
276 (26,72%) dan total keuntungan sebesar Rp.
5.
000 (31,25%) yang dikeluarkan dan diterima pada pemasaran bawang merah di Desa Brang Kolong Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PENGOPTIMALAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMANFAATAN PUPUK KANDANG AYAM
PENGOPTIMALAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMANFAATAN PUPUK KANDANG AYAM
Bawang merah (Allium Ascalonicum L.) merupakan family dari Lilyceae yang berasal dari Asia Tengah, yaitu sekitar Bangladesh, India, dan Pakistan. Bawang merah merupakan salah satu ...
POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN SENTRA PRODUKSI BAWANG MERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN SENTRA PRODUKSI BAWANG MERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
<pre>Bawang merah memiliki peran strategis dalam perekonomian Provinsi Sumatera Utara. Bawang merah merupakan salah satu komoditas utama sebagai penyumbang inflasi. Namun dem...
Strategi Pengembangan Agribisnis Komoditas Bawang Merah di Kabupaten Banyuwangi
Strategi Pengembangan Agribisnis Komoditas Bawang Merah di Kabupaten Banyuwangi
Shallots are vegetable commodities that have long been superior and have been intensively cultivated by many farmers. They belong to the group of non-substituted spices that functi...
Optimalisasi Petani Bawang Merah Melalui Alat Pengolah Bawang Merah 3 in 1
Optimalisasi Petani Bawang Merah Melalui Alat Pengolah Bawang Merah 3 in 1
Desa Tegalrejo merupakan salah satu desa penghasil bawang merah di daerah Tulungagung, dengan adanya kelompok tani maka pertanian di desa tersebut terbilang maju dan modern. Suko T...
PENINGKATAN VIABILITAS BENIH PORANG MELALUI MOISTURIZING EKSTRAK BAWANG MERAH
PENINGKATAN VIABILITAS BENIH PORANG MELALUI MOISTURIZING EKSTRAK BAWANG MERAH
Perbanyakan tanaman porang dapat dilakukan dengan cara generatif menggunakan biji. Namun, kendala yang dihadapi perbanyakan secara generatif yaitu adanya masa dormansi pada benih p...
PENGARUH AMELIORAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT
PENGARUH AMELIORAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggi, baik ditinjau dari sisi pemenuhan untuk konsumsi nasional, sebagai sumber peng...
Pengoptimalan Potensi Desa Gondosuli Melalui Pelatihan Pengolahan Bawang Merah Goreng Bagi Anggota Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Pengoptimalan Potensi Desa Gondosuli Melalui Pelatihan Pengolahan Bawang Merah Goreng Bagi Anggota Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Tanaman hortikultura merupakan salah satu komoditas pertanian yang potensial untuk mendukung pembangunan nasional, salah satunya adalah bawang merah. Kecamatan Tawangmangu merupaka...

