Javascript must be enabled to continue!
Analisa Pertumbuhan Isolat Cendawan Trichoderma sp. pada Berbagai Media Tumbuh Selektif
View through CrossRef
Cendawan Trichoderma sp. merupakan salah satu jenis cendawan yang memiliki peran sebagai hiperparasit pada beberapa jenis cendawan penyebab penyakit tanaman. Namun, perkembangbiakkannya masih umum menggunakan media PDA yang harganya relatif mahal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui media tumbuh yang paling efektif untuk pertumbuhan isolat cendawan Trichoderma sp. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Proteksi Politeknik LPP Yogyakarta dan Kebun Praktek Politeknik LPP Yogyakarta pada bulan Maret – Mei 2024. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak kelompok lengkap dengan M1 (Media perbanyakan menggunakan jagung), M2 (Media perbanyakan menggunakan kompos yang telah dicampur dengan kotoran kambing), M3 (Media perbanyakan menggunakan sekam padi), M4 (Media perbanyakan menggunakan limbah kulit kakao), M5 (Media perbanyakan menggunakan tandan kosong kelapa sawit). Parameter pengamatan meliputi diameter pertumbuhan cendawan (cm), berat media tumbuh (gram), waktu yang dibutuhkan cendawan untuk memenuhi media pada cawan petri (HSI), dan daya tumbuh cendawan (%). Analisis data menggunakan software IBM SPSS Statistic 25 dengan menggunakan uji ANOVA dan uji lanjut DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media jagung merupakan media tumbuh yang paling efektif. Namun, terdapat media alternatif lain yaitu media kulit kakao yang dapat digunakan sebagai media tumbuh cendawan Trichoderma sp.
Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari
Title: Analisa Pertumbuhan Isolat Cendawan Trichoderma sp. pada Berbagai Media Tumbuh Selektif
Description:
Cendawan Trichoderma sp.
merupakan salah satu jenis cendawan yang memiliki peran sebagai hiperparasit pada beberapa jenis cendawan penyebab penyakit tanaman.
Namun, perkembangbiakkannya masih umum menggunakan media PDA yang harganya relatif mahal.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui media tumbuh yang paling efektif untuk pertumbuhan isolat cendawan Trichoderma sp.
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Proteksi Politeknik LPP Yogyakarta dan Kebun Praktek Politeknik LPP Yogyakarta pada bulan Maret – Mei 2024.
Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak kelompok lengkap dengan M1 (Media perbanyakan menggunakan jagung), M2 (Media perbanyakan menggunakan kompos yang telah dicampur dengan kotoran kambing), M3 (Media perbanyakan menggunakan sekam padi), M4 (Media perbanyakan menggunakan limbah kulit kakao), M5 (Media perbanyakan menggunakan tandan kosong kelapa sawit).
Parameter pengamatan meliputi diameter pertumbuhan cendawan (cm), berat media tumbuh (gram), waktu yang dibutuhkan cendawan untuk memenuhi media pada cawan petri (HSI), dan daya tumbuh cendawan (%).
Analisis data menggunakan software IBM SPSS Statistic 25 dengan menggunakan uji ANOVA dan uji lanjut DMRT.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa media jagung merupakan media tumbuh yang paling efektif.
Namun, terdapat media alternatif lain yaitu media kulit kakao yang dapat digunakan sebagai media tumbuh cendawan Trichoderma sp.
Related Results
UJI KEMEMPANAN ISOLAT Trichoderma sp. TERHADAP NEMATODA PURU AKAR TOMAT
UJI KEMEMPANAN ISOLAT Trichoderma sp. TERHADAP NEMATODA PURU AKAR TOMAT
Nematoda puru akar (Meloidogyne sp.) merupakan salah satu kendala dalam budidaya tomat. Pengendalian hayati dengan menggunakan mikroba antagonis Trichoderma sp. adalah alternatif p...
Potensi Isolat Cendawan dari Serasah Mahoni dan Akasia sebagai Dekomposer
Potensi Isolat Cendawan dari Serasah Mahoni dan Akasia sebagai Dekomposer
Potensi keanekaragaman hayati termasuk mikroorganisme yang berinteraksi dengan tegakan yang ada di Hutan Pendidikan Unhas belum banyak dieksplorasi. Tegakan tersebut memiliki limba...
EKSPLORASI CENDAWAN ENDOFIT ISOLAT LOKAL DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH CABAI (Capsicum annuum)
EKSPLORASI CENDAWAN ENDOFIT ISOLAT LOKAL DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH CABAI (Capsicum annuum)
Cendawan endofit hidup di dalam jaringan tanaman, tanpa menimbulkan gejala penyakit, bersimbiosis mutualisme dengan tanaman inang. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan cendawan...
Isolasi, Identifikasi, dan Karakterisasi Cendawan Blas Pyricularia oryzae Hasil Rejuvenasi
Isolasi, Identifikasi, dan Karakterisasi Cendawan Blas Pyricularia oryzae Hasil Rejuvenasi
<p>Isolation, Identificaton, and Charaterization of Blast Fungus Pyricularia oryzae Derived from Rejuvenation. Puji Lestari, Wawan, Tri P. Priyatno, Wening Enggarini, Reflinu...
EFEKTIVITAS PENGHAMBATAN BAKTERI KITINOLITIK TERHADAP Fusarium proliferatum
EFEKTIVITAS PENGHAMBATAN BAKTERI KITINOLITIK TERHADAP Fusarium proliferatum
Fusarium spp. merupakan penyebab penyakit pada beberapa jenis tanaman salah satunya bawang merah sehingga dapat menurunkan produktivitas tanaman bawang merah (Allium cepa L.). Bakt...
Pengaruh jenis dan Metode Aplikasi Cendawan Endofit Terhadap Perkecambahan Benih Aren
Pengaruh jenis dan Metode Aplikasi Cendawan Endofit Terhadap Perkecambahan Benih Aren
Benih aren memiliki masa dormansi lama sehingga perlu upaya untuk mempercepat perkecambahan benih aren, salah satunya dengan menggunakan cendawan endofit. Tujuan penelitian adalah ...
Eksplorasi dan Identifikasi Morfologi Cendawan Entomopatogen Isolat Lokal Sulawesi Selatan sebagai Calon Biopestisida Potensial
Eksplorasi dan Identifikasi Morfologi Cendawan Entomopatogen Isolat Lokal Sulawesi Selatan sebagai Calon Biopestisida Potensial
Cendawan entomopatogen merupakan salah satu jenis agens hayati yang potensial digunakan sebagai biopestisida dalam pengendalian hama. Untuk mendapatkan cendawan entomopatogen yang ...
The Isolation and Characterization of Antagonist Trichoderma spp. from the Soil of Abha, Saudi Arabia
The Isolation and Characterization of Antagonist Trichoderma spp. from the Soil of Abha, Saudi Arabia
Background: The genus Trichoderma is widely spread in the environment, mainly in soils. Trichoderma are filamentous fungi and are used in a wide range of fields to manage plant pat...

