Javascript must be enabled to continue!
PENGARUH JENIS KAYU TERHADAP KUALITAS ASAP CAIR
View through CrossRef
Indonesia sebagai negara tropis memiliki potensi kayu yang sangat besar dan akan menghasilkan limbah, salah satu teknologi aplikatif yang dapat dikembangkan dari limbah kayu adalah mengolahnya menjadi asap cair. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas asap cair yang diproduksi dari beberapa jenis biomassa berupa kayu jati, kayu mahoni dan kayu campuran. Metodologi yang dilakukan adalah pertama kayu dikeringkan menggunakan sinar matahari dan dikecilkan ukurannya. Massa kayu 100 gram dimasukkan ke dalam tangki pembakaran yang tutup dengan rapat, pembakaran dilakukan selama 45 menit menggunakan pemanas tungku konvensional. Uap hasil pembakaran mengalir melalui pipa dan melewati tangki kondensor, kemudian hasil kondensasi akan ditampung sebagai asap cair. Hasil asap cair akan dianalisis densitas, pH, % yield dan warna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yield paling besar dihasilkan pada biomassa jenis kayu campuran sebesar 25%, dengan densitas 3,65 g/cm3, pH yang dihasilkan < 5 dan berwarna coklat. Berdasarkan hasil tersebut asap cair yang dihasilkan tergolong asap cair grade 3.
Politeknik Negeri Malang
Title: PENGARUH JENIS KAYU TERHADAP KUALITAS ASAP CAIR
Description:
Indonesia sebagai negara tropis memiliki potensi kayu yang sangat besar dan akan menghasilkan limbah, salah satu teknologi aplikatif yang dapat dikembangkan dari limbah kayu adalah mengolahnya menjadi asap cair.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas asap cair yang diproduksi dari beberapa jenis biomassa berupa kayu jati, kayu mahoni dan kayu campuran.
Metodologi yang dilakukan adalah pertama kayu dikeringkan menggunakan sinar matahari dan dikecilkan ukurannya.
Massa kayu 100 gram dimasukkan ke dalam tangki pembakaran yang tutup dengan rapat, pembakaran dilakukan selama 45 menit menggunakan pemanas tungku konvensional.
Uap hasil pembakaran mengalir melalui pipa dan melewati tangki kondensor, kemudian hasil kondensasi akan ditampung sebagai asap cair.
Hasil asap cair akan dianalisis densitas, pH, % yield dan warna.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa yield paling besar dihasilkan pada biomassa jenis kayu campuran sebesar 25%, dengan densitas 3,65 g/cm3, pH yang dihasilkan < 5 dan berwarna coklat.
Berdasarkan hasil tersebut asap cair yang dihasilkan tergolong asap cair grade 3.
.
Related Results
Karakteristik Fisiko Kimia Dan Polisiklik Aromatik Hidrokarbon Ikan Julung (Hemirhampus marginatus) Asap Cair Cangkang Pala
Karakteristik Fisiko Kimia Dan Polisiklik Aromatik Hidrokarbon Ikan Julung (Hemirhampus marginatus) Asap Cair Cangkang Pala
Tujuan penelitian yaitu: menentukan konsentrasi dan lama perendaman dalam larutan asap cair yang optimum melalui percobaan untuk mengaplikasikan asap cair hasil pirolisis cangkang ...
STUDI PENGOLAHAN LIMBAH TEMPURUNG KELAPA DENGAN METODE PIROLISIS UNTUK MENGHASILKAN ASAP CAIR
STUDI PENGOLAHAN LIMBAH TEMPURUNG KELAPA DENGAN METODE PIROLISIS UNTUK MENGHASILKAN ASAP CAIR
Indonesia merupakan negara penghasil kelapa terbesar di dunia, salah satu daerah yang menghasilkan kelapa adalah Sumatera barat. Bertambahnya produksi kelapa, maka bertambahnya lim...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
PENGARUH JENIS DAN RASIO PENAMBAHAN ADSORBEN PADA PEMURNIAN ASAP CAIR
PENGARUH JENIS DAN RASIO PENAMBAHAN ADSORBEN PADA PEMURNIAN ASAP CAIR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan rasio penambahan adsorben pada pemurnian asap cair. Asap cair yang digunakan adalah asap cair grade 3 dari bahan tempur...
Pemanfaatan Asap Cair Tempurung Kelapa Sebagai Pestisida Organik Terhadap Mortalitas Ulat Grayak (Spodoptera Litura F.)
Pemanfaatan Asap Cair Tempurung Kelapa Sebagai Pestisida Organik Terhadap Mortalitas Ulat Grayak (Spodoptera Litura F.)
This study aims to determine the effect of the concentration of liquid smoke coconut shell on mortality against armyworm. Research conducted at the Chemical Laboratory of the State...
KARAKTERISASI SIFAT FISIS, MEKANIS DAN REDAMAN AKUSTIK KAYU LOKAL SEBAGAI BAHAN ALAT MUSIK
KARAKTERISASI SIFAT FISIS, MEKANIS DAN REDAMAN AKUSTIK KAYU LOKAL SEBAGAI BAHAN ALAT MUSIK
Tanaman hutan tropis seperti gempol, sonokeling, mahoni, trembesi dan duren tumbuh subur. Selama ini pemanfaatan kayu hutan tersebut hanya digunakan untuk bahan mebelair serta kons...
PEMANFAATAN KAYU SEBAGAI BAHAN STRUKTUR BANGUNAN
PEMANFAATAN KAYU SEBAGAI BAHAN STRUKTUR BANGUNAN
Upaya penanaman kembali hutan-hutan yang gundul sudah dilakukan berbagai fihak, baikpemegang HPH maupun pemerintah melalui pemilihan bibit-bibit pohon denganpertumbuhan amat cepat ...
POTENSI ASAP CAIR PADA PRODUKSI ARANG KAYU MODEL DESA RANGGANG TANAH LAUT
POTENSI ASAP CAIR PADA PRODUKSI ARANG KAYU MODEL DESA RANGGANG TANAH LAUT
Abstrak- Desa ranggang merupakan sentra produksi arang kayu di Kalimantan Selatan. Arang kayu diproduksi dalam tungku dari tanah liat berbentuk kubah dengan diameter sekitar 4 mete...

