Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Perancangan Markas Besar Pemadam Kebakaran di Semarang

View through CrossRef
Pemadam kebakaran (BRANDWEER) adalah orang atau pasukan yang bertugas memadamkan kebakaran, melakukan penyelamatan, dan menanggulangi musibah atau bencana alam lainya. Dinas Pemadam Kebakaran dalam sejarah Kota Semarang sama tuanya dengan sejarah Pemerintahan Kota Semarang. Dengan perkembangan masyarakat dan pertumbuhan pembangunan menuntut adanya peran pemerintah dalam mengelola Unit Pemadam Kebakaran ini. Tapi banyak juga masyarakat yang meremehkan petugas damkar ini dibuktikan dengan masih banyaknya masyarakat yang ikut campur saat petugas sedang bertugas. Mulai dari perebutan selang penyemprot dan pemukulan terhadap petugas yang dikira melarikan diri saat bertugas. Markas Besar Pemadam Kebakaran Di Semarang merupakan tempat akomodasi pelatihan pasukan pemadam yang mewadahi pelatihan anggota yang memiliki penempatan wilayah dinas di Jawa Tengah. Tujuan bangunan ini adalah sebagai contoh standarisasi keamanan bencana kebakaran yang harus di terapkan di semua bangunan selain itu, Markas besar juga sebagai tempat pelatihan anggota pemadam se Jawa Tengah. Dikarenakan bangunan markas besar pemadam kebakaran sangat di pentingkan di segi sirkulasi aktivitas maka langgam arsitektur yang digunakan adalah arsitektur modern, arsitektur modern merupakan gaya arsitektur statis yang berkembang pada masa pra-industrial sebagai bentuk dari revolusi dari gaya arsitektur tradisional. Pengaplikasiannya dilakukan secara zoning, denah, sirkulasi, maupun fasad. Diharapkan rancangan ini berguna dan memberikan inspirasi bagi pembaca.
Title: Perancangan Markas Besar Pemadam Kebakaran di Semarang
Description:
Pemadam kebakaran (BRANDWEER) adalah orang atau pasukan yang bertugas memadamkan kebakaran, melakukan penyelamatan, dan menanggulangi musibah atau bencana alam lainya.
Dinas Pemadam Kebakaran dalam sejarah Kota Semarang sama tuanya dengan sejarah Pemerintahan Kota Semarang.
Dengan perkembangan masyarakat dan pertumbuhan pembangunan menuntut adanya peran pemerintah dalam mengelola Unit Pemadam Kebakaran ini.
Tapi banyak juga masyarakat yang meremehkan petugas damkar ini dibuktikan dengan masih banyaknya masyarakat yang ikut campur saat petugas sedang bertugas.
Mulai dari perebutan selang penyemprot dan pemukulan terhadap petugas yang dikira melarikan diri saat bertugas.
Markas Besar Pemadam Kebakaran Di Semarang merupakan tempat akomodasi pelatihan pasukan pemadam yang mewadahi pelatihan anggota yang memiliki penempatan wilayah dinas di Jawa Tengah.
Tujuan bangunan ini adalah sebagai contoh standarisasi keamanan bencana kebakaran yang harus di terapkan di semua bangunan selain itu, Markas besar juga sebagai tempat pelatihan anggota pemadam se Jawa Tengah.
Dikarenakan bangunan markas besar pemadam kebakaran sangat di pentingkan di segi sirkulasi aktivitas maka langgam arsitektur yang digunakan adalah arsitektur modern, arsitektur modern merupakan gaya arsitektur statis yang berkembang pada masa pra-industrial sebagai bentuk dari revolusi dari gaya arsitektur tradisional.
Pengaplikasiannya dilakukan secara zoning, denah, sirkulasi, maupun fasad.
Diharapkan rancangan ini berguna dan memberikan inspirasi bagi pembaca.

Related Results

SEMAR: SOSIALISASI NOMOR DARURAT PEMADAM KEBAKARAN POS CILEUNYI
SEMAR: SOSIALISASI NOMOR DARURAT PEMADAM KEBAKARAN POS CILEUNYI
Kebakaran merupakan salah satu bencana yang kerap kali terjadi di pemukiman penduduk yang dapat menyebabkan kerusakan, kerugian serta memakan korban jiwa. Dengan begitu diperlukan ...
Gambaran Umum Proses yang Terjadi dalam Investigasi Kebakaran Liar)
Gambaran Umum Proses yang Terjadi dalam Investigasi Kebakaran Liar)
Investigasi kebakaran hutan secara proaktif memberikan pemahaman yang lebih baik kepada manajer kehutanan, kebakaran, dan penegak hukum tentang kecenderungan penyebab kebakaran hut...
Mitigasi Kebakaran melalui Masyarakat
Mitigasi Kebakaran melalui Masyarakat
Upaya dini pencegahan kebakaran telah mampu menurunkan risiko kecelakaan di lingkungan permukiman padat perkotaan. Penelitian ini bertujuanuntuk mengidentifikasi kebutuhan masyarak...
Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Anggota Pemadam Kebakaran Terbaik Kabupaten Lima Puluh Kota Dengan Metode Weighted Sum Model
Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Anggota Pemadam Kebakaran Terbaik Kabupaten Lima Puluh Kota Dengan Metode Weighted Sum Model
Pemadam Kebakaran di Kabupaten Lima Puluh Kota adalah sebuah kantor dinas pemadam kebakaran yang ingin melakukan pemilihan anggota terbaik atas kinerja dalam bertugas. Dalam melaks...
ANALISIS VISUAL TENTANG POLA KEBAKARAN HUTAN: STUDI KASUS MENGGUNAKAN DATA INDEKS CUACA DAN AREA TERBAKAR
ANALISIS VISUAL TENTANG POLA KEBAKARAN HUTAN: STUDI KASUS MENGGUNAKAN DATA INDEKS CUACA DAN AREA TERBAKAR
Kebakaran hutan menyebabkan kerugian yang signifikan dalam bentuk kerusakan habitat, emisi gasrumah kaca, hilangnya kehidupan satwa liar, dan bahkan hilangnya nyawa manusia. Untuk ...
Upaya Perawatan Alat Pemadam Api Jenis Portable Foam DI MT. KATOMAS
Upaya Perawatan Alat Pemadam Api Jenis Portable Foam DI MT. KATOMAS
When there is combustion there are three main components that cause the fire which is commonly called the Fire Triangle. The fire triangle itself consists of unified and balanced H...
Pengaruh psychological capital dan kepuasan kerja terhadap psychological well-being pada petugas pemadam kebakaran
Pengaruh psychological capital dan kepuasan kerja terhadap psychological well-being pada petugas pemadam kebakaran
Dalam penelitian ini akan dilihat apakah psychological well-being pada petugas pemadam kebakaran dipengaruhi oleh psychological capital dan kepuasan kerja. Berdasarkan tujuan terse...
Perancangan Sistem Alarm Kebakaran Berbasis IoT
Perancangan Sistem Alarm Kebakaran Berbasis IoT
Tingkat kebakaran di Indonesia sangatlah tinggi, resiko dan dampak dari bencana kebakaran sangatlah tinggi, dari data dinas pemadaman kebakaran saja bencana kebakaran adalah bencan...

Back to Top