Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Merdeka atas Konflik: Membangun Teologi Konflik Berdasarkan Konflik Filemon dengan Onesimus dalam Surat Filemon

View through CrossRef
Conflict is an unavoidable reality, even within the church, which often becomes trapped in internal disputes. This situation necessitates a biblical theological model for conflict resolution. This research aims to construct a theology of conflict based on an analysis of the Epistle to Philemon, specifically focusing on the conflict between Philemon and Onesimus. Using a qualitative method through a literature review and biblical exegesis, this study examines the conflict resolution strategy employed by the Apostle Paul. The findings indicate that Paul did not merely mediate but implemented a transformative, Gospel-centered approach, which included persuasive communication, assumption of responsibility, and total forgiveness that changed the relationship from master-slave to brothers in faith. This concept is formulated as "freedom from conflict," a liberation that frees from oppressive structures, enables love and forgiveness, and actualizes a harmonious fellowship as the body of Christ. In conclusion, the Epistle to Philemon offers an evangelical paradigm of reconciliation as a fundamental solution for personal and communal conflicts in the contemporary church. AbstrakKonflik merupakan realitas yang tak terhindarkan bahkan di dalam gereja, yang sering kali terjebak dalam perselisihan internal. Kondisi ini mendesak adanya sebuah model teologis untuk penyelesaian konflik yang alkitabiah. Penelitian ini bertujuan membangun teologi konflik berdasarkan analisis terhadap Surat Filemon, khususnya pada konflik antara Filemon dan Onesimus. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan studi pustaka dan eksegesis biblika, penelitian ini mengkaji strategi resolusi konflik yang diterapkan oleh Rasul Paulus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Paulus tidak sekadar menengahi, tetapi menerapkan pendekatan transformatif yang berpusat pada Injil, meliputi komunikasi persuasif, pengambilalihan tanggung jawab, dan pengampunan total yang mengubah relasi dari tuan-hamba menjadi saudara seiman. Konsep ini dirumuskan sebagai "merdeka atas konflik," sebuah kemerdekaan yang membebaskan dari struktur penindasan, memampukan untuk mengasihi dan mengampuni, serta mewujudkan persekutuan yang rukun sebagai tubuh Kristus. Kesimpulannya, Surat Filemon menawarkan sebuah paradigma rekonsiliasi yang Injili sebagai solusi fundamental bagi konflik personal dan komunal di dalam gereja masa kini.
Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara
Title: Merdeka atas Konflik: Membangun Teologi Konflik Berdasarkan Konflik Filemon dengan Onesimus dalam Surat Filemon
Description:
Conflict is an unavoidable reality, even within the church, which often becomes trapped in internal disputes.
This situation necessitates a biblical theological model for conflict resolution.
This research aims to construct a theology of conflict based on an analysis of the Epistle to Philemon, specifically focusing on the conflict between Philemon and Onesimus.
Using a qualitative method through a literature review and biblical exegesis, this study examines the conflict resolution strategy employed by the Apostle Paul.
The findings indicate that Paul did not merely mediate but implemented a transformative, Gospel-centered approach, which included persuasive communication, assumption of responsibility, and total forgiveness that changed the relationship from master-slave to brothers in faith.
This concept is formulated as "freedom from conflict," a liberation that frees from oppressive structures, enables love and forgiveness, and actualizes a harmonious fellowship as the body of Christ.
In conclusion, the Epistle to Philemon offers an evangelical paradigm of reconciliation as a fundamental solution for personal and communal conflicts in the contemporary church.
 AbstrakKonflik merupakan realitas yang tak terhindarkan bahkan di dalam gereja, yang sering kali terjebak dalam perselisihan internal.
Kondisi ini mendesak adanya sebuah model teologis untuk penyelesaian konflik yang alkitabiah.
Penelitian ini bertujuan membangun teologi konflik berdasarkan analisis terhadap Surat Filemon, khususnya pada konflik antara Filemon dan Onesimus.
Dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan studi pustaka dan eksegesis biblika, penelitian ini mengkaji strategi resolusi konflik yang diterapkan oleh Rasul Paulus.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Paulus tidak sekadar menengahi, tetapi menerapkan pendekatan transformatif yang berpusat pada Injil, meliputi komunikasi persuasif, pengambilalihan tanggung jawab, dan pengampunan total yang mengubah relasi dari tuan-hamba menjadi saudara seiman.
Konsep ini dirumuskan sebagai "merdeka atas konflik," sebuah kemerdekaan yang membebaskan dari struktur penindasan, memampukan untuk mengasihi dan mengampuni, serta mewujudkan persekutuan yang rukun sebagai tubuh Kristus.
Kesimpulannya, Surat Filemon menawarkan sebuah paradigma rekonsiliasi yang Injili sebagai solusi fundamental bagi konflik personal dan komunal di dalam gereja masa kini.

Related Results

Analisis Wacana Surat Filemon
Analisis Wacana Surat Filemon
Perkembangan studi linguistik di dalam penafsiran teks kitab suci memang masih lambat dan dalam tahap perkembangan. Tulisan ini adalah suatu penelitian untuk mengembangkan studi li...
Pendekatan Postcolonialism Terhadap Surat Filemon:
Pendekatan Postcolonialism Terhadap Surat Filemon:
Perbudakan di kekaisaran Romawi kuno merupakan realitas penting yang berkontribusi dalam bagaimana cara kita melakukan interpretasi terhadap teks-teks Alkitab yang lahir pada masa ...
HUBUNGAN TEOLOGI BIBLIKA DENGAN DIVISI-DIVISI LAIN DALAM DISIPLIN ILMU TEOLOGI
HUBUNGAN TEOLOGI BIBLIKA DENGAN DIVISI-DIVISI LAIN DALAM DISIPLIN ILMU TEOLOGI
Abstract: The Bible is the holy book of Christians. In the academic field of theology, the Bible is the main capital of the book which is the subject that must be learned. Learn th...
TEOLOGI KONTEMPORER: KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN
TEOLOGI KONTEMPORER: KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN
Teologi kontemporer merupakan teologi yang selalu mengedepankan rasio dibandingkan iman. Teologi kontemporer merupakan hasil berpikir dari historis kritis para teolog. Teologi ini ...
SISTEM INFORMASI PENDATAAN SURAT PADA INSTANSI PEMERINTAHAN
SISTEM INFORMASI PENDATAAN SURAT PADA INSTANSI PEMERINTAHAN
Sebuah instansi membutuhkan sistem informasi yang dapat membantu dalam pengelolaan surat. Pengelolaan surat di instansi yang menggunakan manual sering terjadi kesalahan dalam penyi...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Web Based Incoming and Outgoing Mail Management Information System with CodeIgniter Framework
Web Based Incoming and Outgoing Mail Management Information System with CodeIgniter Framework
Kecamatan Rancaekek masih menggunakan surat sebagai sarana berkomunikasi baik kepada masyarakat maupun instansi lainnya. Dalam setiap hari banyak surat masuk dan surat keluar yang ...
Surat Resmi Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Bengkalis Berbasis File Elektronik
Surat Resmi Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Bengkalis Berbasis File Elektronik
Intisari - Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Bengkalis membutuhkan pengelolaan dokumen kearsipan secara rapi dan terstruktur karena selama ini dalam menangani do...

Back to Top