Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Studi Literatur Sistem Penghantaran Teknologi Kosmetik Berbasis Peptida sebagai Pencerah Kulit

View through CrossRef
Abstract. Hyperpigmentation disorders such as melasma, lentigines, and post-inflammatory hyperpigmentation have driven the development of safer and more effective skin-brightening cosmetics. Peptides are promising alternatives to conventional agents due to their specific mechanisms of action, including inhibition of tyrosinase activity, downregulation of MITF, TRP-1, TRP-2, and MC1R gene expression, as well as blocking melanosome transfer. This study aims to explore the mechanisms, types, effectiveness, and safety of peptides in cosmetic formulations through a systematic literature review. The results show that peptides can be classified into enzyme-inhibiting peptides, melanosome transfer-inhibiting peptides, and carrier peptides. Their effectiveness is significantly influenced by the delivery system used such as liposomes and microneedles which improve skin penetration and stability. In addition, peptides have high biocompatibility and a low risk of irritation, making them safe for sensitive skin. Therefore, peptides hold great potential as effective and sustainable skin-brightening agents in modern cosmetic formulations. Abstrak. Permasalahan hiperpigmentasi seperti melasma, lentigines, dan hiperpigmentasi pasca-inflamasi mendorong pengembangan kosmetik pencerah kulit yang lebih aman dan efektif. Peptida menjadi alternatif bahan aktif yang menjanjikan karena memiliki mekanisme kerja spesifik seperti menghambat aktivitas tirosinase, menurunkan ekspresi gen MITF, TRP-1, TRP-2, MC1R, serta menghambat transfer melanosom. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mekanisme kerja, jenis, efektivitas, dan keamanan penggunaan peptida dalam kosmetik pencerah kulit melalui metode systematic literature review. Hasil kajian menunjukkan bahwa peptida dalam kosmetik dapat diklasifikasikan menjadi peptida penghambat enzim, peptida penghambat transfer melanosom, dan peptida pembawa. Efektivitas peptida sangat bergantung pada sistem penghantaran yang digunakan, seperti liposom dan microneedle, yang terbukti mampu meningkatkan penetrasi dan stabilitas bahan aktif. Selain itu, peptida memiliki biokompatibilitas tinggi dan risiko iritasi yang rendah, menjadikannya bahan aktif yang aman untuk kulit sensitif. Dengan demikian, peptida berpotensi besar sebagai bahan pencerah kulit yang efektif dan berkelanjutan dalam industri kosmetik.
Title: Studi Literatur Sistem Penghantaran Teknologi Kosmetik Berbasis Peptida sebagai Pencerah Kulit
Description:
Abstract.
Hyperpigmentation disorders such as melasma, lentigines, and post-inflammatory hyperpigmentation have driven the development of safer and more effective skin-brightening cosmetics.
Peptides are promising alternatives to conventional agents due to their specific mechanisms of action, including inhibition of tyrosinase activity, downregulation of MITF, TRP-1, TRP-2, and MC1R gene expression, as well as blocking melanosome transfer.
This study aims to explore the mechanisms, types, effectiveness, and safety of peptides in cosmetic formulations through a systematic literature review.
The results show that peptides can be classified into enzyme-inhibiting peptides, melanosome transfer-inhibiting peptides, and carrier peptides.
Their effectiveness is significantly influenced by the delivery system used such as liposomes and microneedles which improve skin penetration and stability.
In addition, peptides have high biocompatibility and a low risk of irritation, making them safe for sensitive skin.
Therefore, peptides hold great potential as effective and sustainable skin-brightening agents in modern cosmetic formulations.
Abstrak.
Permasalahan hiperpigmentasi seperti melasma, lentigines, dan hiperpigmentasi pasca-inflamasi mendorong pengembangan kosmetik pencerah kulit yang lebih aman dan efektif.
Peptida menjadi alternatif bahan aktif yang menjanjikan karena memiliki mekanisme kerja spesifik seperti menghambat aktivitas tirosinase, menurunkan ekspresi gen MITF, TRP-1, TRP-2, MC1R, serta menghambat transfer melanosom.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mekanisme kerja, jenis, efektivitas, dan keamanan penggunaan peptida dalam kosmetik pencerah kulit melalui metode systematic literature review.
Hasil kajian menunjukkan bahwa peptida dalam kosmetik dapat diklasifikasikan menjadi peptida penghambat enzim, peptida penghambat transfer melanosom, dan peptida pembawa.
Efektivitas peptida sangat bergantung pada sistem penghantaran yang digunakan, seperti liposom dan microneedle, yang terbukti mampu meningkatkan penetrasi dan stabilitas bahan aktif.
Selain itu, peptida memiliki biokompatibilitas tinggi dan risiko iritasi yang rendah, menjadikannya bahan aktif yang aman untuk kulit sensitif.
Dengan demikian, peptida berpotensi besar sebagai bahan pencerah kulit yang efektif dan berkelanjutan dalam industri kosmetik.

Related Results

Peran Teknologi Nanoemulsi untuk Pengembangan Mutu Kosmetik dari Herbal Asli Indonesia
Peran Teknologi Nanoemulsi untuk Pengembangan Mutu Kosmetik dari Herbal Asli Indonesia
Indonesia merupakan negara dengan kekayaan herbal yang sangat melimpah, memiliki potensi kekayaan herbal terbesar di dunia setelah Brasil Akan tetapi pemanfaatannya masih terbatas....
Perancangan Sistem Informasi Penjualan Kosmetik Berbasis Web
Perancangan Sistem Informasi Penjualan Kosmetik Berbasis Web
Sistem informasi penjualan kosmetik berbasis web merupakan sistem informasi yang menawarkan produk kosmetik. Namun, banyak situs web yang hanya menjual kosmetik, tetapi tidak memen...
Kajian Teknologi Sistem Penghantaran Sediaan Topikal Mengandung Bakcuhiol sebagai Antiaging
Kajian Teknologi Sistem Penghantaran Sediaan Topikal Mengandung Bakcuhiol sebagai Antiaging
Abstract. Skin aging is a natural process that can be influenced by environmental factors such as exposure to ultraviolet (UV) rays, pollution, and unhealthy lifestyles. Bakuchiol,...
Rancang Bangun Prototipe Alat Pengukuran Suhu Kerut Kulit Tersamak Analog
Rancang Bangun Prototipe Alat Pengukuran Suhu Kerut Kulit Tersamak Analog
Proses penyamakan kulit merupakan suatu proses konversi bahan organik yang mudah membusuk menjadi bahan stabil yang mampu menahan serangan biokimia Salah satu parameter penting dal...
Analisis Pengaruh Labelisasi Halal Terhadap Keputusan Pembelian Produk Kosmetik: Studi Kasus Kota Pontianak
Analisis Pengaruh Labelisasi Halal Terhadap Keputusan Pembelian Produk Kosmetik: Studi Kasus Kota Pontianak
AbstractKeyakinan dan pemahaman konsumen terhadap kehalalan dan keharaman suatu produk menjadi pertimbangan utama dalam aktifitas konsumsi. Keputusan membeli Kosmetik berlabel hala...
EDUKASI PENGGUNAAN KOSMETIK TRADISIONAL YANG AMAN DI KALANGAN REMAJA SMK
EDUKASI PENGGUNAAN KOSMETIK TRADISIONAL YANG AMAN DI KALANGAN REMAJA SMK
Kosmetik yang beredar di masyarakat dapat berupa kosmetik tradisional dan kosmetik berbahan senyawa kimia. Produk kosmetik ini digunakan untuk merawat dan melindungi kulit dari sen...
Pemanfaatan Kulit Pisang (Musa paradisiaca) Menjadi Donat Tinggi Kalsium
Pemanfaatan Kulit Pisang (Musa paradisiaca) Menjadi Donat Tinggi Kalsium
Tujuan dari penelitian ini adalah: memanfaatkan limbah kulit pisang menjadi salah satu produk pangan tinggi kalsium yaitu berupa donat dan mengetahui formulasi tepung terigu : kuli...
Review: Potensi Biopolimer Kitosan Dalam Sistem Penghantaran Obat
Review: Potensi Biopolimer Kitosan Dalam Sistem Penghantaran Obat
Kitosan merupakan polisakarida alami yang bersifat kationik sehingga dapat melekat pada jaringan keras dan lunak. Kitosan diperoleh dari kitin melalui proses deasetilasi dan berasa...

Back to Top