Javascript must be enabled to continue!
Perancangan Site Plan Kampung Adat Kuta
View through CrossRef
Abstract. The existence of Kuta Traditional Village in Ciamis Regency is crucial because of the traditional values that must be expressed in the spatial concept, as well as local values and natural conditions. This research aims to develop an architectural design concept that is responsive to local culture and disaster response for the Kuta Traditional Village site plan. The research method involved field surveys, analysis of local cultural conditions, and mapping of disaster risks in the area. A participatory approach with local communities and stakeholders was also applied to understand the needs and aspirations of the community. The research results are expected to produce a site plan design guide framework that combines local cultural values with disaster response infrastructure. The design includes multifunctional public open spaces, integration of vernacular architecture with modern environmentally friendly technology, and land use planning that takes into account disaster risk mitigation such as earthquakes and fires. This research is expected to make a significant contribution to the practice of designing cultural architecture that is responsive to the challenges of natural disasters, as well as a reference for the development of a sustainable Kampung Adat Kuta area that strengthens local cultural identity while being able to mitigate disaster risks.
Abstrak. KKeberadaan Kampung Adat Kuta di Kabupaten Ciamis krusial karena nilai adat yang harus dituangkan dalam konsep tata ruang, serta nilai lokal dan kondisi alamnya. Penelitian ini bertujuan mengembangkan konsep perancangan arsitektur yang responsif terhadap budaya lokal dan tanggap bencana untuk site plan Kampung Adat Kuta. Metode penelitian melibatkan survei lapangan, analisis kondisi budaya lokal, serta pemetaan risiko bencana di kawasan tersebut. Pendekatan partisipatif dengan komunitas setempat dan pemangku kepentingan juga diterapkan untuk memahami kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Hasil penelitian diharapkan menghasilkan kerangka panduan perancangan site plan yang menggabungkan nilai-nilai budaya lokal dengan infrastruktur tanggap bencana. Desain mencakup ruang terbuka publik multifungsi, integrasi arsitektur vernakular dengan teknologi modern yang ramah lingkungan, serta perencanaan tata guna lahan yang memperhatikan mitigasi risiko bencana seperti gempa bumi dan kebakaran. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi signifikan dalam praktek perancangan arsitektur budaya yang responsif terhadap tantangan bencana alam, serta menjadi acuan bagi pengembangan kawasan Kampung Adat Kuta yang berkelanjutan dan memperkuat identitas budaya lokal sambil mampu menanggulangi risiko bencana.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Perancangan Site Plan Kampung Adat Kuta
Description:
Abstract.
The existence of Kuta Traditional Village in Ciamis Regency is crucial because of the traditional values that must be expressed in the spatial concept, as well as local values and natural conditions.
This research aims to develop an architectural design concept that is responsive to local culture and disaster response for the Kuta Traditional Village site plan.
The research method involved field surveys, analysis of local cultural conditions, and mapping of disaster risks in the area.
A participatory approach with local communities and stakeholders was also applied to understand the needs and aspirations of the community.
The research results are expected to produce a site plan design guide framework that combines local cultural values with disaster response infrastructure.
The design includes multifunctional public open spaces, integration of vernacular architecture with modern environmentally friendly technology, and land use planning that takes into account disaster risk mitigation such as earthquakes and fires.
This research is expected to make a significant contribution to the practice of designing cultural architecture that is responsive to the challenges of natural disasters, as well as a reference for the development of a sustainable Kampung Adat Kuta area that strengthens local cultural identity while being able to mitigate disaster risks.
Abstrak.
KKeberadaan Kampung Adat Kuta di Kabupaten Ciamis krusial karena nilai adat yang harus dituangkan dalam konsep tata ruang, serta nilai lokal dan kondisi alamnya.
Penelitian ini bertujuan mengembangkan konsep perancangan arsitektur yang responsif terhadap budaya lokal dan tanggap bencana untuk site plan Kampung Adat Kuta.
Metode penelitian melibatkan survei lapangan, analisis kondisi budaya lokal, serta pemetaan risiko bencana di kawasan tersebut.
Pendekatan partisipatif dengan komunitas setempat dan pemangku kepentingan juga diterapkan untuk memahami kebutuhan dan aspirasi masyarakat.
Hasil penelitian diharapkan menghasilkan kerangka panduan perancangan site plan yang menggabungkan nilai-nilai budaya lokal dengan infrastruktur tanggap bencana.
Desain mencakup ruang terbuka publik multifungsi, integrasi arsitektur vernakular dengan teknologi modern yang ramah lingkungan, serta perencanaan tata guna lahan yang memperhatikan mitigasi risiko bencana seperti gempa bumi dan kebakaran.
Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi signifikan dalam praktek perancangan arsitektur budaya yang responsif terhadap tantangan bencana alam, serta menjadi acuan bagi pengembangan kawasan Kampung Adat Kuta yang berkelanjutan dan memperkuat identitas budaya lokal sambil mampu menanggulangi risiko bencana.
Related Results
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
Abstrak - Kampung Adat Cireundeu merupakan salah satu Kampung Adat yang masih eksis hingga saat ini. Kampung Adat Cireundeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selat...
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
The pattern of community activities in Tasikmalaya, Kampung Naga can be identified as a cultural transformation that exists in the neighborhood of the traditional house and can be ...
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
AbstractAdat Positive Legal Science was initiated to simplify Western People (officer, legal enforcer, scholar) to understand adat or adat law. There are two important process to p...
Marginalisasi Hukum Adat pada Masyarakat Adat The marginalization of adat law on adat communities
Marginalisasi Hukum Adat pada Masyarakat Adat The marginalization of adat law on adat communities
Tulisan ini berupaya melihat marjinalisasi adat, hukum adat serta implikasinya pada masyarakat adat. Dalam konteks Indonesia, meskipun Konstitusi dan beberapa aturan formal mengaku...
Analisis Strategi Pengelolaan Dana Kampung
Analisis Strategi Pengelolaan Dana Kampung
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tingkat kepatuhan implementasi UU No. 6 tahun 2014, dan pasal 100 PP No. 43 Tahun 2014 pada aparat kampung, menganalisis manfaat dana kampu...
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
Pemimpin desa adat dalam hal ini kelian desa merupakan pemegang otoritas utama dalam kepemerintahan desa adat di desa adat Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten ...
ARAHAN PENATAAN KAMPUNG TRADISIONAL WISATA BATIK KAUMAN SURAKARTA
ARAHAN PENATAAN KAMPUNG TRADISIONAL WISATA BATIK KAUMAN SURAKARTA
ABSTRACT Kampung Wisata Batik Kauman Surakarta is a village that grows among the villages in Java. The term Pakauman given by Keraton means the dwellings of 'kaum' or ulama. Kampun...
HUNIAN WARGA YANG ‘KOMPAK DAN BERKELANJUTAN’ DI KAMPUNG SAWAH, JAKARTA UTARA
HUNIAN WARGA YANG ‘KOMPAK DAN BERKELANJUTAN’ DI KAMPUNG SAWAH, JAKARTA UTARA
Urban sprawl due to limited land for living causes more residential development on the edge of the city. Land fragmentation results in the need for high mobility. With the characte...

