Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGALAMAN KEPALA RUANG DALAM MENGELOLA ADMINISTRASI RUANGAN DI RUMAH SAKIT “AMELIA” PARE, KEDIRI

View through CrossRef
Peran perawat di rumah sakit yaitu memberikan asuhan keperawatan, advocator, educator, colaborator, coordinator, conselor dan researcher. Kepala ruang sebagai pimpinan dalam ruang perawatan mempunyai kewajiban dalam semua peran tersebut. Pengelolaan suatu ruangan di rumah sakit tidak terlepas dari kegiatan administrasi yang teratur dan terarah oleh semua tim yang ada di ruangan dalam mencapai tujuan. Peran perawat yang komplek tersebut akan bertambah beban kerjanya jika kurang didukung dengan tenaga profesional lain untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di ruangan termasuk tenaga administrasi. Pelaksanaan administrasi tidaklah mudah kecuali oleh tenaga profesional yang telah mendapatkan pendidikan khusus keadministrasian. Masing-masing kepala ruangan mempunyai pengalaman pribadi ketika dituntut untuk menyelesaikan administrasi yang ada di ruangan tersebut. Tujuan dari penelitian kualitatif ini adalah untuk menemukan makna dari pengalaman mereka yang harus menyelesaikan semua permasalahan ruangan khususnya administrasi ruangan. Wawancara (indept intervew) dilakukan terhadap semua kepala ruang dari rumah sakit “Amellia” Pare Kediri sebagai partisipan pada penelitian ini untuk mengumpulkan data serta mendengarkan curahan hati tentang pengalamannya dalam mengelola administrasi ruangan. Setelah proses analisa data dan diskusi dengan beberapa peneliti kualitatif serta klarifikasi dan beberapa kepala ruang didapatkan sebanyak 6 (enam) tema, yaitu; merasa senang bisa membantu orang lain, bertanggungjawab atas keberhasilan akreditasi rumah sakit, bertanggungjawab atas masalah keperawatan di ruangan, merasa masalah ruangan tanggungjawab bersama staff, merasa beban berlebih karena administrasi selain urusan keperawatan dan merasa perlu ada petugas administrasi. Dari semua tema yang dihasilkan dapat disimpulkan bahwa kepala ruang merasa bertanggungjawab atas operasional administrasi ruangan walaupun ada administrasi yang menurut aturan kerja bukan wewenang untuk menyelesaikannya.
Title: PENGALAMAN KEPALA RUANG DALAM MENGELOLA ADMINISTRASI RUANGAN DI RUMAH SAKIT “AMELIA” PARE, KEDIRI
Description:
Peran perawat di rumah sakit yaitu memberikan asuhan keperawatan, advocator, educator, colaborator, coordinator, conselor dan researcher.
Kepala ruang sebagai pimpinan dalam ruang perawatan mempunyai kewajiban dalam semua peran tersebut.
Pengelolaan suatu ruangan di rumah sakit tidak terlepas dari kegiatan administrasi yang teratur dan terarah oleh semua tim yang ada di ruangan dalam mencapai tujuan.
Peran perawat yang komplek tersebut akan bertambah beban kerjanya jika kurang didukung dengan tenaga profesional lain untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di ruangan termasuk tenaga administrasi.
Pelaksanaan administrasi tidaklah mudah kecuali oleh tenaga profesional yang telah mendapatkan pendidikan khusus keadministrasian.
Masing-masing kepala ruangan mempunyai pengalaman pribadi ketika dituntut untuk menyelesaikan administrasi yang ada di ruangan tersebut.
Tujuan dari penelitian kualitatif ini adalah untuk menemukan makna dari pengalaman mereka yang harus menyelesaikan semua permasalahan ruangan khususnya administrasi ruangan.
Wawancara (indept intervew) dilakukan terhadap semua kepala ruang dari rumah sakit “Amellia” Pare Kediri sebagai partisipan pada penelitian ini untuk mengumpulkan data serta mendengarkan curahan hati tentang pengalamannya dalam mengelola administrasi ruangan.
Setelah proses analisa data dan diskusi dengan beberapa peneliti kualitatif serta klarifikasi dan beberapa kepala ruang didapatkan sebanyak 6 (enam) tema, yaitu; merasa senang bisa membantu orang lain, bertanggungjawab atas keberhasilan akreditasi rumah sakit, bertanggungjawab atas masalah keperawatan di ruangan, merasa masalah ruangan tanggungjawab bersama staff, merasa beban berlebih karena administrasi selain urusan keperawatan dan merasa perlu ada petugas administrasi.
Dari semua tema yang dihasilkan dapat disimpulkan bahwa kepala ruang merasa bertanggungjawab atas operasional administrasi ruangan walaupun ada administrasi yang menurut aturan kerja bukan wewenang untuk menyelesaikannya.

Related Results

EMPOWERMENT KEPALA RUANGAN TERHADAP KOMPETENSI PERAWAT PELAKSANA DI RUMAH SAKIT : SYSTEMATIC REVIEW
EMPOWERMENT KEPALA RUANGAN TERHADAP KOMPETENSI PERAWAT PELAKSANA DI RUMAH SAKIT : SYSTEMATIC REVIEW
Abstract Backgound: Nurse competence can be influenced by the empowerment of head nurse. Empowerment is how head nurse conditions the climate and work culture in the nursing ward t...
TANGGUNG JAWAB HUKUM RUMAH SAKIT TERHADAP PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT DI RUMAH SAKIT
TANGGUNG JAWAB HUKUM RUMAH SAKIT TERHADAP PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT DI RUMAH SAKIT
<p>Rumah Sakit mcmiliki kewajiban untuk memberikan pertolongan (emergency)tanpa mengharuskan pembayaran uang muka terlebih dahulu, hal ini tertuang dalam Pasal 32 ayat (1) da...
ANALISA SIMRS DI RSI PURWOKERTO
ANALISA SIMRS DI RSI PURWOKERTO
RSI Purwokerto yang terletak di daerah barat Purwokerto merupakan rumah sakit rujukan swasta yang memfasilitasi pasien-pasien secara umum ataupun BPJS dan asuransi umum lainnya . S...
GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MANAJEMEN KURIKULUM DAN KESISWAAN
GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MANAJEMEN KURIKULUM DAN KESISWAAN
Gaya kepemimpinan adalah cara pemimpin mempengaruhi bawahannya yang diekspresikan dalam bentuk perilaku atau pola kepribadian. Pemimpin adalah seseorang yang memiliki program dan y...
BALANCED SCORECARD (BSC) : REKAYASA PADA ENTITAS RUMAH SAKIT
BALANCED SCORECARD (BSC) : REKAYASA PADA ENTITAS RUMAH SAKIT
Kesuksesan Rumah Sakit tidak dapat dimotivasi atau diukur dalam jangka pendek dengan model manajemen keuangan tradisional saja. Balanced Scorecard merupakan kerangka kerja baru unt...
PENERAPAN BUDAYA KARO “ARON DAN RUNGGU” OLEH KEPALA RUANGAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA DI TIM KEPERAWATAN
PENERAPAN BUDAYA KARO “ARON DAN RUNGGU” OLEH KEPALA RUANGAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA DI TIM KEPERAWATAN
Abstrak - Peran kepala ruangan dalam meningkatkan kinerja di tim keperawatan sangat menentukan keberhasilan tim dalam memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas. Dalam pelaksan...
Analisis Marketing Mix (Bauran Pemasaran) Dalam Meningkatkan Penggunaan Tempat Tidur Di Rumah Sakit Tandun Tahun 2019
Analisis Marketing Mix (Bauran Pemasaran) Dalam Meningkatkan Penggunaan Tempat Tidur Di Rumah Sakit Tandun Tahun 2019
Bauran pemasaran merupakan strategi mencampur kegiatan-kegiatan marketing yang meliputi product, price, place, dan promotion, agar dicari kombinasi maksimal sehingga mendatangkan h...

Back to Top