Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Efektivitas Pijat Effleurage Dan Teknik Marmet Terhadap Produksi Asi Ibu Postpartum Di Wilayah Kerja Puskesmas

View through CrossRef
Latar Belakang: ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi karena komposisinya sesuai untuk setiap tumbuh kembang bayi, tetapi saat ini  pemberian ASI masih rendah karena produksi ASI yang kurang, sehingga perlu adanya upaya untuk meningkatkan produksi ASI melalui pijat effleurage dan teknik marmet. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Paser Tahun 2022, cakupan ASI Eksklusif Puskesmas Suliliran Baru mengalami penurunan sebesar 24,2% dan termasuk paling rendah nomor 5 diantara 19 Puskesmas yang ada di Kabupaten Paser.Tujuan: Mengetahui efektivitas  pijat effleurage dan teknik marmet terhadap produksi ASI ibu postpartum di Wilayah Kerja Puskesmas Suliliran Baru. Metode: Metode penelitian quasi eksperiment dengan pendekatan Two Group pretest dan postest, Populasi penelitian ibu post partum hari ke 4 diambil sebanyak 32 orang yang terbagi menjadi 2 kelompok dengan Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrument menggunakan lembar observasi, gelas ukur kemudian data di analisis dengan uji independent t test. Hasil: Teknik marmet lebih efektif meningkatkan produksi ASI dibandingkan dengan pijat effleurage dimana pijat effleurage rata-rata peningkatan produksi ASI sebesar 37,50 cc sedangkan pada kelompok teknik marmet terdapat peningkatan produksi ASI sebesar 50,87 cc sehingga terdapat selisih peningkatan produksi ASI sebanyak 13,37 cc. Simpulan: Teknik marmet lebih efektif meningkatkan produksi ASI dibandingkan dengan pijat effleurage karena Teknik marmet merupakan kombinasi cara memerah ASI dan memijat payudara sehingga refleks pengeluaran ASI dapat optimal. Keberhasilan dari teknik marmet ini adalah merupakan kombinasi dari metode pijat dan pengeluaran ASI.
Title: Efektivitas Pijat Effleurage Dan Teknik Marmet Terhadap Produksi Asi Ibu Postpartum Di Wilayah Kerja Puskesmas
Description:
Latar Belakang: ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi karena komposisinya sesuai untuk setiap tumbuh kembang bayi, tetapi saat ini  pemberian ASI masih rendah karena produksi ASI yang kurang, sehingga perlu adanya upaya untuk meningkatkan produksi ASI melalui pijat effleurage dan teknik marmet.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Paser Tahun 2022, cakupan ASI Eksklusif Puskesmas Suliliran Baru mengalami penurunan sebesar 24,2% dan termasuk paling rendah nomor 5 diantara 19 Puskesmas yang ada di Kabupaten Paser.
Tujuan: Mengetahui efektivitas  pijat effleurage dan teknik marmet terhadap produksi ASI ibu postpartum di Wilayah Kerja Puskesmas Suliliran Baru.
Metode: Metode penelitian quasi eksperiment dengan pendekatan Two Group pretest dan postest, Populasi penelitian ibu post partum hari ke 4 diambil sebanyak 32 orang yang terbagi menjadi 2 kelompok dengan Teknik pengambilan sampel purposive sampling.
Instrument menggunakan lembar observasi, gelas ukur kemudian data di analisis dengan uji independent t test.
Hasil: Teknik marmet lebih efektif meningkatkan produksi ASI dibandingkan dengan pijat effleurage dimana pijat effleurage rata-rata peningkatan produksi ASI sebesar 37,50 cc sedangkan pada kelompok teknik marmet terdapat peningkatan produksi ASI sebesar 50,87 cc sehingga terdapat selisih peningkatan produksi ASI sebanyak 13,37 cc.
Simpulan: Teknik marmet lebih efektif meningkatkan produksi ASI dibandingkan dengan pijat effleurage karena Teknik marmet merupakan kombinasi cara memerah ASI dan memijat payudara sehingga refleks pengeluaran ASI dapat optimal.
Keberhasilan dari teknik marmet ini adalah merupakan kombinasi dari metode pijat dan pengeluaran ASI.

Related Results

Pengaruh Tehnik Marmet terhadap Kelancaran Asi pada Ibu Postpartum di Puskesmas Sei Berombang Kecamatan Panai Hilir
Pengaruh Tehnik Marmet terhadap Kelancaran Asi pada Ibu Postpartum di Puskesmas Sei Berombang Kecamatan Panai Hilir
ABSTRACT Breast milk (ASI) is the best food for babies because it contains all the nutrients that babies need and protective substances from various germs. The purpose of this stud...
EFEKTIVITAS METODE BOM TERHADAP PRODUKSI ASI
EFEKTIVITAS METODE BOM TERHADAP PRODUKSI ASI
ABSTRAK Permasalahan mayoritas yang dialami ibu adalah tidak keluarnya ASI pada hari pertama sampai hari ketiga post partum. Akibatnya, bayi baru lahir yang seharusnya mendapatkan ...
Pengaruh Marmet Massage Terhadap Peningkatan Produksi ASI Pada Ibu Postpartum Di Wilayah Kerja Puskesmas Sonomartani
Pengaruh Marmet Massage Terhadap Peningkatan Produksi ASI Pada Ibu Postpartum Di Wilayah Kerja Puskesmas Sonomartani
Faktor-faktor yang mempengaruhi kegagalan ASI yang pertama adalah karena kurangnya pengetahuan ibu tentang ASI Eksklusif, tenaga kesehatan yang dianggap paling bertanggung jawab da...
Pijat Oksitosin pada Ibu Postpartum sebagai Upaya Meningkatkan Produksi Asi
Pijat Oksitosin pada Ibu Postpartum sebagai Upaya Meningkatkan Produksi Asi
Breast milk not coming out is a condition where breast milk is not produced or there is little milk production. This is due to the influence of the oxytocin hormone which is not wo...
PEMBERIAN TEKNIK MARMET TERHADAP KELANCARAN ASI PADA IBU POSTPARTUM
PEMBERIAN TEKNIK MARMET TERHADAP KELANCARAN ASI PADA IBU POSTPARTUM
Latar Belakang: Air susu ibu adalah makanan yang terbaik untuk bayi karena mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan bayi dan zat pelindung dari berbagai kuman. Ibu sering mengalami...
PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP KELANCARAN PRODUKSI ASI PADA IBU POST PARTUM
PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP KELANCARAN PRODUKSI ASI PADA IBU POST PARTUM
Latar Belakang: Kelancaran produksi ASI merupakan faktor utama tercapainya pemberian ASI ekslusif di Indonesia. Namun, ada bebarapa ibu yang mengalami ketidak lancaran produksi ASI...

Back to Top