Javascript must be enabled to continue!
Media Pembelajaran Sederhana Monopoli pada Muatan IPA Kelas V Sekolah Dasar
View through CrossRef
Banyak sekolah kekurangan media. Selain itu, media paling efektif dicetak pada kertas duplex tidak bertahan lama setelah digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menciptakan media pembelajaran sederhana monopoli pada muatan IPA kelas V sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan model ADDIE. Subjek penelitian terdiri dari 2 orang ahli dan seluruk kelas V Sekolah Dasar. Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif yang dikumpulkan dengan melakukan penyebaran kuisioner. Metode pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan kuesioner, studi dokumen, dan rating scale atau skala lima. Hasil penelitian ini yaitu rancang bangun media monopoli dicetak menggunakan kertas banner dengan ukuran 4 meter x 4 meter dan semua komponen media monopoli dimasukkan kedalam Styrofoam box berukuran 50 cm x 35 cm x 34 cm. Hasil analisis uji validitas dari ahli kain, ahli media, dan ahli tata letak diperoleh nilai tertinggi 1 dalam kategori sangat sah dan skor terendah 0,77 dalam kelas valid. Reaksi praktisi (guru), media monopoli mendapat persentase 92% dengan kualifikasi sangat baik. Hasil respon siswa, media monopoli diperoleh persentase 96% dengan kualifikasi sangat baik. Hasil keseluruhan menunjukkan media pembelajaran monopoli sederhana subtema organ gerak hewan untuk kecanggihan V SD adalah valid dan memiliki kualifikasi sangat baik.
Universitas Pendidikan Ganesha
Title: Media Pembelajaran Sederhana Monopoli pada Muatan IPA Kelas V Sekolah Dasar
Description:
Banyak sekolah kekurangan media.
Selain itu, media paling efektif dicetak pada kertas duplex tidak bertahan lama setelah digunakan.
Penelitian ini bertujuan untuk untuk menciptakan media pembelajaran sederhana monopoli pada muatan IPA kelas V sekolah dasar.
Penelitian ini menggunakan model ADDIE.
Subjek penelitian terdiri dari 2 orang ahli dan seluruk kelas V Sekolah Dasar.
Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif yang dikumpulkan dengan melakukan penyebaran kuisioner.
Metode pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan kuesioner, studi dokumen, dan rating scale atau skala lima.
Hasil penelitian ini yaitu rancang bangun media monopoli dicetak menggunakan kertas banner dengan ukuran 4 meter x 4 meter dan semua komponen media monopoli dimasukkan kedalam Styrofoam box berukuran 50 cm x 35 cm x 34 cm.
Hasil analisis uji validitas dari ahli kain, ahli media, dan ahli tata letak diperoleh nilai tertinggi 1 dalam kategori sangat sah dan skor terendah 0,77 dalam kelas valid.
Reaksi praktisi (guru), media monopoli mendapat persentase 92% dengan kualifikasi sangat baik.
Hasil respon siswa, media monopoli diperoleh persentase 96% dengan kualifikasi sangat baik.
Hasil keseluruhan menunjukkan media pembelajaran monopoli sederhana subtema organ gerak hewan untuk kecanggihan V SD adalah valid dan memiliki kualifikasi sangat baik.
Related Results
Peningkatan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Ipa Melalui Model Pembelajaran Discovery Learning
Peningkatan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Ipa Melalui Model Pembelajaran Discovery Learning
Keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) merupakan proses berpikir yang menghubungkan, memanipulasi, mentransformasi pengetahuan,dan pengalaman yang dimiliki untuk memecahkan ma...
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS PERMAINAN MONOPOLI PADA MATERI SUHU DAN KALOR UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMPN 8 MALANG
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS PERMAINAN MONOPOLI PADA MATERI SUHU DAN KALOR UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMPN 8 MALANG
Guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendorong siswa untuk berkembang secara holistik. Dalam konteks pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) ...
Analisis Model Pembelajaran Kontekstual dalam Pembelajaran Bahasa Arab di Kelas X IPA Madrasah Aliyah Muhammadiyah Limbung
Analisis Model Pembelajaran Kontekstual dalam Pembelajaran Bahasa Arab di Kelas X IPA Madrasah Aliyah Muhammadiyah Limbung
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan model pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran bahasa Arab di kelas X IPA MA M...
Pengembangan Kurikulum PAUD Berbasis Alam
Pengembangan Kurikulum PAUD Berbasis Alam
Pembelajaran di dalam kelas (indoor) menjadi salah satu model pembelajaran yangsudah lumrah di kalangan masyarakat dari zaman dulu hingga sekarang. Padahalpembelajaran bisa dilakuk...
STRATEGI GURU DALAM PENGELOLAAN KELAS PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI 39 BULUKUMBA
STRATEGI GURU DALAM PENGELOLAAN KELAS PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI 39 BULUKUMBA
<p>Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam pengelolaan kelas pada pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 39 Bulukumba. Penelitian ...
Pengembangan Media Pembelajaran Video Animasi Pada Materi Vulkanisme Kelas X di Pondok Pesantren Daarul Muhsinin Labuhan Batu
Pengembangan Media Pembelajaran Video Animasi Pada Materi Vulkanisme Kelas X di Pondok Pesantren Daarul Muhsinin Labuhan Batu
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : (1) Kelayakan media pembelajaran video animasi pada materi vulkanisme kelas X di Ponpes Daarul Muhsinin Labuhan Batu (2) Respon siswa ...
PENGARUH PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN EDUTAINMENT TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X SMA BABUL MAGHFIRAH
PENGARUH PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN EDUTAINMENT TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X SMA BABUL MAGHFIRAH
Proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru mengakibatkan siswa menjadi sangat pasif pada saat proses berlangsung. Hal ini dipengaruhi oleh penggunaan metode pembelajaran yan...
E-Comic berbasis Problem Based Learning Muatan IPS Materi Jenis-Jenis Pekerjaan Kelas IV Sekolah Dasar
E-Comic berbasis Problem Based Learning Muatan IPS Materi Jenis-Jenis Pekerjaan Kelas IV Sekolah Dasar
Kurangnya variasi media pembelajaran menyebabkan kegiatan pembelajaran menjadi membosankan dan tidak mampu memenuhi kebutuhan belajar siswa. Konten pada media juga belum mampu meng...

