Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Hubungan Kesiapan dan Kemandirian Belajar Dengan Hasil Uji Coba Ujian Kompetensi Mahasiswa Keperawatan Politeknik Kesehatan Banjarmasin

View through CrossRef
Mahasiswa Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Banjarmasin dituntut untuk mengikuti uji kompetensi sebagai prasyarat untuk mendapatkan STR (Surat Tanda Registrasi) perawat. Dalam memasuki dunia kerja keberadaan STR merupakan suatu syarat yang harus dilengkapi jika lulusan tersebut ingin memasuki dunia kerja, baik pada instansi pemerintah maupun swasta. Upaya yang dapat dilakukan mahasiswa untuk dapat mencapai hasil yang baik atau maksimal tentunya diperlukan upaya-upaya dari mahasiswa itu sendiri diantaranya melakukan kesiapan dan kemandirian belajar. Kesiapan menurut Djamarah dan Aswan (2006) meliputi aspek fisik, psikis dan kesiapan materiil. Sedangkan Kemandirian belajar menurut Prayitno (2007) dalam belajar mandiri mahasiswa dituntut untuk mampu mandiri dalam hal sebagai berikut:  Mengakses materi dan sumber belajar,  Memahami materi belajar, Mengaktualisasi diri di dalam kelas, Merekam materi pelajaran yang dibaca dan diterangkan,  Mengerjakan tugas,  Belajar bersama dengan sejawat mahasiswa (belajar kelompok),  Berdiskusi dan berargumentasi, Membaca dan menulis karya ilmiah, Mempersiapkan dan mengikuti ujian dan  Menganalisis dan menindaklanjuti hasil ujian.  Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kesiapan dan kemandirian belajar mahasiswa Jurusan Keperawatan dalam menghadapi uji kompentensi. Jenis penelitian yang dugunakan dalam penelitian ini adalah studi deskriptif dengan rancangan pendekatan cross sectional. Hasil data penelitian dianalisis untuk mengetahui hubungan variabel kesiapan belajar dan kemandirian belajar mahasiswa dengan hasil uji kompetensi  menggunakan uji beda rata-rata dengan t-test. pada tingkat kepercayaan 95 %.  Hasil penelitian hubungan Kemandirian belajar dengan nilai uji kompetensi, didapatkan angka p Value 0,004  lebih kecil dari α = 0,05, menunjukan bahwa ho ditolak yang berarti ada beda nilai rata-rata hasil uji coba uji kompetensi antara kelompok responden yang mandiri dengan yang tidak mandiri. Berarti bahwa mahasiswa yang mandiri memiliki nilai lebih baik dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak mandiri.  Sedangan hubungan kesiapan belajar belajar dengan nilai uji kompetensi diperoleh angka p Value 0,025  lebih kecil dari α = 0,05, menunjukan bahwa ho ditolak yang berarti ada beda nilai rata-rata hasil uji coba uji kompetensi antara kelompok responden yang siap dengan yang tidak siap. Berarti bahwa mahasiswa yang siap dalam belajar memiliki nilai lebih baik dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak siap. Kata kunci : Kesiapan, kemandirian belajar dan uji kompetensi
Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin
Title: Hubungan Kesiapan dan Kemandirian Belajar Dengan Hasil Uji Coba Ujian Kompetensi Mahasiswa Keperawatan Politeknik Kesehatan Banjarmasin
Description:
Mahasiswa Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Banjarmasin dituntut untuk mengikuti uji kompetensi sebagai prasyarat untuk mendapatkan STR (Surat Tanda Registrasi) perawat.
Dalam memasuki dunia kerja keberadaan STR merupakan suatu syarat yang harus dilengkapi jika lulusan tersebut ingin memasuki dunia kerja, baik pada instansi pemerintah maupun swasta.
Upaya yang dapat dilakukan mahasiswa untuk dapat mencapai hasil yang baik atau maksimal tentunya diperlukan upaya-upaya dari mahasiswa itu sendiri diantaranya melakukan kesiapan dan kemandirian belajar.
Kesiapan menurut Djamarah dan Aswan (2006) meliputi aspek fisik, psikis dan kesiapan materiil.
Sedangkan Kemandirian belajar menurut Prayitno (2007) dalam belajar mandiri mahasiswa dituntut untuk mampu mandiri dalam hal sebagai berikut:  Mengakses materi dan sumber belajar,  Memahami materi belajar, Mengaktualisasi diri di dalam kelas, Merekam materi pelajaran yang dibaca dan diterangkan,  Mengerjakan tugas,  Belajar bersama dengan sejawat mahasiswa (belajar kelompok),  Berdiskusi dan berargumentasi, Membaca dan menulis karya ilmiah, Mempersiapkan dan mengikuti ujian dan  Menganalisis dan menindaklanjuti hasil ujian.
  Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kesiapan dan kemandirian belajar mahasiswa Jurusan Keperawatan dalam menghadapi uji kompentensi.
Jenis penelitian yang dugunakan dalam penelitian ini adalah studi deskriptif dengan rancangan pendekatan cross sectional.
Hasil data penelitian dianalisis untuk mengetahui hubungan variabel kesiapan belajar dan kemandirian belajar mahasiswa dengan hasil uji kompetensi  menggunakan uji beda rata-rata dengan t-test.
pada tingkat kepercayaan 95 %.
  Hasil penelitian hubungan Kemandirian belajar dengan nilai uji kompetensi, didapatkan angka p Value 0,004  lebih kecil dari α = 0,05, menunjukan bahwa ho ditolak yang berarti ada beda nilai rata-rata hasil uji coba uji kompetensi antara kelompok responden yang mandiri dengan yang tidak mandiri.
Berarti bahwa mahasiswa yang mandiri memiliki nilai lebih baik dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak mandiri.
  Sedangan hubungan kesiapan belajar belajar dengan nilai uji kompetensi diperoleh angka p Value 0,025  lebih kecil dari α = 0,05, menunjukan bahwa ho ditolak yang berarti ada beda nilai rata-rata hasil uji coba uji kompetensi antara kelompok responden yang siap dengan yang tidak siap.
Berarti bahwa mahasiswa yang siap dalam belajar memiliki nilai lebih baik dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak siap.
Kata kunci : Kesiapan, kemandirian belajar dan uji kompetensi.

Related Results

KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
HUBUNGAN MOTIVASI IQ DAN KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP HASIL BELAJAR PENJAS
HUBUNGAN MOTIVASI IQ DAN KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP HASIL BELAJAR PENJAS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara motivasi IQ dan Kepercayaan diri siswa secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama hasil belajar pen...
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN KESIAPAN MENGIKUTI PROSES BELAJAR MAHASISWA S1 KEPERAWATAN SEMERTER IV STIKES MUHAMMADIYAH PALEMBANG
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN KESIAPAN MENGIKUTI PROSES BELAJAR MAHASISWA S1 KEPERAWATAN SEMERTER IV STIKES MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Pendahuluan : Tidur merupakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan oleh setiap individu. Perubahan pola prilaku dan gaya hidup dapat mempengaruhi kualitas tidur, khususnya pada mahasisw...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
SELF EFFICACY DAN MOTIVASI TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA KEBIDANAN PADA MATA KULIAH ASUHAN PERSALINAN
SELF EFFICACY DAN MOTIVASI TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA KEBIDANAN PADA MATA KULIAH ASUHAN PERSALINAN
ABSTRAK  Latar Belakang : Penilaian hasil belajar berkaitan dengan informasi mengenai kemampuan individu  meliputi ranah kognitif, ranah afektif dan psikomotoris. Nilai yang dipero...
Hubungan Kecemasan Dengan Pencapaian Target Kompetensi Praktek Klinik Keperawatan Dasar Mahasiswa Prodi Keperawatan UPI Kampus Sumedang
Hubungan Kecemasan Dengan Pencapaian Target Kompetensi Praktek Klinik Keperawatan Dasar Mahasiswa Prodi Keperawatan UPI Kampus Sumedang
Dalam pendidikan keperawatan banyak metode yang dapat digunakan untuk mencetak perawat agar mempunyai sikap profesionalisme. Salah satu metode pembelajaran keperawatan yang digunak...

Back to Top