Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Tingkat Kecemasan Remaja Putri Terhadap Premenstrual Syndrom Dengan Menggunakan Beck Anxiety Inventory (BAI)

View through CrossRef
Latar belakang: Masa remaja merupakan periode perkembangan yang penuh dengan perubahan, baik fisik, emosional, maupun sosial. Salah satu masalah kesehatan reproduksi yang hampir selalu dialami remaja putri adalah Premenstrual Syndrome (PMS). Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan kumpulan gejala fisik dan psikologis yang muncul pada fase luteal siklus menstruasi. Sekitar 20% dari mereka mengalami gejala yang cukup parah sehingga mengganggu rutinitas sehari-hari. Salah satu Gejala PMS yaitu kecemasan. Kecemasan yang berlebihan dapat berbahaya bagi kesehatan mental seseorang, meskipun beberapa tingkat kecemasan ringan mungkin tak terhindarkan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan: Mengetahui tingkat kecemasan remaja putri terhadap Premenstrual Syndrome dengan menggunakan Beck Anxiety Inventory. Metode : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Samoel berjumlah 30 remaja putri yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui checklist gejala PMS dan Beck Anxiety Inventory (BAI). Hasil: Mayoritas responden berada pada remaja akhir (18–21 tahun) sebanyak 25 orang (83,3%), sedangkan remaja menengah (15–17 tahun) sebanyak 5 orang (16,7%). Berdasarkan skor PMS, kategori ringan ditemukan pada 8 responden (26,7%), sedang 11 responden (36,7%), dan berat 11 responden (36,7%). Hasil pengukuran BAI menunjukkan kecemasan rendah pada 23 responden (76,7%), kecemasan sedang pada 5 responden (16,7%), dan kecemasan tinggi pada 2 responden (6,6%). Kesimpulan: Sebagian besar remaja putri mengalami PMS dengan tingkat sedang hingga berat, namun mayoritas masih berada pada kategori kecemasan rendah. Temuan ini menegaskan pentingnya deteksi dini dan intervensi promotif untuk mencegah gangguan psikologis lebih lanjut pada remaja putri.
Title: Tingkat Kecemasan Remaja Putri Terhadap Premenstrual Syndrom Dengan Menggunakan Beck Anxiety Inventory (BAI)
Description:
Latar belakang: Masa remaja merupakan periode perkembangan yang penuh dengan perubahan, baik fisik, emosional, maupun sosial.
Salah satu masalah kesehatan reproduksi yang hampir selalu dialami remaja putri adalah Premenstrual Syndrome (PMS).
Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan kumpulan gejala fisik dan psikologis yang muncul pada fase luteal siklus menstruasi.
Sekitar 20% dari mereka mengalami gejala yang cukup parah sehingga mengganggu rutinitas sehari-hari.
Salah satu Gejala PMS yaitu kecemasan.
Kecemasan yang berlebihan dapat berbahaya bagi kesehatan mental seseorang, meskipun beberapa tingkat kecemasan ringan mungkin tak terhindarkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan: Mengetahui tingkat kecemasan remaja putri terhadap Premenstrual Syndrome dengan menggunakan Beck Anxiety Inventory.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling.
Samoel berjumlah 30 remaja putri yang memenuhi kriteria inklusi.
Data dikumpulkan melalui checklist gejala PMS dan Beck Anxiety Inventory (BAI).
Hasil: Mayoritas responden berada pada remaja akhir (18–21 tahun) sebanyak 25 orang (83,3%), sedangkan remaja menengah (15–17 tahun) sebanyak 5 orang (16,7%).
Berdasarkan skor PMS, kategori ringan ditemukan pada 8 responden (26,7%), sedang 11 responden (36,7%), dan berat 11 responden (36,7%).
Hasil pengukuran BAI menunjukkan kecemasan rendah pada 23 responden (76,7%), kecemasan sedang pada 5 responden (16,7%), dan kecemasan tinggi pada 2 responden (6,6%).
Kesimpulan: Sebagian besar remaja putri mengalami PMS dengan tingkat sedang hingga berat, namun mayoritas masih berada pada kategori kecemasan rendah.
Temuan ini menegaskan pentingnya deteksi dini dan intervensi promotif untuk mencegah gangguan psikologis lebih lanjut pada remaja putri.

Related Results

KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
HUBUNGAN KECEMASAN MASYARAKAT PADA MASA PANDEMI COVID-19 DENGAN KUALITAS HIDUP
HUBUNGAN KECEMASAN MASYARAKAT PADA MASA PANDEMI COVID-19 DENGAN KUALITAS HIDUP
Latar belakang : jumlah kasus Covid-19 dan/atau jumlah kematian semakin meningkat, hal ini berdampak pada aspek politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan, serta kes...
Pola Asuh Orang Tua Tidak Berhubungan dengan Tingkat Kecemasan pada Siswa SMPN Satu Atap Tukdana Indramayu
Pola Asuh Orang Tua Tidak Berhubungan dengan Tingkat Kecemasan pada Siswa SMPN Satu Atap Tukdana Indramayu
Abstract. Introduction: Anxiety disorders of adolescents in Indonesia have a prevalence of 65-78% with a percentage in West Java of around 6.5%. Adolescence is a period of transiti...
Hubungan prostaglandin terhadap kejadian premenstrual syndrome (PMS) pada remaja putri
Hubungan prostaglandin terhadap kejadian premenstrual syndrome (PMS) pada remaja putri
Background: Young women and middle-aged women during the luteal phase of the menstrual cycle will experience emotional and physical  problems called premenstrual syndrome (PMS).Pur...
Hubungan Antara Tingkat Kecemasan Dengan Kejadian Insomnia Menjelang Ujian Sooca Pada Mahasiswa Tingkat I Fk Unisba Tahun 2022
Hubungan Antara Tingkat Kecemasan Dengan Kejadian Insomnia Menjelang Ujian Sooca Pada Mahasiswa Tingkat I Fk Unisba Tahun 2022
Abstract. Anxiety, an emotional response to uncertainty, often involves feelings of fear and physical symptoms. Insomnia, difficulty sleeping linked to mental health issues. SOOCA ...
Hubungan karakteristik caregiver dengan tingkat kecemasan caregiver yang memiliki orang dengan gangguan jiwa (ODGJ)
Hubungan karakteristik caregiver dengan tingkat kecemasan caregiver yang memiliki orang dengan gangguan jiwa (ODGJ)
Background: The burden of caring for family members with mental disorders often triggers anxiety in caregivers, the intensity of which is influenced by caregiver characteristics. P...
PENGARUH SELF HYPNOPREGNANCY TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL di BPM DANY EKA NOVITASARI., S.tr.Keb,Bdn
PENGARUH SELF HYPNOPREGNANCY TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL di BPM DANY EKA NOVITASARI., S.tr.Keb,Bdn
ABSTRAK Latar Belakang : Masa kehamilan merupakan masa rentan terjadinya kecemasan dan gangguan mood bahkan ada yang mengalami episode depresi pertamanya pada masa hamil. Maka dari...

Back to Top