Javascript must be enabled to continue!
Karakteristik pasien alergi obat di poliklinik kulit dan kelamin RS Ngoerah Denpasar tahun 2019-2023
View through CrossRef
Background: Adverse drug reactions (ADRs) of the skin are potentially life-threatening conditions, with incidences reaching 1–3% in adults and 2.5% in children. This study aimed to determine the characteristics of allergic drug reactions in patients at the Dermatology and Venereology Polyclinic of Prof. Dr. I G.N.G. Ngoerah General Hospital, Denpasar.
Methods: This study employed a retrospective descriptive design with a cross-sectional approach. Data were collected from the medical records of all patients diagnosed with allergic drug reactions between January 2019 and December 2023 using a total sampling technique. The variables studied included sociodemographic characteristics (age, gender, marital status, occupation), type of allergic drug reaction, comorbidities, type of causative drug, therapy administered, complications, and clinical outcomes. Data were analyzed descriptively and presented as frequencies and percentages.
Results: A total of 70 patients, 43 men (68.5%) and 27 women (31.5%). The largest age group was 18–59 years (70.0%), married (64.3%), and unemployed (28.6%). The most common drug allergic reaction was stevens-johnson syndrome (SJS) (55.7%). The most common comorbidity was human immunodeficiency virus (HIV) infection (31.4%). The most common causative drug was analgesics. Complications were found in 81.4% of patients, with a mortality rate of 10%.
Conclusion: The incidence of ADRs in patients at the Dermatology and Venereology Polyclinic of Prof. Dr. I G.N.G. Ngoerah General Hospital, Denpasar, was mostly men, adult age, married, unemployed, and with comorbid HIV infection. The most common causative drug was analgesics, with a relatively low mortality rate.
Pendahuluan: Adverse drug reaction (ADR) pada kulit merupakan kondisi berpotensi mengancam jiwa, dengan insidensi mencapai 1–3% pada dewasa dan 2,5% pada anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik reaksi alergi obat pada pasien di Poliklinik Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. I G.N.G. Ngoerah, Denpasar.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan pendekatan potong lintang. Data dikumpulkan dari rekam medis semua pasien yang didiagnosis dengan reaksi alergi obat antara Januari 2019-Desember 2023 menggunakan teknik total sampling. Variabel yang diteliti meliputi karakteristik sosiodemografi (usia, jenis kelamin, status perkawinan, pekerjaan), jenis reaksi alergi obat, komorbiditas, jenis obat penyebab, terapi yang diberikan, komplikasi, dan luaran klinis. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk frekuensi dan persentase.
Hasil: Sebanyak 70 pasien, terdiri dari 43 pria (68,5%) dan 27 wanita (31,5%). Kelompok usia terbanyak adalah 18–59 tahun (70,0%), menikah (64,3%), dan tidak bekerja (28,6%). Reaksi alergi obat yang paling sering adalah stevens-johnson syndrome (SJS) (55,7%). Komorbiditas yang paling sering adalah infeksi human immunodeficiency virus (HIV) (31,4%). Obat penyebab tersering adalah analgesik. Komplikasi ditemukan pada 81,4% pasien, dengan angka mortalitas 10%.
Kesimpulan: Kejadian ADR pada pasien di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Prof. Dr. I G.N.G. Ngoerah, Denpasar paling banyak terjadi pada pria, kelompok usia dewasa, berstatus menikah, tidak bekerja, dengan komorbid infeksi HIV. Obat penyebab terbanyak adalah analgetik, dengan tingkat mortalitas yang relatif rendah.
Title: Karakteristik pasien alergi obat di poliklinik kulit dan kelamin RS Ngoerah Denpasar tahun 2019-2023
Description:
Background: Adverse drug reactions (ADRs) of the skin are potentially life-threatening conditions, with incidences reaching 1–3% in adults and 2.
5% in children.
This study aimed to determine the characteristics of allergic drug reactions in patients at the Dermatology and Venereology Polyclinic of Prof.
Dr.
I G.
N.
G.
Ngoerah General Hospital, Denpasar.
Methods: This study employed a retrospective descriptive design with a cross-sectional approach.
Data were collected from the medical records of all patients diagnosed with allergic drug reactions between January 2019 and December 2023 using a total sampling technique.
The variables studied included sociodemographic characteristics (age, gender, marital status, occupation), type of allergic drug reaction, comorbidities, type of causative drug, therapy administered, complications, and clinical outcomes.
Data were analyzed descriptively and presented as frequencies and percentages.
Results: A total of 70 patients, 43 men (68.
5%) and 27 women (31.
5%).
The largest age group was 18–59 years (70.
0%), married (64.
3%), and unemployed (28.
6%).
The most common drug allergic reaction was stevens-johnson syndrome (SJS) (55.
7%).
The most common comorbidity was human immunodeficiency virus (HIV) infection (31.
4%).
The most common causative drug was analgesics.
Complications were found in 81.
4% of patients, with a mortality rate of 10%.
Conclusion: The incidence of ADRs in patients at the Dermatology and Venereology Polyclinic of Prof.
Dr.
I G.
N.
G.
Ngoerah General Hospital, Denpasar, was mostly men, adult age, married, unemployed, and with comorbid HIV infection.
The most common causative drug was analgesics, with a relatively low mortality rate.
Pendahuluan: Adverse drug reaction (ADR) pada kulit merupakan kondisi berpotensi mengancam jiwa, dengan insidensi mencapai 1–3% pada dewasa dan 2,5% pada anak-anak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik reaksi alergi obat pada pasien di Poliklinik Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof.
Dr.
I G.
N.
G.
Ngoerah, Denpasar.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan pendekatan potong lintang.
Data dikumpulkan dari rekam medis semua pasien yang didiagnosis dengan reaksi alergi obat antara Januari 2019-Desember 2023 menggunakan teknik total sampling.
Variabel yang diteliti meliputi karakteristik sosiodemografi (usia, jenis kelamin, status perkawinan, pekerjaan), jenis reaksi alergi obat, komorbiditas, jenis obat penyebab, terapi yang diberikan, komplikasi, dan luaran klinis.
Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk frekuensi dan persentase.
Hasil: Sebanyak 70 pasien, terdiri dari 43 pria (68,5%) dan 27 wanita (31,5%).
Kelompok usia terbanyak adalah 18–59 tahun (70,0%), menikah (64,3%), dan tidak bekerja (28,6%).
Reaksi alergi obat yang paling sering adalah stevens-johnson syndrome (SJS) (55,7%).
Komorbiditas yang paling sering adalah infeksi human immunodeficiency virus (HIV) (31,4%).
Obat penyebab tersering adalah analgesik.
Komplikasi ditemukan pada 81,4% pasien, dengan angka mortalitas 10%.
Kesimpulan: Kejadian ADR pada pasien di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Prof.
Dr.
I G.
N.
G.
Ngoerah, Denpasar paling banyak terjadi pada pria, kelompok usia dewasa, berstatus menikah, tidak bekerja, dengan komorbid infeksi HIV.
Obat penyebab terbanyak adalah analgetik, dengan tingkat mortalitas yang relatif rendah.
Related Results
Obat Aborsi Bandung | WA : 0858 6506 9949 | Obat Penggugur Kandungan Bandung | Obat Telat Bulan Bandung | Obat Cytotec Bandung | Obat Pelancar Haid Bandung
Obat Aborsi Bandung | WA : 0858 6506 9949 | Obat Penggugur Kandungan Bandung | Obat Telat Bulan Bandung | Obat Cytotec Bandung | Obat Pelancar Haid Bandung
Jual Obat Aborsi Bandung | Obat Penggugur kandungan Bandung | Pil Aborsi Janin Bandung | Obat Pil Penggugur Kandungan Bandung | Alamat Klinik Jual Obat Aborsi Bandung | Apotik Jual...
Obat Aborsi Di Jambi | WA : 0858 6505 9949 | Obat Penggugur Kandungan Di Jambi | Obat Cytotec Di Jambi | Obat Telat Bulan Di Jambi | Obat Pelancar Haid Di Jambi
Obat Aborsi Di Jambi | WA : 0858 6505 9949 | Obat Penggugur Kandungan Di Jambi | Obat Cytotec Di Jambi | Obat Telat Bulan Di Jambi | Obat Pelancar Haid Di Jambi
Jual Obat Aborsi Jambi | Obat Penggugur kandungan Jambi | Pil Aborsi Janin Jambi | Obat Pil Penggugur Kandungan Jambi | Alamat Klinik Jual Obat Aborsi Jambi | Apotik Jual Obat Abor...
Obat Aborsi Di Medan | WA : 0858 6505 9949 | Obat Penggugur Kandungan Di Medan | Obat Cytotec Di Medan | Obat Telat Bulan Di Medan | Obat Pelancar Haid Di Medan
Obat Aborsi Di Medan | WA : 0858 6505 9949 | Obat Penggugur Kandungan Di Medan | Obat Cytotec Di Medan | Obat Telat Bulan Di Medan | Obat Pelancar Haid Di Medan
Jual Obat Aborsi Medan | Obat Penggugur kandungan Medan | Pil Aborsi Janin Medan | Obat Pil Penggugur Kandungan Medan | Alamat Klinik Jual Obat Aborsi Medan | Apotik Jual Obat Abor...
Obat Aborsi Di Bengkulu (ORIGINAL) | WA : 0858 6506 9949 | Obat Penggugur Kandungan Di Bengkulu | Obat Cytotec Di Bengkulu | Obat Telat Bulan Di Bengkulu | Obat Telat Bulan Di Bengkulu
Obat Aborsi Di Bengkulu (ORIGINAL) | WA : 0858 6506 9949 | Obat Penggugur Kandungan Di Bengkulu | Obat Cytotec Di Bengkulu | Obat Telat Bulan Di Bengkulu | Obat Telat Bulan Di Bengkulu
Jual Obat Aborsi Bengkulu | Obat Penggugur kandungan Bengkulu | Pil Aborsi Janin Bengkulu | Obat Pil Penggugur Kandungan Bengkulu | Alamat Klinik Jual Obat Aborsi Bengkulu | Apoti...
Obat Aborsi Bandung | WA : 0858 6506 9949 | Obat Penggugur Kandungan Bandung | Obat Telat Bulan Bandung | Obat Cytotec Bandung | Obat Pelancar Haid Bandung
Obat Aborsi Bandung | WA : 0858 6506 9949 | Obat Penggugur Kandungan Bandung | Obat Telat Bulan Bandung | Obat Cytotec Bandung | Obat Pelancar Haid Bandung
Jual Obat Aborsi Bandung | Obat Penggugur kandungan Bandung | Pil Aborsi Janin Bandung | Obat Pil Penggugur Kandungan Bandung | Alamat Klinik Jual Obat Aborsi Bandung | Apotik Jual...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Obat Aborsi Bandung | WA : 0858 6506 9949 | Obat Penggugur Kandungan Bandung | Obat Telat Bulan Bandung | Obat Cytotec Bandung | Obat Pelancar Haid Bandung
Obat Aborsi Bandung | WA : 0858 6506 9949 | Obat Penggugur Kandungan Bandung | Obat Telat Bulan Bandung | Obat Cytotec Bandung | Obat Pelancar Haid Bandung
Jual Obat Aborsi Bandung | Obat Penggugur kandungan Bandung | Pil Aborsi Janin Bandung | Obat Pil Penggugur Kandungan Bandung | Alamat Klinik Jual Obat Aborsi Bandung | Apotik Jual...
Insidens dan Karakteristik Otitis Media Efusi pada Rinitis Alergi Anak
Insidens dan Karakteristik Otitis Media Efusi pada Rinitis Alergi Anak
Latar belakang. Rinitis alergi merupakan masalah kesehatan global yang diderita oleh 10% sampai 25% penduduk dunia. Rinitis alergi sering dihubungkan dengan penyakit lain seperti o...

