Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KONSEP TENTANG MASYARAKAT; UMMAH SYA'B, KABILAH, WASTH, QISTH ADL

View through CrossRef
Sebagai makhluk sosial, manusia harus berinteraksi dengan manusia lainnya, dan membutuhkan lingkungan sosial. Ia menginginkan adanya lingkungan sosial yang ramah, peduli, santun, saling menjaga dan menyayangi, bantu membantu, taat pada aturan, tertib, disiplin, menghargai hak-hak asasi manusia dan sebagainya. Lingkungan yang demikian itulah yang memungkinkan ia dapat melakukan berbagai aktivitasnya dengan tenang, tanpa terganggu oleh berbagai hal yang dapat merugikan dirinya. Kata ummah dan sya’b kita temukan dalam Qur’an. Ummah adalah persaudaraan universal yang berdasarkan iman, yang merupakan pengganti yang lebih kuat daripada kesetiaan ikatan darah dan kesukuan bangsa Arab. Pada pengertian ini dinyatakan bahwa wilayah cakupan Ummah sangat luas, jauh melewati batas kesukuan bangsa Arab dan ikatan yang menyatukan Ummah juga lebih kuat daripada yang selama ini dipegang oleh bangsa Arab berupa ikatan darah dan kesukuan, yaitu keimanan. Selanjutnya, kata syu’ub sebagaimana terdapat pada ayat al-Qur’an berarti bangsa, sedangkan qabail lebih khusus lagi dari syu’ub, yaitu suku-suku. Bangsa dan suku termasuk berada dalam masyarakat, atau sebagai unsur dari masyarakat.
Title: KONSEP TENTANG MASYARAKAT; UMMAH SYA'B, KABILAH, WASTH, QISTH ADL
Description:
Sebagai makhluk sosial, manusia harus berinteraksi dengan manusia lainnya, dan membutuhkan lingkungan sosial.
Ia menginginkan adanya lingkungan sosial yang ramah, peduli, santun, saling menjaga dan menyayangi, bantu membantu, taat pada aturan, tertib, disiplin, menghargai hak-hak asasi manusia dan sebagainya.
Lingkungan yang demikian itulah yang memungkinkan ia dapat melakukan berbagai aktivitasnya dengan tenang, tanpa terganggu oleh berbagai hal yang dapat merugikan dirinya.
Kata ummah dan sya’b kita temukan dalam Qur’an.
Ummah adalah persaudaraan universal yang berdasarkan iman, yang merupakan pengganti yang lebih kuat daripada kesetiaan ikatan darah dan kesukuan bangsa Arab.
Pada pengertian ini dinyatakan bahwa wilayah cakupan Ummah sangat luas, jauh melewati batas kesukuan bangsa Arab dan ikatan yang menyatukan Ummah juga lebih kuat daripada yang selama ini dipegang oleh bangsa Arab berupa ikatan darah dan kesukuan, yaitu keimanan.
Selanjutnya, kata syu’ub sebagaimana terdapat pada ayat al-Qur’an berarti bangsa, sedangkan qabail lebih khusus lagi dari syu’ub, yaitu suku-suku.
Bangsa dan suku termasuk berada dalam masyarakat, atau sebagai unsur dari masyarakat.

Related Results

KONSEP UMMAH WAHIDAH DALAM AL-QUR’AN
KONSEP UMMAH WAHIDAH DALAM AL-QUR’AN
Allah created humans as a ummah wahidah, even though humanity consists of various tribes and races humanity is one people, but recently humans often clash with each other, and even...
Strategi Branding SMP Berbasis Pesantren Amanatul Ummah Dalam Membangun Citra Program Unggulan
Strategi Branding SMP Berbasis Pesantren Amanatul Ummah Dalam Membangun Citra Program Unggulan
Branding perlu dilakukan pada lembaga pendidikan dalam membentuk citra yang baik. Hal ini dapat diciptakan dengan pengajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman dan orientasi kom...
KEADILAN DAN KEPASTIAN HUKUM: MENYOAL KONSEP KEADILAN HUKUM HANS KELSEN PERSPEKTIF “AL-‘ADL” DALAM AL-QUR’AN
KEADILAN DAN KEPASTIAN HUKUM: MENYOAL KONSEP KEADILAN HUKUM HANS KELSEN PERSPEKTIF “AL-‘ADL” DALAM AL-QUR’AN
Justice as an ideal and legal objective can be realized through law. Hans Kelsen said, justice is the legality that the benchmark lies in its validity according to positive law. Th...
علامہ اقبال کا تصوراتحاد امت: ایک مطالعہ
علامہ اقبال کا تصوراتحاد امت: ایک مطالعہ
In the realm of Islamic government, Ummah is the indivisible unity of nations, which is established by the Shiraz Bandi religion. Ummah is a special Islamic concept which is a mani...
Toleransi Beragama dalam QS. Al-Mumtahanah 8-9 Tipologi Muhammad Mutawalli As-Sya’rawy dalam Tafsir As-Sya’rawy
Toleransi Beragama dalam QS. Al-Mumtahanah 8-9 Tipologi Muhammad Mutawalli As-Sya’rawy dalam Tafsir As-Sya’rawy
The problem raised in this research is how religious tolerance is found in the interpretation of the QS. Al-Mumlahanah 8-9 according to Muhammad Mutawalli as-Sya'rawy's typology in...

Back to Top