Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PEMIKIRAN EPISTEMOLOGI AMIN ABDULLAH DAN RELEVANSINYA BAGI PENDIDIKAN TINGGI DI INDONESIA

View through CrossRef
The relation between religion and science seems to be the dichotomous view. Bothof them are like oil and water, two entities that cannot be reunited and separated. Due to “thisdispute”, science often misses their ethics, so science and modern technology have actuallyhumanized humans and distanced them from their nature. The conflict between them forcesmany intellectual Muslims to make “epistemology bridge” for reconciling science and religion.One of them is M. Amin Abdullah, who argues with the concept of integration-interconnectionwhich is the effort to avoid the dichotomous view of the science and religion (especiallyIslam-science) and in the epistemology view, the concept is to close back all disciplines so thereare dialogues, communications, relationships, and mutual help. This article aims to discussthe epistemology thought of M. Amin Abdullah concerning on integration-interconnectionwith its methodology and relevance for the scientific development of higher education in Indonesia.Keywords: Epistemology; Islam; science; Integration-interconnection.Abstrak: Hubungan antara agama dan ilmu pengetahuan tampaknya menjadi pandangandikotomis. Keduanya ibarat minyak dan air, dua entitas yang tidak bisa bersatu kembali dandipisahkan. Karena “sengketa ini” ilmu pengetahuan mencoba merangkul konsep-konsep agamadan etika agar ilmu pengetahuan-teknologi memiliki nuansa yang manusiawi. Konflikantara keduanya memaksa kaum Muslim intelektual membuat “jembatan epistemologi” untukmendamaikan sains dan agama. Salah satunya adalah M. Amin Abdullah, yang berpendapatbahwa konsep integrasi-interkoneksi yang merupakan upaya untuk menghindari pandangandikotomis dari ilmu dan agama (khususnya Islam-ilmu) dan dalam pandangan epistemologi,konsep ini mencoba menawarkan kembali semua disiplin ilmu sehingga ada dialogisasi, komunikasi,sinergitas, dan hubungan saling membantu. Artikel ini bertujuan untuk membahasepistemologi pemikiran M. Amin Abdullah berkenaan konsep integrasi-interkoneksi denganmetodologi dan relevansinya bagi pengembangan ilmu pengetahuan pendidikan tinggi di Indonesia.Kata kunci: Epistemologi; Islam; ilmu pengetahuan; Integrasi-interkoneksi.
Universitas Muhammadiyah Surakarta
Title: PEMIKIRAN EPISTEMOLOGI AMIN ABDULLAH DAN RELEVANSINYA BAGI PENDIDIKAN TINGGI DI INDONESIA
Description:
The relation between religion and science seems to be the dichotomous view.
Bothof them are like oil and water, two entities that cannot be reunited and separated.
Due to “thisdispute”, science often misses their ethics, so science and modern technology have actuallyhumanized humans and distanced them from their nature.
The conflict between them forcesmany intellectual Muslims to make “epistemology bridge” for reconciling science and religion.
One of them is M.
Amin Abdullah, who argues with the concept of integration-interconnectionwhich is the effort to avoid the dichotomous view of the science and religion (especiallyIslam-science) and in the epistemology view, the concept is to close back all disciplines so thereare dialogues, communications, relationships, and mutual help.
This article aims to discussthe epistemology thought of M.
Amin Abdullah concerning on integration-interconnectionwith its methodology and relevance for the scientific development of higher education in Indonesia.
Keywords: Epistemology; Islam; science; Integration-interconnection.
Abstrak: Hubungan antara agama dan ilmu pengetahuan tampaknya menjadi pandangandikotomis.
Keduanya ibarat minyak dan air, dua entitas yang tidak bisa bersatu kembali dandipisahkan.
Karena “sengketa ini” ilmu pengetahuan mencoba merangkul konsep-konsep agamadan etika agar ilmu pengetahuan-teknologi memiliki nuansa yang manusiawi.
Konflikantara keduanya memaksa kaum Muslim intelektual membuat “jembatan epistemologi” untukmendamaikan sains dan agama.
Salah satunya adalah M.
Amin Abdullah, yang berpendapatbahwa konsep integrasi-interkoneksi yang merupakan upaya untuk menghindari pandangandikotomis dari ilmu dan agama (khususnya Islam-ilmu) dan dalam pandangan epistemologi,konsep ini mencoba menawarkan kembali semua disiplin ilmu sehingga ada dialogisasi, komunikasi,sinergitas, dan hubungan saling membantu.
Artikel ini bertujuan untuk membahasepistemologi pemikiran M.
Amin Abdullah berkenaan konsep integrasi-interkoneksi denganmetodologi dan relevansinya bagi pengembangan ilmu pengetahuan pendidikan tinggi di Indonesia.
Kata kunci: Epistemologi; Islam; ilmu pengetahuan; Integrasi-interkoneksi.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Produk Pemikiran Hukum Islam di Indonesia
Produk Pemikiran Hukum Islam di Indonesia
Produk pemikiran hukum Islam di Indonesia terdiri dari produk pemikiran fikih, produk pemikiran fatwa ulama, produk pemikiran keputusan pengadilan (yurisprudensi), produk pemikiran...
Sistem Akreditasi Pemantauan dan Relevansinya Bagi Sekolah Tinggi Teologi dan Sekolah Tinggi Agama Kristen
Sistem Akreditasi Pemantauan dan Relevansinya Bagi Sekolah Tinggi Teologi dan Sekolah Tinggi Agama Kristen
Abstract. Accreditation is an assessment activity in accordance with established criteria based on the National Higher Education Standards. The legal basis for the monitoring accre...
Pengantar
Pengantar
Alhamdulillah, adalah satu-satunya kata yang tepat untuk menggambarkan suasana batin dan rasa bersyukur tim redaksi Jurnal Filsafat kepada Allah SWT, karena apa yang sudah lama dip...
Epistemologi Irfani Dalam Tradisi Pemikiran Islam
Epistemologi Irfani Dalam Tradisi Pemikiran Islam
Pada masa dominasi positivisme dalam ilmu pengetahuan, pendekatan irfani dianggap kurang dapat diterima. Namun, perkembangan filsafat ilmu modern, seperti gagasan Paul Feyerabend, ...
Epistimologi Pendidikan Nilai dan Hubungan Kemanusiaan dalam Pendidikan
Epistimologi Pendidikan Nilai dan Hubungan Kemanusiaan dalam Pendidikan
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep epistemologi pendidikan nilai serta menjelaskan pentingnya hubungan kemanusiaan dalam proses pendidikan. Epistemologi pendidikan nila...
Epistemologi Ekonomi Syariah
Epistemologi Ekonomi Syariah
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji asal-usul ekonomi syariah, metodologi dan validasinya secara ilmiah. Apabila berbicara masalah epistemologi ekonomi syariah, berarti akan be...
RELEVANSI PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM MUHAMMAD IQBAL TERHADAP TANTANGAN PENDIDIKAN MODERN
RELEVANSI PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM MUHAMMAD IQBAL TERHADAP TANTANGAN PENDIDIKAN MODERN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi pemikiran pendidikan Islam Muhammad Iqbal dalam menghadapi tantangan pendidikan di era modern. Pemikiran Iqbal yang mengintegr...

Back to Top