Javascript must be enabled to continue!
Kelainan refraksi pada pelajar SMA Negeri 7 Manado
View through CrossRef
Abstract: The incidence of uncorrected refractive errors is high in school-age children. If this condition is not treated seriously, it will have a negative impact on the development of children's intelligence and learning process which in turn will affect the quality, creativity, and productivity of work. This study was aimed to determine the refractive errors in students at SMA Negeri 7 (Senior High School) Manado. This study used a cross sectional design and was conducted from November to December 2015. Respondents were 25 students at grades 12th of SMA Negeri 7 Manado who had refractive errors obtained by using total sampling method. Visual acuity was assessed by using Snellen chart. The results showed that of all respondents, 72% were females and 28% were males. Based on the types of refractive errors, 72% had myopia and 28% had myopia associated with astigmatism. Most of the subjects (52%) were 17 years old. As many as 64% of respondents had family history of refractive errors. Respondents who performed near-sight activity were 96%; most of the activities was watching the television.Keywords: refractive error, risk factor, near-sight activity, school-age childrenĀ Abstrak: Angka kejadian kelainan refraksi yang tak terkoreksi cukup tinggi pada anak usia sekolah. Jika kondisi ini tidak ditangani sungguh-sungguh akan berdampak negatif pada perkembangan kecerdasan anak dan proses pembelajaran yang selanjutnya akan memengaruhi mutu, kreativitas, dan produktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kelainan refraksi pada pelajar di SMA Negeri 7 Manado. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dan dilaksanakan pada bulan November-Desember 2015. Responden ialah 25 siswa/i kelas XII SMA Negeri 7 Manado yang mengalami kelainan refraksi, diperoleh dengan metode total sampling. Pengambilan data dilakukan dengan pemeriksaan visus menggunakan Snellen chart dan kuesioner. Hasil penelitian mendapatkan dari seluruh responden didapatkan 72% berjenis kelamin perempuan dan 28% berjenis kelamin laki-laki. Berdasarkan jenis kelainan refraksi didapatkan 72% menderita kelainan refraksi miopia. Sebagian besar responden berusia 17 tahun (52%). Sebanyak 64% penderita memiliki riwayat keluarga inti dengan kelainan refraksi. Responden yang melakukan aktivitas melihat jarak dekat dan lama sebanyak 96% dan aktivitas yang paling banyak dilakukan ialah menonton televisi. Kata kunci: kelainan refraksi, faktor resiko, aktivitas melihat jarak dekat, anak usia sekolah
Title: Kelainan refraksi pada pelajar SMA Negeri 7 Manado
Description:
Abstract: The incidence of uncorrected refractive errors is high in school-age children.
If this condition is not treated seriously, it will have a negative impact on the development of children's intelligence and learning process which in turn will affect the quality, creativity, and productivity of work.
This study was aimed to determine the refractive errors in students at SMA Negeri 7 (Senior High School) Manado.
This study used a cross sectional design and was conducted from November to December 2015.
Respondents were 25 students at grades 12th of SMA Negeri 7 Manado who had refractive errors obtained by using total sampling method.
Visual acuity was assessed by using Snellen chart.
The results showed that of all respondents, 72% were females and 28% were males.
Based on the types of refractive errors, 72% had myopia and 28% had myopia associated with astigmatism.
Most of the subjects (52%) were 17 years old.
As many as 64% of respondents had family history of refractive errors.
Respondents who performed near-sight activity were 96%; most of the activities was watching the television.
Keywords: refractive error, risk factor, near-sight activity, school-age childrenĀ Abstrak: Angka kejadian kelainan refraksi yang tak terkoreksi cukup tinggi pada anak usia sekolah.
Jika kondisi ini tidak ditangani sungguh-sungguh akan berdampak negatif pada perkembangan kecerdasan anak dan proses pembelajaran yang selanjutnya akan memengaruhi mutu, kreativitas, dan produktivitas kerja.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kelainan refraksi pada pelajar di SMA Negeri 7 Manado.
Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dan dilaksanakan pada bulan November-Desember 2015.
Responden ialah 25 siswa/i kelas XII SMA Negeri 7 Manado yang mengalami kelainan refraksi, diperoleh dengan metode total sampling.
Pengambilan data dilakukan dengan pemeriksaan visus menggunakan Snellen chart dan kuesioner.
Hasil penelitian mendapatkan dari seluruh responden didapatkan 72% berjenis kelamin perempuan dan 28% berjenis kelamin laki-laki.
Berdasarkan jenis kelainan refraksi didapatkan 72% menderita kelainan refraksi miopia.
Sebagian besar responden berusia 17 tahun (52%).
Sebanyak 64% penderita memiliki riwayat keluarga inti dengan kelainan refraksi.
Responden yang melakukan aktivitas melihat jarak dekat dan lama sebanyak 96% dan aktivitas yang paling banyak dilakukan ialah menonton televisi.
Kata kunci: kelainan refraksi, faktor resiko, aktivitas melihat jarak dekat, anak usia sekolah.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Skrining Ketajaman Penglihatan pada Siswa SDN
Skrining Ketajaman Penglihatan pada Siswa SDN
Gangguan pada mata akan menyebabkan gangguan penglihatan yang berdampak pada ketidaknyamanan dan gangguan lainnya dalam menjalani aktivitas sehari-hari. WHO menyatakan sebanyak 19 ...
Tingkat Pengetahuan dan Sikap Orangtua Terhadap Kelainan Refraksi Pada Anak
Tingkat Pengetahuan dan Sikap Orangtua Terhadap Kelainan Refraksi Pada Anak
Abstrak: Kelainan refraksi merupakan salah satu penyebab kebutaan yang mudah dideteksi, diobati dan dievaluasi dengan pemberian kacamata, namun demikian kelainan refraksi menjadi m...
Tingkat Pengetahuan dan Sikap Orangtua Terhadap Kelainan Refraksi Pada Anak
Tingkat Pengetahuan dan Sikap Orangtua Terhadap Kelainan Refraksi Pada Anak
Abstrak: Kelainan refraksi merupakan salah satu penyebab kebutaan yang mudah dideteksi, diobati dan dievaluasi dengan pemberian kacamata, namun demikian kelainan refraksi menjadi m...
GAMBARAN KELAINAN REFRAKSI BERDASARKAN PEMERIKSAAN VISUS PADA SISWA SMK YADIKA 5 TANGERANG TAHUN 2024
GAMBARAN KELAINAN REFRAKSI BERDASARKAN PEMERIKSAAN VISUS PADA SISWA SMK YADIKA 5 TANGERANG TAHUN 2024
Pemeriksaan visus adalah bagian yang sangat penting untuk mengetahui kelainan refraksi seseorang. Visual acuity yang normal disebut sebagai 20/20, yang berarti seseorang dapat meli...
KARAKTERISTIK KELAINAN REFRAKSI PADA ANAK USIA SEKOLAH DI POLI MATA RSUD PROVINSI NTB TAHUN 2019
KARAKTERISTIK KELAINAN REFRAKSI PADA ANAK USIA SEKOLAH DI POLI MATA RSUD PROVINSI NTB TAHUN 2019
Latar Belakang: Kelainan refraksi merupakan gangguan pada mata yang menyebabkan fungsi mata menjadi menurun. Prevalensi kelainan refraksi di Indonesia mencapai 61,71% dan menjangki...
Tinjauan Pustaka Penggunaan Gawai dengan Kejadian Miopia
Tinjauan Pustaka Penggunaan Gawai dengan Kejadian Miopia
Abstrak
Perubahan gaya hidup pada masa pandemi mempengaruhi kehidupan mayoritas manusia di dunia. Perubahan gaya hidup, terutama peningkatan durasi dan frekuensi penggunaan gawai ...
Promosi Kesehatan Mata melaui Kegiatan Skrining Mata pada Siswa SMP di Kecamatan Wedung, Demak
Promosi Kesehatan Mata melaui Kegiatan Skrining Mata pada Siswa SMP di Kecamatan Wedung, Demak
Mata memegang peran penting dalam hidup seorang siswa. Bila terjadi gangguan pada mata, bisa terjadi penurunan ketajaman penglihatan, yang dapat berdampak pada kualitas hidup siswa...

