Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Dilema Pelestarian Rumah Adat Kudus

View through CrossRef
Rumah pencu adalah rumah tradisional masyarakat di Kabupaten Kudus. Rumah adat Kudus ini semakin hari semakin habis keberadaannya. Tulisan ini berusaha mengetahui permasalahan pelestarian rumah adat Kudus yang berada di dekat wisata religi Masjid Menara dan makam Sunan Kudus. Metode yang digunakan adalah studi pustaka, observasi, dan FGD (focus grup discussion). Dari hasil penelitian diketahui tingginya biaya perawatan rumah adat Kudus yang dirasakan oleh pemilik menjadi salah satu kendala dalam upaya pelestarian rumah tradisional. Tidak adanya bantuan dalam perawatan dari instansi yang berwenang dan faktor waris menjadi salah satu penyebab semakin sedikitnya jumlah rumah adat Kudus ini. Rumah adat Kudus sebagian besar dijadikan sebagai rumah tinggal bagi pemilik dan sebagian besar pemilik tidak berencana untuk memanfaatkan rumah adat ini sebagai tempat berusaha/berdagang (toko, restoran, homestay) dalam rangka untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga dari sektor pariwisata. Manajemen wisata sangat dibutuhkan guna mendukung pemanfaatan rumah adat Kudus ini. Paket wisata ziarah ke kompleks Masjid Menara dan makam Sunan Kudus yang biasanya diselenggarakan secara terorganisir oleh agen-agen wisata membatasi jam kunjung wisatawan sehingga tidak sempat untuk melihat atau menikmati daya tarik rumah adat Kudus. Hal ini menyebabkan sulitnya meningkatkan potensi wisata rumah-rumah tradisional yang ada di sekitar Masjid Menara dan makam Sunan Kudus.
Title: Dilema Pelestarian Rumah Adat Kudus
Description:
Rumah pencu adalah rumah tradisional masyarakat di Kabupaten Kudus.
Rumah adat Kudus ini semakin hari semakin habis keberadaannya.
Tulisan ini berusaha mengetahui permasalahan pelestarian rumah adat Kudus yang berada di dekat wisata religi Masjid Menara dan makam Sunan Kudus.
Metode yang digunakan adalah studi pustaka, observasi, dan FGD (focus grup discussion).
Dari hasil penelitian diketahui tingginya biaya perawatan rumah adat Kudus yang dirasakan oleh pemilik menjadi salah satu kendala dalam upaya pelestarian rumah tradisional.
Tidak adanya bantuan dalam perawatan dari instansi yang berwenang dan faktor waris menjadi salah satu penyebab semakin sedikitnya jumlah rumah adat Kudus ini.
Rumah adat Kudus sebagian besar dijadikan sebagai rumah tinggal bagi pemilik dan sebagian besar pemilik tidak berencana untuk memanfaatkan rumah adat ini sebagai tempat berusaha/berdagang (toko, restoran, homestay) dalam rangka untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga dari sektor pariwisata.
Manajemen wisata sangat dibutuhkan guna mendukung pemanfaatan rumah adat Kudus ini.
Paket wisata ziarah ke kompleks Masjid Menara dan makam Sunan Kudus yang biasanya diselenggarakan secara terorganisir oleh agen-agen wisata membatasi jam kunjung wisatawan sehingga tidak sempat untuk melihat atau menikmati daya tarik rumah adat Kudus.
Hal ini menyebabkan sulitnya meningkatkan potensi wisata rumah-rumah tradisional yang ada di sekitar Masjid Menara dan makam Sunan Kudus.

Related Results

Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
AbstractAdat Positive Legal Science was initiated to simplify Western People (officer, legal enforcer, scholar) to understand adat or adat law. There are two important process to p...
Marginalisasi Hukum Adat pada Masyarakat Adat The marginalization of adat law on adat communities
Marginalisasi Hukum Adat pada Masyarakat Adat The marginalization of adat law on adat communities
Tulisan ini berupaya melihat marjinalisasi adat, hukum adat serta implikasinya pada masyarakat adat. Dalam konteks Indonesia, meskipun Konstitusi dan beberapa aturan formal mengaku...
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
Abstrak - Kampung Adat Cireundeu merupakan salah satu Kampung Adat yang masih eksis hingga saat ini. Kampung Adat Cireundeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selat...
FUNGSI SOSIOBUDAYA RUMAH ADAT TONGKONAN SUKU TORAJA DI LALIKAN PANGALA’, TORAJA UTARA, SULAWESI SELATAN, INDONESIA
FUNGSI SOSIOBUDAYA RUMAH ADAT TONGKONAN SUKU TORAJA DI LALIKAN PANGALA’, TORAJA UTARA, SULAWESI SELATAN, INDONESIA
  ABSTRAK Rumah Adat Tongkonan merupakan warisan budaya yang dimiliki Suku Toraja di Indonesia dimana ianya menjadi pusat kehidupan sebagai rumah adat yang multifungsi. Secara um...
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
Pemimpin desa adat dalam hal ini kelian desa merupakan pemegang otoritas utama dalam kepemerintahan desa adat di desa adat Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten ...
Pengenalan Rumah Adat Nusantara Berbasis Mobile AR
Pengenalan Rumah Adat Nusantara Berbasis Mobile AR
Rumah adat adalah rumah yang memiliki ciri khas bangunan yang melambangkan kebudayaan dari suatu daerah. Keunikan rumah-rumah adat di Indonesia menjadi salah satu materi pembelajar...
Rekonstruksi Rumah Adat Dan Pelataran Adat Suku Embu Soa Desa Tomberabu 1 Kabupaten Ende
Rekonstruksi Rumah Adat Dan Pelataran Adat Suku Embu Soa Desa Tomberabu 1 Kabupaten Ende
Suku di Indonesia memiliki rumah adat sebagai lambang kebanggaan maupun identitas yang membedakan dengan suku lainnya. Masyarakat suku embu soa menjadikan rumah adat sebagai pusat ...
Kajian Etnomatematika pada Rumah Adat Desa Lorulun Kecamatan Wertamrian Kabupaten Kepulauan Tanimbar Sebagai Sumber Belajar Matematika
Kajian Etnomatematika pada Rumah Adat Desa Lorulun Kecamatan Wertamrian Kabupaten Kepulauan Tanimbar Sebagai Sumber Belajar Matematika
Latar Belakang: Pendidikan merupakan kegiatan universal dalam kehidupan manusia. Pendidikan di dunia ini sangatlah penting dimanapun dan kapan pun, karena adanya pendidikan dapat m...

Back to Top