Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh aliran sungai panasen terhadap proses sedimentasi di Danau Tondano
View through CrossRef
Perubahan tata guna lahan dan pemanfaatan lahan yang tidak sesuai di DAS Panasen menyebabkan terjadinya sedimentasi di danau Tondano. Pengaruh aliran sarat sedimen terhadap proses sedimentasi masih menjadi permasalahan yang perlu dikaji. Terjadinya genangan banjir pada bagian hilir sungai akibat adanya proses pendangkalan sungai merupakan permasalahan yang berdampak pada kerugian ekonomi, masalah lingkungan bahkan konflik sosial masyarakat yang belum terselesaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan faktor-faktor penyebab banjir dengan mengevaluasi kapasitas penampang sungai Panasen di bagian hilir serta menganalisis pengaruh aliran bersedimen Sungai Panasen terhadap proses sedimentasi di Danau Tondano. Penelitian dilakukan melalui pengamatan lapangan berupa pengukuran geometri sungai dan pengambilan sampel aliran bersedimen. Data sekunder yaitu peta topografi, data curah hujan dan data debit terukur diperoleh dari instansi terkait. Berbagai analisis yang dilakukan adalah analisis hidrologi, analisis hidraulika dan analisis sedimentasi. Analisis hidrologi menggunakan data hujan harian maksimum yang diperoleh dari pos hujan Stasiun Noongan dan debit sungai terukur dari AWLR Sungai Noongan. Besar debit banjir menggunakan model HEC-HMS dengan parameter terkalibrasi untuk berbagai kala ulang 2, 5, 10, 25, 50 dan 100 tahun masing-masing diperoleh sebesar 50.2 m3/det, 71.6 m3/det, 82.1 m3/det, 91.8 m3/det, 97.2 m3/det dan 101.4 m3/det. Dari analisis hidraulika diperoleh pada kondisi banjir Q100 dan pasang air danau, di semua segmen sungai tinjauan tidak mampu menampung debit banjir. Ketinggian muka air banjir (overflow) berada pada 1.2 – 3.1 meter dan cenderung terjadi ke arah kanan tepian sungai. Jumlah sedimen yang terangkut ditentukan setelah diperoleh kandungan sedimen terlarut yaitu sebesar 6.16 gr/m3 yang mengakibatkan rata-rata penambahan volume sedimen ke danau selama 30 tahun sebesar 3,215,104.7 m³ atau ketebalan 72.15 mm. Hasil penelitian menunjukan jumlah sedimen masuk danau yang cukup besar sehingga diperlukan upaya-upaya penanganan pada DAS sungai Panasen yaitu berupa tindakan konservasi lahan dan penetapan tata guna lahan yang tepat.
Title: Pengaruh aliran sungai panasen terhadap proses sedimentasi di Danau Tondano
Description:
Perubahan tata guna lahan dan pemanfaatan lahan yang tidak sesuai di DAS Panasen menyebabkan terjadinya sedimentasi di danau Tondano.
Pengaruh aliran sarat sedimen terhadap proses sedimentasi masih menjadi permasalahan yang perlu dikaji.
Terjadinya genangan banjir pada bagian hilir sungai akibat adanya proses pendangkalan sungai merupakan permasalahan yang berdampak pada kerugian ekonomi, masalah lingkungan bahkan konflik sosial masyarakat yang belum terselesaikan.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan faktor-faktor penyebab banjir dengan mengevaluasi kapasitas penampang sungai Panasen di bagian hilir serta menganalisis pengaruh aliran bersedimen Sungai Panasen terhadap proses sedimentasi di Danau Tondano.
Penelitian dilakukan melalui pengamatan lapangan berupa pengukuran geometri sungai dan pengambilan sampel aliran bersedimen.
Data sekunder yaitu peta topografi, data curah hujan dan data debit terukur diperoleh dari instansi terkait.
Berbagai analisis yang dilakukan adalah analisis hidrologi, analisis hidraulika dan analisis sedimentasi.
Analisis hidrologi menggunakan data hujan harian maksimum yang diperoleh dari pos hujan Stasiun Noongan dan debit sungai terukur dari AWLR Sungai Noongan.
Besar debit banjir menggunakan model HEC-HMS dengan parameter terkalibrasi untuk berbagai kala ulang 2, 5, 10, 25, 50 dan 100 tahun masing-masing diperoleh sebesar 50.
2 m3/det, 71.
6 m3/det, 82.
1 m3/det, 91.
8 m3/det, 97.
2 m3/det dan 101.
4 m3/det.
Dari analisis hidraulika diperoleh pada kondisi banjir Q100 dan pasang air danau, di semua segmen sungai tinjauan tidak mampu menampung debit banjir.
Ketinggian muka air banjir (overflow) berada pada 1.
2 – 3.
1 meter dan cenderung terjadi ke arah kanan tepian sungai.
Jumlah sedimen yang terangkut ditentukan setelah diperoleh kandungan sedimen terlarut yaitu sebesar 6.
16 gr/m3 yang mengakibatkan rata-rata penambahan volume sedimen ke danau selama 30 tahun sebesar 3,215,104.
7 m³ atau ketebalan 72.
15 mm.
Hasil penelitian menunjukan jumlah sedimen masuk danau yang cukup besar sehingga diperlukan upaya-upaya penanganan pada DAS sungai Panasen yaitu berupa tindakan konservasi lahan dan penetapan tata guna lahan yang tepat.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Produksi Akuakultur dan Dampak Nutrifikasi Perairan Danau Tondano
Produksi Akuakultur dan Dampak Nutrifikasi Perairan Danau Tondano
This study was conducted to determine the level of aquaculture production Tondano and determine the impact of the production level of the waters of Lake Tondano nutrifikasi . The d...
MITIGASI BENCANA KEKERINGAN DI KAWASAN DAERAH ALIRAN SUNGAI MAROS KABUPATEN MAROS PROVINSI SULAWESI SELATAN
MITIGASI BENCANA KEKERINGAN DI KAWASAN DAERAH ALIRAN SUNGAI MAROS KABUPATEN MAROS PROVINSI SULAWESI SELATAN
<p>Bencana kekeringan merupakan bencana yang terjadi ketika ketersediaan air tanah tidak dapat mencukupi kebutuhan air bersih penduduk. Selama beberapa bulan terakhir di tahu...
MITOS DANAU NIBUNG DI DESA SELAGAN JAYA KABUPATEN MUKOMUKO
MITOS DANAU NIBUNG DI DESA SELAGAN JAYA KABUPATEN MUKOMUKO
Masalah dalam penelitian ini adalah tentang jawaban masyarakat terhadap Mite Danau Nibung yang ada di Desa Selagan jaya Kabupeten Mukomuko.Penelitian ini bertujuan untuk ...
Pengelolaan Kualitas Air Danau Melalui Pendekatan Biogeokimia
Pengelolaan Kualitas Air Danau Melalui Pendekatan Biogeokimia
Danau merupakan hotspot bagi siklus biogeokimia elemen kimia yang menentukan karakteristik kualitas air. Sebagai elemen lanskap berbentuk funnel, danau menerima dan memproses senya...
KONDISI LINGKUNGAN DANAU RAWA PENING
KONDISI LINGKUNGAN DANAU RAWA PENING
Indonesia adalah negara yang memiliki jumlah danau yang banyak. Diantara jumlah danau tersebut, ada beberapa danau yang memiliki kerusakan lingkungan yang parah sehingga perlu dir...
Peta batimetri Danau Sentani Papua
Peta batimetri Danau Sentani Papua
Abstract. Lake Sentani is located in Jayapura Regency, Papua Province with an area 9,360 ha and 70-90 meters above sea level. The lake directly adjacent to Cycloops Mountains Natur...

