Javascript must be enabled to continue!
Pembentukan Kader Seroja (Kesehatan Reproduksi Remaja) Untuk Mencegah Pernikahan Dini Di SMPN 2 Singosari
View through CrossRef
Pernikahan dini merupakan salah satu masalah sosial yang berdampak luas pada kehidupan remaja, termasuk pada aspek kesehatan reproduksi, pendidikan, dan kesejahteraan ekonomi. Upaya pencegahan pernikahan dini memerlukan strategi yang komprehensif, salah satunya melalui pemberdayaan remaja sebagai agen perubahan di lingkungan mereka. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk kader SEROJA (Kesehatan Reproduksi Remaja) di SMPN 2 Singosari, Kabupaten Malang, sebagai langkah preventif untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan remaja dalam mencegah pernikahan dini. Metode yang digunakan adalah peer group discussion dan pelatihan intensif kepada para kader remaja yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Kader SEROJA dilatih untuk menjadi fasilitator diskusi, penyuluh, dan penggerak di kalangan teman sebaya. Program ini melibatkan guru, orang tua, dan tenaga kesehatan untuk memastikan dukungan yang menyeluruh. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pembentukan kader SEROJA secara signifikan meningkatkan pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi dan risiko pernikahan dini. Para kader juga mampu menyebarluaskan informasi kepada teman sebaya mereka, menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung pencegahan pernikahan dini. Hasil post-test setelah diberikan perlakuan, sebagian besar siswa memiliki sikap baik (85%), dan sebagian besar siswa menyadari pentingnya melanjutkan studi (90%). Kesimpulan: Pembentukan kader SEROJA di tingkat sekolah efektif untuk meningkarkan pengetahuan dan sikap siswa/remaja dalam menyikapi pernikahan dini di SMPN 2 Singosari.
Title: Pembentukan Kader Seroja (Kesehatan Reproduksi Remaja) Untuk Mencegah Pernikahan Dini Di SMPN 2 Singosari
Description:
Pernikahan dini merupakan salah satu masalah sosial yang berdampak luas pada kehidupan remaja, termasuk pada aspek kesehatan reproduksi, pendidikan, dan kesejahteraan ekonomi.
Upaya pencegahan pernikahan dini memerlukan strategi yang komprehensif, salah satunya melalui pemberdayaan remaja sebagai agen perubahan di lingkungan mereka.
Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk kader SEROJA (Kesehatan Reproduksi Remaja) di SMPN 2 Singosari, Kabupaten Malang, sebagai langkah preventif untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan remaja dalam mencegah pernikahan dini.
Metode yang digunakan adalah peer group discussion dan pelatihan intensif kepada para kader remaja yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu.
Kader SEROJA dilatih untuk menjadi fasilitator diskusi, penyuluh, dan penggerak di kalangan teman sebaya.
Program ini melibatkan guru, orang tua, dan tenaga kesehatan untuk memastikan dukungan yang menyeluruh.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pembentukan kader SEROJA secara signifikan meningkatkan pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi dan risiko pernikahan dini.
Para kader juga mampu menyebarluaskan informasi kepada teman sebaya mereka, menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung pencegahan pernikahan dini.
Hasil post-test setelah diberikan perlakuan, sebagian besar siswa memiliki sikap baik (85%), dan sebagian besar siswa menyadari pentingnya melanjutkan studi (90%).
Kesimpulan: Pembentukan kader SEROJA di tingkat sekolah efektif untuk meningkarkan pengetahuan dan sikap siswa/remaja dalam menyikapi pernikahan dini di SMPN 2 Singosari.
Related Results
Persepsi Remaja Mengenai Pernikahan Dini Yang Terjadi Di Kecamatan Kabawo Kab. Muna Tahun 2022
Persepsi Remaja Mengenai Pernikahan Dini Yang Terjadi Di Kecamatan Kabawo Kab. Muna Tahun 2022
Latar Belakang: Pernikahan dini menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) adalah pernikahan yang berlangsung pada umur di bawah usia reproduktif yaitu kurang dari 2...
Peran Kader Remaja Terhadap Perilaku Konsumsi Gizi Seimbang Dalam Kesehatan Reproduksi
Peran Kader Remaja Terhadap Perilaku Konsumsi Gizi Seimbang Dalam Kesehatan Reproduksi
Permasalahan gizi yang terjadi di Indonesia saat ini telah menjadi permasalahan gizi ganda yaitu gizi kurang dan gizi lebih. Kelompok remaja merupakan salah satu kelompok yang rawa...
HUBUNGAN PERSEPSI KADER KESEHATAN TENTANG SEKOLAH KADER DENGAN KEPUASAN KADER KESEHATAN DI DUSUN SOKA SELOHARJO PUNDONG BANTUL TAHUN 2024
HUBUNGAN PERSEPSI KADER KESEHATAN TENTANG SEKOLAH KADER DENGAN KEPUASAN KADER KESEHATAN DI DUSUN SOKA SELOHARJO PUNDONG BANTUL TAHUN 2024
Persepsi sekolah kader memiliki dampak signifikan terhadap tingkat kepuasan kader kesehatan. Pelatihan dan pemeliharaan kader kesehatan merupakan faktor penting dalam meningkatkan ...
Pendampingan Kader Posyandu Dalam Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja
Pendampingan Kader Posyandu Dalam Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja
Permasalahan kesehatan remaja di Indonesia semakin kompleks yang harus ditangani secara komprehensif dan terintegrasi dengan melibatkan unsur dari lintas program dan lintas sektor ...
KONVENSI TATA ARTISTIK TEATER PANGGUNG DALAM PEMENTASAN TEATER VIRTUAL SITI SEROJA OLEH TEATER KOMA
KONVENSI TATA ARTISTIK TEATER PANGGUNG DALAM PEMENTASAN TEATER VIRTUAL SITI SEROJA OLEH TEATER KOMA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa tata artistik dari pertunjukan virtual Siti Seroja oleh Teater Koma mengacu pada hukum pementasan teater di atas panggung....
PERSEPSI REMAJA TERHADAP FAKTOR PENGHAMBAT PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI DI PUSKESMAS GAMBOK KABUPATEN SIJUNJUNG
PERSEPSI REMAJA TERHADAP FAKTOR PENGHAMBAT PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI DI PUSKESMAS GAMBOK KABUPATEN SIJUNJUNG
PERSEPSI REMAJA TERHADAP FAKTOR PENGHAMBATPEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSIDI PUSKESMAS GAMBOK KABUPATEN SIJUNJUNGVella Dwi Yani, Ova Emilia, Hari KusnantoABSTRACTBackgrou...
Peningkatan Kesehatan Reproduksi Remaja Melalui Pembentukan Pos Bimbingan Dan Pelayanan Kelompok Kader Sebaya
Peningkatan Kesehatan Reproduksi Remaja Melalui Pembentukan Pos Bimbingan Dan Pelayanan Kelompok Kader Sebaya
Berdasarkan data hasil survei pada remaja Kabupaten Kendal tahun 2019 diperoleh 52 % remaja merokok, menonton gambar porno 95 %, 16 % remaja miras dan narkoba serta 7 % pergaulan b...
Pengaruh Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi dalam Program Pik-Krr (Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja) Terhadap Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja 2020
Pengaruh Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi dalam Program Pik-Krr (Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja) Terhadap Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja 2020
Kesehatan reproduksi remaja tidak hanya mencakup kondisi fisik seperti penyakit atau kelainan pada organ reproduksi, tetapi juga kesehatan mental dan sosial yang terkait. Faktor-fa...

