Javascript must be enabled to continue!
TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM UJARAN ENG TAY DALAM GEGURITAN ‘SAMPIK TONG NAWANG NATAH’
View through CrossRef
This study aims at finding out the types of illocutionary act and explaining the meaning of utterances found in Balinese traditional literary work named geguritan entitled ‘Sampik tong Nawang Natah’. The method in collecting the data was observation method by reading the script of geguritan Sampik tong nawang Natah and note taking the lyrics which have the illocutionary act spoken by one of the main characters ‘Eng Tay’. The analysis was done by applying the theory of speech act by Searle (1969) related to the types of illocutionary act. This study found that Eng Tay used assertive, directive, commissive and expressive illocutionary act. This study also shows the misinterpretation of the utterance which exists in the utterances spoken by Eng Tay has made fatal result. Sampik was fault to catch the meaning therefore he couldn’t able to marry Eng Tay. Geguritan Sampik has shown how ambiguities can make problem in communication. This study also shows the important of pragmatics in relation to understand the speakers meaning, the listeners have to be able to interpret the meaning of utterances based on the context..
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tindak tutur ilokusi dan menjelaskan tentang makna tuturan yang diujarkan oleh Eng Tay dalam karya sastra tradisional Bali yaitu geguritan berjudul Sampik tong Nawang Natah. Penelitian ini menggunakan metode observasi atau metode simak dengan membaca naskah geguritan dan juga mencatat tuturan yang diujarkan oleh karakter utama yaitu Eng Tay. Analisis data dilakukan dengan menerapkan teori speech act oleh Searle (1969) berkaitan dengan tipe tindak tutur ilokusi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Eng Tay mengujarkan tindak tutur ilokusi tipe asertif, direktif, komisif dan ekspresif. Penelitian ini juga menunjukkan bagaimana kesalahan interpretasi terhadap makna tuturan telah mengakibatkan hal yang buruk. Sampik gagal memaknai tuturan Eng Tay sehingga dia tidak bisa menikah dengan Eng Tay. Geguritan Sampik juga menunjukan bagaimana ambiguitas makna memunculkan permasalahan dalam komunikasi. Penelitian ini menjelaskan bahwa memahami makna pragmatic sebuah tuturan sangatlah penting, penyimak harus mampu menginterpretasi makna berdasarkan konteks.
Jurnal Santiaji Pendidikan of Mahasaraswati Denpasar University
Title: TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM UJARAN ENG TAY DALAM GEGURITAN ‘SAMPIK TONG NAWANG NATAH’
Description:
This study aims at finding out the types of illocutionary act and explaining the meaning of utterances found in Balinese traditional literary work named geguritan entitled ‘Sampik tong Nawang Natah’.
The method in collecting the data was observation method by reading the script of geguritan Sampik tong nawang Natah and note taking the lyrics which have the illocutionary act spoken by one of the main characters ‘Eng Tay’.
The analysis was done by applying the theory of speech act by Searle (1969) related to the types of illocutionary act.
This study found that Eng Tay used assertive, directive, commissive and expressive illocutionary act.
This study also shows the misinterpretation of the utterance which exists in the utterances spoken by Eng Tay has made fatal result.
Sampik was fault to catch the meaning therefore he couldn’t able to marry Eng Tay.
Geguritan Sampik has shown how ambiguities can make problem in communication.
This study also shows the important of pragmatics in relation to understand the speakers meaning, the listeners have to be able to interpret the meaning of utterances based on the context.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tindak tutur ilokusi dan menjelaskan tentang makna tuturan yang diujarkan oleh Eng Tay dalam karya sastra tradisional Bali yaitu geguritan berjudul Sampik tong Nawang Natah.
Penelitian ini menggunakan metode observasi atau metode simak dengan membaca naskah geguritan dan juga mencatat tuturan yang diujarkan oleh karakter utama yaitu Eng Tay.
Analisis data dilakukan dengan menerapkan teori speech act oleh Searle (1969) berkaitan dengan tipe tindak tutur ilokusi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Eng Tay mengujarkan tindak tutur ilokusi tipe asertif, direktif, komisif dan ekspresif.
Penelitian ini juga menunjukkan bagaimana kesalahan interpretasi terhadap makna tuturan telah mengakibatkan hal yang buruk.
Sampik gagal memaknai tuturan Eng Tay sehingga dia tidak bisa menikah dengan Eng Tay.
Geguritan Sampik juga menunjukan bagaimana ambiguitas makna memunculkan permasalahan dalam komunikasi.
Penelitian ini menjelaskan bahwa memahami makna pragmatic sebuah tuturan sangatlah penting, penyimak harus mampu menginterpretasi makna berdasarkan konteks.
.
Related Results
Analisis Tindak Tutur Ilokusi dalam Podcast Deddy Corbuzier dan Nadiem Makarim pada Media Sosial Youtube
Analisis Tindak Tutur Ilokusi dalam Podcast Deddy Corbuzier dan Nadiem Makarim pada Media Sosial Youtube
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam podcast Deddy Corbuzier dan Nadiem Makarim di media sosial YouTube. Permasalahan yang...
Tindak Tutur Ilokusi Iklan Layanan Masyarakat Terkait Covid-19 di Televisi (Kajian Pragmatik)
Tindak Tutur Ilokusi Iklan Layanan Masyarakat Terkait Covid-19 di Televisi (Kajian Pragmatik)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud dan fungsi tindak tutur ilokusi pada iklan layanan masyarakat terkait covid-19 di televisi. Masalah dalam penelitian ini bagaim...
Implikatur Tindak Tutur Pemandu dengan Wisatawan Museum Sejarah Jakarta: Kajian Pragmatik
Implikatur Tindak Tutur Pemandu dengan Wisatawan Museum Sejarah Jakarta: Kajian Pragmatik
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis implikatur dalam tindak tutur ilokusi pemandu dengan wisatawan Museum Sejarah Jakarta. Metode dan pendekatan yang digunakan d...
ILOKUSI KOMUNIKATIF DALAM NOVEL THE PERFECT WORLD OF MIWAKO SUMIDA KARYA CLARISSA GOENAWAN
ILOKUSI KOMUNIKATIF DALAM NOVEL THE PERFECT WORLD OF MIWAKO SUMIDA KARYA CLARISSA GOENAWAN
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan jenis Ilokusi Komunikatif dalam Novel The Perfect World of Miwako Sumida karya Clarissa Goenawan (2) mendeskripsikan fungsi Iloku...
Tindak Tutur Ilokusi dalam Dialog Tokoh Dilan pada Film Dilan 1990 Karya Pidi Baiq dan Fajar Bustomi
Tindak Tutur Ilokusi dalam Dialog Tokoh Dilan pada Film Dilan 1990 Karya Pidi Baiq dan Fajar Bustomi
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya tindak tutur ilokusi dalam dialog tokoh Dilan pada film Dilan 1990 karya Pidi Baiq dan Fajar Bustomi. Penelitian ini bertujuan untuk men...
ANALISIS TINDAK TUTUR BAHASA KOMERING DESA TANJUNG BARU KECAMATAN TANJUNG LUBUK KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR
ANALISIS TINDAK TUTUR BAHASA KOMERING DESA TANJUNG BARU KECAMATAN TANJUNG LUBUK KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk dan jenis tindak tutur ilokusi bahasa Komering desa Tanjung Baru Kecamatan Tanjung Lubuk Kabupaten Ogan Komering Ilir berdasarkan...
ANALISIS TINDAK TUTUR BAHASA KOMERING DESA TANJUNG BARU KECAMATAN TANJUNG LUBUK KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR
ANALISIS TINDAK TUTUR BAHASA KOMERING DESA TANJUNG BARU KECAMATAN TANJUNG LUBUK KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk dan jenis tindak tutur ilokusi bahasa Komering desa Tanjung Baru Kecamatan Tanjung Lubuk Kabupaten Ogan Komering Ilir berdasarkan...
Pola Ilokusi Juragan pada Asisten Rumah Tangga di Kawasan Perumahan Indra-Indah Kecamatan Colomadu
Pola Ilokusi Juragan pada Asisten Rumah Tangga di Kawasan Perumahan Indra-Indah Kecamatan Colomadu
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur ilokusi juragankepada asisten rumah tangga dikawasan perumahan Indra-Indah Kecamatan Colomadu. Jenis penelitian y...

