Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Hubungan antara Timbangan Berat Badan Digital dan Analog Menggunakan Korelasi Pearson

View through CrossRef
Abstract. Accurate body weight measurement is crucial in the field of health, particularly for assessing nutritional status and supporting medical decision-making. According to data from the Indonesian Ministry of Health in 2023, the prevalence of overweight individuals aged ≥18 years reached 23.4%, while obesity was recorded at 14.4%, highlighting the need for reliable and consistent weighing instruments. This study aims to examine the relationship and consistency between body weight measurements obtained using digital and analog (dial) scales. The Pearson correlation test showed a coefficient of 0.9928 with a t-value of 35.1654, indicating a very strong and statistically significant relationship between the two instruments. However, the paired t-test resulted in a t-value of 2.399 and a p-value of 0.0268 (< 0.05), indicating a significant difference in the average measurements between the digital and analog scales. This suggests that, although the two scales are highly correlated, their measurement results are not identical. Therefore, calibration of the analog scale is necessary to ensure that its measurements are comparable to those of the digital scale, especially in the context of public health monitoring. Abstrak. Pengukuran berat badan yang akurat sangat penting dalam bidang kesehatan, terutama untuk menilai status gizi dan mendukung pengambilan keputusan medis. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2023, prevalensi kelebihan berat badan pada penduduk usia ≥18 tahun mencapai 23,4%, sedangkan obesitas sebesar 14,4%, sehingga diperlukan alat ukur yang akurat dan konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dan kesamaan hasil pengukuran berat badan menggunakan timbangan digital dan analog (jarum). Uji korelasi Pearson menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,9928 dengan t-hitung 35,1654, yang berarti terdapat hubungan sangat kuat dan signifikan antara kedua alat. Namun, hasil uji t dua rata-rata berpasangan (paired t-test) menunjukkan t-hitung sebesar 2,399 dengan p-value 0,0268 (< 0,05), yang menandakan bahwa terdapat perbedaan rata-rata hasil pengukuran secara signifikan antara timbangan digital dan analog. Artinya, meskipun keduanya menunjukkan hubungan yang sangat kuat, hasil pengukuran berat badan dari kedua alat tidak identik. Dengan demikian, diperlukan kalibrasi terhadap timbangan analog agar hasil pengukurannya lebih sebanding dan dapat digunakan secara bergantian dengan timbangan digital dalam konteks pemantauan kesehatan masyarakat.
Title: Hubungan antara Timbangan Berat Badan Digital dan Analog Menggunakan Korelasi Pearson
Description:
Abstract.
Accurate body weight measurement is crucial in the field of health, particularly for assessing nutritional status and supporting medical decision-making.
According to data from the Indonesian Ministry of Health in 2023, the prevalence of overweight individuals aged ≥18 years reached 23.
4%, while obesity was recorded at 14.
4%, highlighting the need for reliable and consistent weighing instruments.
This study aims to examine the relationship and consistency between body weight measurements obtained using digital and analog (dial) scales.
The Pearson correlation test showed a coefficient of 0.
9928 with a t-value of 35.
1654, indicating a very strong and statistically significant relationship between the two instruments.
However, the paired t-test resulted in a t-value of 2.
399 and a p-value of 0.
0268 (< 0.
05), indicating a significant difference in the average measurements between the digital and analog scales.
This suggests that, although the two scales are highly correlated, their measurement results are not identical.
Therefore, calibration of the analog scale is necessary to ensure that its measurements are comparable to those of the digital scale, especially in the context of public health monitoring.
Abstrak.
Pengukuran berat badan yang akurat sangat penting dalam bidang kesehatan, terutama untuk menilai status gizi dan mendukung pengambilan keputusan medis.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2023, prevalensi kelebihan berat badan pada penduduk usia ≥18 tahun mencapai 23,4%, sedangkan obesitas sebesar 14,4%, sehingga diperlukan alat ukur yang akurat dan konsisten.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dan kesamaan hasil pengukuran berat badan menggunakan timbangan digital dan analog (jarum).
Uji korelasi Pearson menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,9928 dengan t-hitung 35,1654, yang berarti terdapat hubungan sangat kuat dan signifikan antara kedua alat.
Namun, hasil uji t dua rata-rata berpasangan (paired t-test) menunjukkan t-hitung sebesar 2,399 dengan p-value 0,0268 (< 0,05), yang menandakan bahwa terdapat perbedaan rata-rata hasil pengukuran secara signifikan antara timbangan digital dan analog.
Artinya, meskipun keduanya menunjukkan hubungan yang sangat kuat, hasil pengukuran berat badan dari kedua alat tidak identik.
Dengan demikian, diperlukan kalibrasi terhadap timbangan analog agar hasil pengukurannya lebih sebanding dan dapat digunakan secara bergantian dengan timbangan digital dalam konteks pemantauan kesehatan masyarakat.

Related Results

LINGKAR PAHA DAN BERAT BADAN APAKAH BERHUBUNGAN DENGAN KELINCAHAN?
LINGKAR PAHA DAN BERAT BADAN APAKAH BERHUBUNGAN DENGAN KELINCAHAN?
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lingkar paha dan berat badan dengan kelincahan siswa ekstrakulikuler futsal SMA PGRI 2 Palembang. Penelitian ini merupakan jenis ...
Korelasi Antara Pertambahan Berat Badan Ibu Selama Kehamilan dengan Berat Badan Bayi saat Lahir di RSUD Al-Ihsan Bandung Tahun 2023
Korelasi Antara Pertambahan Berat Badan Ibu Selama Kehamilan dengan Berat Badan Bayi saat Lahir di RSUD Al-Ihsan Bandung Tahun 2023
Abstract. In Indonesia, the incidence of infant mortality attributable to low birth weight (LBW) was 22,362 cases, constituting approximately 1.32% of all infant mortalities. This ...
The Effect of Murottal Therapy on Physiological Adaptations to the Weight of LBW Babies within 10 Days of Birth
The Effect of Murottal Therapy on Physiological Adaptations to the Weight of LBW Babies within 10 Days of Birth
ABSTRACT Infant morbidity and mortality rates are influenced by various factors, including the circumstances at birth, in this case babies born with low birth weight or LBW. One of...
Pengembangan Aplikasi Timbangan Berat Produk
Pengembangan Aplikasi Timbangan Berat Produk
Dalam dunia industri pemanfaatan timbangan sangatlah penting untuk mengukur suatu kebutuhan produksi. Keakuratan data timbangan sangat mempengaruhi berapa banyak bahan baku yang di...
Korelasi Bobot Potong terhadap Produksi Karkas Ternak Sapi Bali di RPH Kota Kefamenanu
Korelasi Bobot Potong terhadap Produksi Karkas Ternak Sapi Bali di RPH Kota Kefamenanu
Penelitian ini telah dilaksanakan di RPH Kota Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara selama 2 bulan dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan bobot potong te...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Kenaikan Berat Badan Ibu Selama Kehamilan Dengan Berat Badan Lahir Bayi Di Rsia Sitti Khadijah Kota Gorontalo
Kenaikan Berat Badan Ibu Selama Kehamilan Dengan Berat Badan Lahir Bayi Di Rsia Sitti Khadijah Kota Gorontalo
Kenaikan berat badan selama kehamilan yang kurang dari normal dapat meningkatkan resiko bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) sedangkan peningkatan berat badan yang berlebiha...
KORELASI BERAT BADAN DAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI TERHADAP KELINCAHAN TUBUH SISWA PENCAK SILAT
KORELASI BERAT BADAN DAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI TERHADAP KELINCAHAN TUBUH SISWA PENCAK SILAT
Pencak silat merupakan cabang olahraga yang menitik beratkan pada teknik penguncian, berjalan atau mengayun, menjatuhkan, pukulan, tendangan dan menghindari serangan dari sudut dan...

Back to Top