Javascript must be enabled to continue!
Animisme dan Dinamisme dalam Masyarakat Serta Kondisi Keislaman Indonesia Hari Ini Gerakan Studi Islam
View through CrossRef
Masyarakat primitif berpendapat bahwa semua benda baik yang bernyawa atau tak bernyawa mempunyai roh. Pahaman ini di sebut animisme, sebagai masyarakat primitif mereka juga belum dapat dengan jelas membedakan antara apa yang seharusnya disebut materi dan apa yang disebut roh. Bagi mereka roh itu tersusun dari suatu zat atau materi yang halus sekali, yang dekat menyerupai uap atau udara. Roh itu mempunyai kekuatan dan kehendak, bisa merasa senang dan menjadi marah. Kalau ia marah ia dapat membahayakan bagi hidup manusia oleh karena itu keridhaanya harus dicari. Yang tahu dan pandai mengambil hati roh-roh ini ialah dukun atau ahli sihir sebagaimana halnya dengan kepercayaan dinamisme, dalam kepercayaan dinamisme, berbagai macam upacara adat dilakukan untuk mengontrol roh yang melekat dalam suatu benda agar tidak mengganggu atau bahkan menyebabkan kerusakan bagi kehidupan masyarakat. Benda- benda ghaib (fetish) ini dikumpulkan sebagai senjata yang kuat untuk melawan musuh, bisa menjadi sebab bagi segala hal yang menguntungkan masyarakat. Hal ini kemudian yang melandasi masyarakat primitif menganut kepercayaan animisme dan dinaminisme. Sekalipun demikian menunjukan bahwa kepercayaan-kepercayaan itu melahirkan nilai- nilai. Karena kecenderungan tradisi untuk tetap mempertahankan diri terhadap kemungkinan perubahan tata nilai, maka dalam kenyataan ikatan-ikatan tradisional sering menjadi penghambat perkembangan peradaban dan kemajuan manusia. Oleh karena itu, manusia harus meninggalkan segala bentuk tata nilai yang tradisionil, dan menganut kepercayaan yang sungguh-sungguh merupakan kebenaran. Kebenaran yang mutlak adalah Tuhan Allah. Meskipun demikian, manusia harus tetap menjunjung tinggi toleransi dari kepercayaan manusia lain, sehingga menjadi masyarakat yang plural
Title: Animisme dan Dinamisme dalam Masyarakat Serta Kondisi Keislaman Indonesia Hari Ini Gerakan Studi Islam
Description:
Masyarakat primitif berpendapat bahwa semua benda baik yang bernyawa atau tak bernyawa mempunyai roh.
Pahaman ini di sebut animisme, sebagai masyarakat primitif mereka juga belum dapat dengan jelas membedakan antara apa yang seharusnya disebut materi dan apa yang disebut roh.
Bagi mereka roh itu tersusun dari suatu zat atau materi yang halus sekali, yang dekat menyerupai uap atau udara.
Roh itu mempunyai kekuatan dan kehendak, bisa merasa senang dan menjadi marah.
Kalau ia marah ia dapat membahayakan bagi hidup manusia oleh karena itu keridhaanya harus dicari.
Yang tahu dan pandai mengambil hati roh-roh ini ialah dukun atau ahli sihir sebagaimana halnya dengan kepercayaan dinamisme, dalam kepercayaan dinamisme, berbagai macam upacara adat dilakukan untuk mengontrol roh yang melekat dalam suatu benda agar tidak mengganggu atau bahkan menyebabkan kerusakan bagi kehidupan masyarakat.
Benda- benda ghaib (fetish) ini dikumpulkan sebagai senjata yang kuat untuk melawan musuh, bisa menjadi sebab bagi segala hal yang menguntungkan masyarakat.
Hal ini kemudian yang melandasi masyarakat primitif menganut kepercayaan animisme dan dinaminisme.
Sekalipun demikian menunjukan bahwa kepercayaan-kepercayaan itu melahirkan nilai- nilai.
Karena kecenderungan tradisi untuk tetap mempertahankan diri terhadap kemungkinan perubahan tata nilai, maka dalam kenyataan ikatan-ikatan tradisional sering menjadi penghambat perkembangan peradaban dan kemajuan manusia.
Oleh karena itu, manusia harus meninggalkan segala bentuk tata nilai yang tradisionil, dan menganut kepercayaan yang sungguh-sungguh merupakan kebenaran.
Kebenaran yang mutlak adalah Tuhan Allah.
Meskipun demikian, manusia harus tetap menjunjung tinggi toleransi dari kepercayaan manusia lain, sehingga menjadi masyarakat yang plural
.
Related Results
DAKWAH DAN FENOMENA GERAKAN ISLAM LIBERAL
DAKWAH DAN FENOMENA GERAKAN ISLAM LIBERAL
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memahami fenomena gerakan Islam liberal dan peran dakwah dalam gerakan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
ENKULTURASI IMAN TERHADAP ANIMISME ; PERTEMUAN GEREJA DENGAN RITUAL MIWIT ABEH DAYAK MA’ANYAN DESA DAYU
ENKULTURASI IMAN TERHADAP ANIMISME ; PERTEMUAN GEREJA DENGAN RITUAL MIWIT ABEH DAYAK MA’ANYAN DESA DAYU
Kalimantan merupakan wilayah multikultur dengan integrasi alam, sehingga selalu berkoneksi dengan kosmos secara natural. Dengan naluri sebagai homo-religio , masyarakat Kalimantan ...
Saadahnoor2018@gmail.com Prodi PIAUD STAI Muhammadiyah Blora
Saadahnoor2018@gmail.com Prodi PIAUD STAI Muhammadiyah Blora
Senam anak sholih merupakan salah satu bentuk dari senam irama yang dilakukan dengan mengikuti irama musik atau nyanyian serta melatih jasmani yang sistematis, teratur dan terencan...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
Pergerakan Islam di Malaysia: Konteks dan Faktor Sejarah
Pergerakan Islam di Malaysia: Konteks dan Faktor Sejarah
Kajian ini bermaksud menyorot sejarah awal perkembangan gerakan Islam di Malaysia sejak zaman kolonial. Ini dilihat dari dua sudut yang penting dan bertumpang-tindih; gerakan isla...

