Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGUATAN KETERAMPILAN SUMBER DAYA MANUSIA PADA LEMBAGA PENGELOLA HUTAN DESA UNTUK KONSERVASI DAN PENGEMBANGAN EKOWISATA

View through CrossRef
Abstrak: Permasalahan: (1) 60% masyarakat masih melakukan pemburuan satwa liar; (2) 55% masyarakat masih melakukan penebangan liar yang dilakukan oleh masyarakat; (3) 75% LPHD dan masyarakat belum memahami fungsi dan tugas masing-masing; (4) 100% belum adanya perencanaan pengembangan wisata alam; dan (5) 60% masyarakat masih belum memahami adanya nilai tambah hasil hutan dan ekowisata alam yang akan direncanakan. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan meningkatan sumber daya manusia dalam mengelola hutan dan ekowisata alam Puncak Gunung Geurudong. Metode yang digunakan adalahpemberian pelatihan peningkatan keterampilan pengelola hutan desa dalam mengelola ekowisata alam puncak gunung Geurudong kepada 25 anggota LPHD. Dengan menggunakan metode retrospektif (before-after), hasil dari pengabdian adalah (1) 100% masyarakat sudah tidak melakukan pemburuan satwa liar dan melarang orang-orang dari luar desa untuk melakukan pemburuan satwa liar; (2) 75% masyarakat sudah tidak melakukan penebangan liar; (3) 90% LPHD dan masyarakat sangat memahami fungsi dan tugas masing-masing; (4) perencanaan pengembangan wisata alam hampir rampung 50%; dan (5) 75% masyarakat memahami adanya nilai tambah hasil hutan dan ekwisata alam yang akan direncanakan.Abstract: Problems: (1) 60% of the community still hunts wildlife; (2) 55% of people still do illegal logging carried out by the community; (3) 75% of LPHD and the community do not understand their respective functions and duties; (4) 100% there is no natural tourism development planning; and (5) 60% of the community still does not understand the added value of forest products and natural ecotourism that will be planned. Community service activities aim to increase human resources in managing forests and natural ecotourism at Geurudong Mountain Peak. The method used is the provision of training to improve the skills of village forest managers in managing the natural ecotourism of Geurudong Mountain Peak to 25 LPHD members. By using the retrospective method (before-after), the results of the service are (1) 100% of the community has not hunted wildlife and prohibited people from outside the village from hunting wildlife; (2) 75% of the community has not conducted illegal logging; (3) 90% of LPHD and the community fully understand the functions and duties of each; (4) planning for the development of nature tourism is almost 50% complete; and (5) 75% of the community understands the added value of forest products and nature tourism that will be planned.
Title: PENGUATAN KETERAMPILAN SUMBER DAYA MANUSIA PADA LEMBAGA PENGELOLA HUTAN DESA UNTUK KONSERVASI DAN PENGEMBANGAN EKOWISATA
Description:
Abstrak: Permasalahan: (1) 60% masyarakat masih melakukan pemburuan satwa liar; (2) 55% masyarakat masih melakukan penebangan liar yang dilakukan oleh masyarakat; (3) 75% LPHD dan masyarakat belum memahami fungsi dan tugas masing-masing; (4) 100% belum adanya perencanaan pengembangan wisata alam; dan (5) 60% masyarakat masih belum memahami adanya nilai tambah hasil hutan dan ekowisata alam yang akan direncanakan.
Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan meningkatan sumber daya manusia dalam mengelola hutan dan ekowisata alam Puncak Gunung Geurudong.
Metode yang digunakan adalahpemberian pelatihan peningkatan keterampilan pengelola hutan desa dalam mengelola ekowisata alam puncak gunung Geurudong kepada 25 anggota LPHD.
Dengan menggunakan metode retrospektif (before-after), hasil dari pengabdian adalah (1) 100% masyarakat sudah tidak melakukan pemburuan satwa liar dan melarang orang-orang dari luar desa untuk melakukan pemburuan satwa liar; (2) 75% masyarakat sudah tidak melakukan penebangan liar; (3) 90% LPHD dan masyarakat sangat memahami fungsi dan tugas masing-masing; (4) perencanaan pengembangan wisata alam hampir rampung 50%; dan (5) 75% masyarakat memahami adanya nilai tambah hasil hutan dan ekwisata alam yang akan direncanakan.
Abstract: Problems: (1) 60% of the community still hunts wildlife; (2) 55% of people still do illegal logging carried out by the community; (3) 75% of LPHD and the community do not understand their respective functions and duties; (4) 100% there is no natural tourism development planning; and (5) 60% of the community still does not understand the added value of forest products and natural ecotourism that will be planned.
Community service activities aim to increase human resources in managing forests and natural ecotourism at Geurudong Mountain Peak.
The method used is the provision of training to improve the skills of village forest managers in managing the natural ecotourism of Geurudong Mountain Peak to 25 LPHD members.
By using the retrospective method (before-after), the results of the service are (1) 100% of the community has not hunted wildlife and prohibited people from outside the village from hunting wildlife; (2) 75% of the community has not conducted illegal logging; (3) 90% of LPHD and the community fully understand the functions and duties of each; (4) planning for the development of nature tourism is almost 50% complete; and (5) 75% of the community understands the added value of forest products and nature tourism that will be planned.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Analisis Kelayakan Potensi Ekowisata Bukit Gatan Pada Hutan Desa Sukorejo Kabupaten Musi Rawas
Analisis Kelayakan Potensi Ekowisata Bukit Gatan Pada Hutan Desa Sukorejo Kabupaten Musi Rawas
ABSTRACT Ecotourism is a type of responsible natural tourism development in unspoiled areas or naturally managed areas where the goal, apart from enjoying natural beauty, also invo...
STUDI KERUANGAN DAN KELEMBAGAAN PENGELOLAAN EKOWISATA MANGROVE DI NEGERI AMAHAI, KABUPATEN MALUKU TENGAH
STUDI KERUANGAN DAN KELEMBAGAAN PENGELOLAAN EKOWISATA MANGROVE DI NEGERI AMAHAI, KABUPATEN MALUKU TENGAH
Ecotourism is a tourist activity that aims to conserve. In its implementation, institutions have a very important role for sustainable ecotourism management. This study aims to det...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Pembelajaran Pengelolaan Hutan di Pulau Jawa (Studi di KPH Yogyakarta, TN Gunung Halimun Salak, dan TN Gunung Ciremai)
Pembelajaran Pengelolaan Hutan di Pulau Jawa (Studi di KPH Yogyakarta, TN Gunung Halimun Salak, dan TN Gunung Ciremai)
Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, menyebutkan bahwa penyelenggaraan kehutanan bertujuan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...

Back to Top