Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

POTENSI LIKUEFAKSI DI DAERAH PETOBO PALU BERDASARKAN HASIL UJI CPT DAN SWS

View through CrossRef
Peristiwa likuefaksi yang terjadi di Kelurahan Petobo Kota Palu Sulawesi Tengah diakibatkan oleh gempa bumi 28 September 2018 dengan magnitudo 7,4 Mw. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tanah dan potensi terjadinya likuefaksi di Kantor BPKH Wilayah XVI Palu berdasarkan uji Swedish Weight Sounding (SWS) dan Cone Penetration Test (CPT). Pengujian dilakukan di area Kantor BPKH Wilayah XVI Palu, Kelurahan Petobo, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Selain uji lapangan, penelitian ini juga didukung dengan data laboratorium berupa uji analisa saringan, batas-batas Atterberg, geser langsung dan berat isi. Hasil analisa saringan diperoleh bahwa sampel tanah pada titik T1 kedalaman 0,6 m merupakan tanah dengan klasifikasi SC, kedalaman 0,8 m merupakan tanah dengan klasifikasi SM – SC. Titik T2 merupakan tanah dengan klasifikasi SC. Pengujian batas-batas Atterberg dengan melihat nilai PI pada diagram plastisitas menunjukkan bahwa tanah pada titik T1 kedalaman 0,6 m masuk ke dalam klasifikasi CL, kedalaman 0,8 m masuk ke dalam klasifikasi ML. Titik T2 merupakan klasifikasi CL, serta nilai LL < 35 % maka semua sampel termasuk ke dalam kriteria yang berpotensi terjadi likuefaksi. Pengujian geser langsung diperoleh nilai kohesi pada titik T1 adalah 0,085 kg/cm2 dengan sudut geser sebesar 41,153° merupakan jenis tanah pasir berlempung. Titik T2 diperoleh nilai kohesi 0,145 kg/cm2 dengan nilai sudut geser 18,881° merupakan jenis tanah lempung. Pengujian SWS diperoleh hasil pada titik T1 kedalaman 0,12 m – 2,50 m berpotensi likuefaksi kecuali kedalaman 2,70 m. Titik T2 kedalaman 0,07 m – 6,50 m berpotensi terjadi likuefaksi kecuali kedalaman 6,68 m. Hasil perhitungan CPT didapatkan tanah pada titik T1 kedalaman 0,2 m – 0,8 m tidak berpotensi likuefaksi, kedalaman 1 m – 6,2 m berpotensi likuefaksi, dan pada kedalaman 6,4 m – 10,4 m tidak berpotensi likuefaksi. Titik T2 pada kedalaman 0,2 m tidak berpotensi likuefaksi, kedalaman 0,4 m – 4,6 m berpotensi likuefaksi, dan pada kedalaman 4,8 m – 5,4 m tidak berpotensi likuefaksi
Title: POTENSI LIKUEFAKSI DI DAERAH PETOBO PALU BERDASARKAN HASIL UJI CPT DAN SWS
Description:
Peristiwa likuefaksi yang terjadi di Kelurahan Petobo Kota Palu Sulawesi Tengah diakibatkan oleh gempa bumi 28 September 2018 dengan magnitudo 7,4 Mw.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tanah dan potensi terjadinya likuefaksi di Kantor BPKH Wilayah XVI Palu berdasarkan uji Swedish Weight Sounding (SWS) dan Cone Penetration Test (CPT).
Pengujian dilakukan di area Kantor BPKH Wilayah XVI Palu, Kelurahan Petobo, Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Selain uji lapangan, penelitian ini juga didukung dengan data laboratorium berupa uji analisa saringan, batas-batas Atterberg, geser langsung dan berat isi.
Hasil analisa saringan diperoleh bahwa sampel tanah pada titik T1 kedalaman 0,6 m merupakan tanah dengan klasifikasi SC, kedalaman 0,8 m merupakan tanah dengan klasifikasi SM – SC.
Titik T2 merupakan tanah dengan klasifikasi SC.
Pengujian batas-batas Atterberg dengan melihat nilai PI pada diagram plastisitas menunjukkan bahwa tanah pada titik T1 kedalaman 0,6 m masuk ke dalam klasifikasi CL, kedalaman 0,8 m masuk ke dalam klasifikasi ML.
Titik T2 merupakan klasifikasi CL, serta nilai LL < 35 % maka semua sampel termasuk ke dalam kriteria yang berpotensi terjadi likuefaksi.
Pengujian geser langsung diperoleh nilai kohesi pada titik T1 adalah 0,085 kg/cm2 dengan sudut geser sebesar 41,153° merupakan jenis tanah pasir berlempung.
Titik T2 diperoleh nilai kohesi 0,145 kg/cm2 dengan nilai sudut geser 18,881° merupakan jenis tanah lempung.
Pengujian SWS diperoleh hasil pada titik T1 kedalaman 0,12 m – 2,50 m berpotensi likuefaksi kecuali kedalaman 2,70 m.
Titik T2 kedalaman 0,07 m – 6,50 m berpotensi terjadi likuefaksi kecuali kedalaman 6,68 m.
Hasil perhitungan CPT didapatkan tanah pada titik T1 kedalaman 0,2 m – 0,8 m tidak berpotensi likuefaksi, kedalaman 1 m – 6,2 m berpotensi likuefaksi, dan pada kedalaman 6,4 m – 10,4 m tidak berpotensi likuefaksi.
Titik T2 pada kedalaman 0,2 m tidak berpotensi likuefaksi, kedalaman 0,4 m – 4,6 m berpotensi likuefaksi, dan pada kedalaman 4,8 m – 5,4 m tidak berpotensi likuefaksi.

Related Results

STUDI PEMODELAN PERKUATAN TANAH PASIR TERHADAP LIKUEFAKSI DENGAN GEOTEKSTIL DAN KERIKIL UNTUK PONDASI DANGKAL
STUDI PEMODELAN PERKUATAN TANAH PASIR TERHADAP LIKUEFAKSI DENGAN GEOTEKSTIL DAN KERIKIL UNTUK PONDASI DANGKAL
Pada 28 September 2018 pukul 17.02 WIB gempa mengguncang kota Palu, Sigi dan Donggala. Dengan kekuatan 7,4 SR Magnitude dengan kedalaman 10 km, gempa tersebut mengakibatkan t...
Seismic anisotropy and velocity structure in North Island, New Zealand
Seismic anisotropy and velocity structure in North Island, New Zealand
<p>This thesis investigates crustal and upper mantle seismic anisotropy, via shear wave splitting (SWS) analysis, across the Hikurangi subduction zone of the North Island, Ne...
Irlan Fery Jenis-Jenis Pajak Daerah, Retribusi Daerah Berpengaruh Terhadap Potensi Pendapatan Asli Daerah Era Covid-19
Irlan Fery Jenis-Jenis Pajak Daerah, Retribusi Daerah Berpengaruh Terhadap Potensi Pendapatan Asli Daerah Era Covid-19
Jenis-Jenis  Pajak  Daerah, Retribusi Daerah Berpengaruh Terhadap Potensi Pendapatan Asli Daerah Era Covid-19   Irlan Fery   Fakultas Ekonomi Akuntansi Seko...
Regulation of carnitine palmitoyltransferase in vivo by glucagon and insulin
Regulation of carnitine palmitoyltransferase in vivo by glucagon and insulin
Carnitine palmitoyltransferase (CPT total) activity and synthesis increase in states where the insulin/glucagon ratio is low, such as starvation and diabetes [Brady & Brady (19...
The Effectiveness of Petobo Temporary Shelter
The Effectiveness of Petobo Temporary Shelter
Temporary shelter (huntara) is one of the government's solutions in undertaking victims after a disaster. Shelter of Petobo is one of the temporary shelters built by the government...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., &amp; Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...

Back to Top