Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

UNSUR KEARIFAN LOKAL DALAM PENAMAAN PAGUYUBAN SENI REYOG SEBAGAI UPAYA PEMERTAHANAN BAHASA JAWA KUNA

View through CrossRef
Nama merupakan identitas sosial sebagai penanda objek salah satunya adalah penamaan paguyuban Reyog Ponorogo. Sebagai kesenian tradisional, kesenian ini masih Mempertahankan pengunaan nama dengan Bahasa Jawa Kuna sebagai salah satu identitas budaya etnik Jawa Panaragan. Pengunaan nama tersebut salah satu yang melatar belakangi adalah kearifan lokal sebagai upaya pemertahanan bahasa Jawa Kuna. Penelitian ini memiliki beberapa tujuan: (1) Mendeskripsikan jenis kearifan lokal apa saja yang melatar belakangi penamaan paguyuban Reyog Ponorogo (2) Mendeskripsikan makna yang terdapat dalam paguyuba Reyog Ponorogo (3) faktor apa saja yang melatar belakangi pemertahanan bahasa Jawa Kuna dalam penamaan Paguyuban Reyog. Data berupa nama-nama paguyuban Reyog yang diperoleh dari Dinas Pariwisata diambil secara purposif sampling dan wawancara serta interprestasi dengan mengunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil temuan dalam penelitian ini yang melatar belakangi faktor eksistensi pengunaan Bahasa Jawa Kuna dalam Paguyiban Reyog karena faktor mempertimbangkan kearifan lokal seperti kearifan lokasi kearifan historis kearifan kualitas kearifan pendidikan, kearifan harapan. Kearifan tersebut tercermin dibalik makna nama paguyuban Reyog dan bertahan dalam pengunaan Bahasa Jawa Kuna karena sikap masyarakat yang memiliki sikap primodialisme dan etnosentris positif sehingga nama pegunaan Bahasa Jawa Kuna masih bertahan dalam pengunaan nama paguyuban Reyog
Title: UNSUR KEARIFAN LOKAL DALAM PENAMAAN PAGUYUBAN SENI REYOG SEBAGAI UPAYA PEMERTAHANAN BAHASA JAWA KUNA
Description:
Nama merupakan identitas sosial sebagai penanda objek salah satunya adalah penamaan paguyuban Reyog Ponorogo.
Sebagai kesenian tradisional, kesenian ini masih Mempertahankan pengunaan nama dengan Bahasa Jawa Kuna sebagai salah satu identitas budaya etnik Jawa Panaragan.
Pengunaan nama tersebut salah satu yang melatar belakangi adalah kearifan lokal sebagai upaya pemertahanan bahasa Jawa Kuna.
Penelitian ini memiliki beberapa tujuan: (1) Mendeskripsikan jenis kearifan lokal apa saja yang melatar belakangi penamaan paguyuban Reyog Ponorogo (2) Mendeskripsikan makna yang terdapat dalam paguyuba Reyog Ponorogo (3) faktor apa saja yang melatar belakangi pemertahanan bahasa Jawa Kuna dalam penamaan Paguyuban Reyog.
Data berupa nama-nama paguyuban Reyog yang diperoleh dari Dinas Pariwisata diambil secara purposif sampling dan wawancara serta interprestasi dengan mengunakan pendekatan deskriptif kualitatif.
Hasil temuan dalam penelitian ini yang melatar belakangi faktor eksistensi pengunaan Bahasa Jawa Kuna dalam Paguyiban Reyog karena faktor mempertimbangkan kearifan lokal seperti kearifan lokasi kearifan historis kearifan kualitas kearifan pendidikan, kearifan harapan.
Kearifan tersebut tercermin dibalik makna nama paguyuban Reyog dan bertahan dalam pengunaan Bahasa Jawa Kuna karena sikap masyarakat yang memiliki sikap primodialisme dan etnosentris positif sehingga nama pegunaan Bahasa Jawa Kuna masih bertahan dalam pengunaan nama paguyuban Reyog.

Related Results

SISTEM MANAJEMEN PAGUYUBAN REYOG PONOROGO JABODETABEK
SISTEM MANAJEMEN PAGUYUBAN REYOG PONOROGO JABODETABEK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang Sistem manajemen Paguyuban Reyog Ponorogo di Jabodetabek. Paguyuban Reyog Ponorogo ini merupakan organisasi yang masih eksis ...
Kearifan Lokal dalam Seni Reyog Ponorogo
Kearifan Lokal dalam Seni Reyog Ponorogo
Reyog Ponorogo adalah salah satu kesenian tradisional berupa tari yang berasal dari Jawa Timur. Reyog merupakan seni yang memadukan banyak unsur, mulai dari tari, musik, pencak sil...
PEMILIHAN DAN PEMERTAHANAN BAHASA JAWA PADA KAUM PEREMPUAN PESISIR REMBANG
PEMILIHAN DAN PEMERTAHANAN BAHASA JAWA PADA KAUM PEREMPUAN PESISIR REMBANG
Pada masyarakat Jawa, pemilihan sebuah kode (bahasa/ragam) ditentukan oleh banyak faktor, misalnya: usia, jenis kelamin, derajat sosial, pangkat, tempat, diksi, dan ragam. Peneliti...
Strategi Menjaga Eksistensi Kearifan Lokal sebagai Identitas Nasional di Era Disrupsi
Strategi Menjaga Eksistensi Kearifan Lokal sebagai Identitas Nasional di Era Disrupsi
Penelitian ini memiliki fokus untuk mengetahui keterkaitan antara kearifan lokal dengan identitas nasional, tantangan kearifan lokal di era disrupsi, dan strategi menjaga eksistens...
PENGAJARAN BAHASA DAN SASTRA SASAK DI SEKOLAH (Hambatan dan Alternatif Pemecahannya)
PENGAJARAN BAHASA DAN SASTRA SASAK DI SEKOLAH (Hambatan dan Alternatif Pemecahannya)
Di dunia saat ini, terdapat tidak kurang dari 6000 bahasa. Separuh dari bahasa-bahasa tersebut terancam punah. Dari jumlah 6000 bahasa tersebut, sebanyak 746 bahasa berada di Indon...
BENTUK, MAKNA, DAN FUNGSI GAYA BAHASA SEBAGAI CERMINAN KEARIFAN LOKAL BAHASA KAILI
BENTUK, MAKNA, DAN FUNGSI GAYA BAHASA SEBAGAI CERMINAN KEARIFAN LOKAL BAHASA KAILI
AbstrakKearifan lokal merupakan kecerdasan manusia yang dimiliki oleh kelompok etnik tertentu yang diperoleh melalui pengalaman masyarakat. Namun setakat ini, kearifan lokal terseb...
Kontribusi Remaja Terhadap Pemertahanan Idenitas Budaya Melalui Bahasa Lokal di Desa Dulupi Kecamatan Dulupi Kabupaten Boalemo
Kontribusi Remaja Terhadap Pemertahanan Idenitas Budaya Melalui Bahasa Lokal di Desa Dulupi Kecamatan Dulupi Kabupaten Boalemo
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi remaja dalam pemertahanan identitas budaya melalui penggunaan bahasa lokal di Desa Dulupi, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo. F...
Kategori dan Ekspresi Linguistik dalam Kesenian Reyog Ponorogo, Kajian Etnosemantik
Kategori dan Ekspresi Linguistik dalam Kesenian Reyog Ponorogo, Kajian Etnosemantik
Penelitian ini mengkaji fenomena budaya dan bahasa yang saling berkaitan dan mempengaruhi. Kesenian reyog Ponorogo merupakan salah satu budaya yang menjadi identitas kabupaten Pono...

Back to Top