Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Faktor Penyebab Pneumonia Pada Balita

View through CrossRef
Latar Belakang : Menurut UNICEF dan WHO (tahun 20011), pneumonia merupakan pembunuh anak paling utama yang terlupakan. Pneumonia merupakan penyebab kematian yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan total kem atian akibat AIDS, malaria dan campak. Setiap tahun, lebih dari 2 juta anak meninggal karena pneumonia, berarti 1 dari 5 orang balita meninggal dunia. Pneumonia pada bayi dan balita di Indonesia di perkirakan antara 25-30% per tahun. Perkiraan angka kematian pneumonia secara nasional adalah 8 per 1000 balita atau 165.000 balita per tahun. Jika di hitung, jumlah balita yang meninggal akibat pneumonia di Indonesia dapat mencapai 165.000 orang per tahun, 14.500 per bulan, 574 per hari, 19 orang per jam atau 1 orang balita tiap menit (rustam, 2013). Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Keejadian pneumonia pada balita di RSUD kabupaten bekasi tahun 2015. Metode Penelitian : Metode penelitian yang digunakan adalah metode analitik dengan menggunakan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang mengalami kejadian pneuminia di RSUD Kabupaten tahun 2015 dengan jumlah sampel sebanyak 123 responden.dan tidak yang tidak mengalami pneumonia sebanyak 123 responden. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil penelitian faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadia pneumonia di RSUD Kab Bekasi pada tahun 2015 didapatkan hasil kejadian pneumonia 50% dan tidak tidak pneumonia 50%, dengan hasil uji chi square menunjukkan ada hubungan antara riwayat bayi baru lahir rendah, status gizi, jenis kelamin balita, status imunisasi dengan terjadinya letak sungsang).
Title: Analisis Faktor Penyebab Pneumonia Pada Balita
Description:
Latar Belakang : Menurut UNICEF dan WHO (tahun 20011), pneumonia merupakan pembunuh anak paling utama yang terlupakan.
Pneumonia merupakan penyebab kematian yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan total kem atian akibat AIDS, malaria dan campak.
Setiap tahun, lebih dari 2 juta anak meninggal karena pneumonia, berarti 1 dari 5 orang balita meninggal dunia.
Pneumonia pada bayi dan balita di Indonesia di perkirakan antara 25-30% per tahun.
Perkiraan angka kematian pneumonia secara nasional adalah 8 per 1000 balita atau 165.
000 balita per tahun.
Jika di hitung, jumlah balita yang meninggal akibat pneumonia di Indonesia dapat mencapai 165.
000 orang per tahun, 14.
500 per bulan, 574 per hari, 19 orang per jam atau 1 orang balita tiap menit (rustam, 2013).
Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Keejadian pneumonia pada balita di RSUD kabupaten bekasi tahun 2015.
Metode Penelitian : Metode penelitian yang digunakan adalah metode analitik dengan menggunakan case control.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang mengalami kejadian pneuminia di RSUD Kabupaten tahun 2015 dengan jumlah sampel sebanyak 123 responden.
dan tidak yang tidak mengalami pneumonia sebanyak 123 responden.
Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil penelitian faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadia pneumonia di RSUD Kab Bekasi pada tahun 2015 didapatkan hasil kejadian pneumonia 50% dan tidak tidak pneumonia 50%, dengan hasil uji chi square menunjukkan ada hubungan antara riwayat bayi baru lahir rendah, status gizi, jenis kelamin balita, status imunisasi dengan terjadinya letak sungsang).

Related Results

INTERVENSI KEPERAWATAN DALAM PERAWATAN PASIEN ISPA PADA BALITA DI RUMAH DI KABUPATEN BANDUNG
INTERVENSI KEPERAWATAN DALAM PERAWATAN PASIEN ISPA PADA BALITA DI RUMAH DI KABUPATEN BANDUNG
Penularan influenza pada Balita seringkali terjadi.Dampak yang yang paling dirasakan adalah sesak nafas, pilek, demam, kelelahan dan kelemahan sehingga balita berkurangaktifitasnya...
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTIK PENEMUAN PNEUMONIA BALITA OLEH BIDAN
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTIK PENEMUAN PNEUMONIA BALITA OLEH BIDAN
ABSTRAK   Pneumonia merupakan pembunuh utama balita di dunia yang kurang mendapat perhatian bahkan terlupakan (“the forgotten killer”). Cakupan angka penemuan pneumonia...
Program Pendampingan Keluarga Balita Gizi Kurang di Wilayah Puskesmas Karanganyar Kota Semarang
Program Pendampingan Keluarga Balita Gizi Kurang di Wilayah Puskesmas Karanganyar Kota Semarang
Gizi kurang pada balita masih menjadi permasalahan utama di wilayah Puskesmas Karanganyar, Kota Semarang. Hasil penelusuran data sekunder bulan November 2019 menunjukkan 119 balita...
Hubungan Pengetahuan Sikap dan Tindakan terhadap Status Gizi
Hubungan Pengetahuan Sikap dan Tindakan terhadap Status Gizi
Background: Toddler's nutrition is a serious problem in several areas of Indonesia, one of them is Surabaya. In 2015 Surabaya have 513 toddlers with nutrition status below the red ...
Faktor-Faktor Perilaku Ibu Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita
Faktor-Faktor Perilaku Ibu Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita
Diare merupakan penyebab kematian terbesar ke dua pada Balita di Dunia setelah penyakit Pneumonia. Diare adalah suau keadaan peradangan pada mukosa lambung dan usus halus yang meng...
BRONKOPNEUMONIA PADA ANAK USIA 20 BULAN
BRONKOPNEUMONIA PADA ANAK USIA 20 BULAN
Pneumonia adalah infeksi jaringan paru – paru (Alveoli) yang bersifat akut. Penyebabnya adalah bakteri, virus, jamur, pajanan bahan kimia atau kerusakan fisik dari paru-paru, maupu...

Back to Top