Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pramoedya Ananta Toer di Bawah Cahaya Claude Levi-Strauss: Analisis Struktural Roman Arok-Dedes

View through CrossRef
Sebuah roman sejarah pada dasarnya adalah mitos dan legenda yang memakai baju modern. Roman sejarah ini tidak hanya menarik dari segi teknik bertuturnya, tapi juga isi dan pesannya yang menantang untuk dibedah dengan pisau analisis struktural seperti yang dikembangkan oleh Claude Levi-Strauss. Arok-Dedes mengisahkan peristiwa kudeta pertama dalam sejarah Nusantara. Pramoedya merajut struktur narasi atau relasi penceritaannya berdasarkan kecenderungan ideologi yang dianutnya. Tokoh-tokoh yang terlibat dalam pertikaian yang berlangsung menurut oposisi biner. Misalnya, oposisi Tunggul Ametung yang sudra-satria dengan kaum brahmana dimediasi oleh Ken Arok yang sudra-satria-brahmana. Perspektif itu tampaknya sejalan dengan pandangan Levi-Strauss tentang mitos. Menurutnya, setiap mitos merupakan suatu upaya mengingat kembali hal-hal yang telah lewat. Lebih dari itu, keberadaan mitos dalam suatu masyarakat adalah dalam rangka mengatasi atau memecahkan berbagai kontradiksi empiris yang tidak terpahami atau terpecahkan oleh nalar manusia.
Jurnal Online Dekonstruksi
Title: Pramoedya Ananta Toer di Bawah Cahaya Claude Levi-Strauss: Analisis Struktural Roman Arok-Dedes
Description:
Sebuah roman sejarah pada dasarnya adalah mitos dan legenda yang memakai baju modern.
Roman sejarah ini tidak hanya menarik dari segi teknik bertuturnya, tapi juga isi dan pesannya yang menantang untuk dibedah dengan pisau analisis struktural seperti yang dikembangkan oleh Claude Levi-Strauss.
Arok-Dedes mengisahkan peristiwa kudeta pertama dalam sejarah Nusantara.
Pramoedya merajut struktur narasi atau relasi penceritaannya berdasarkan kecenderungan ideologi yang dianutnya.
Tokoh-tokoh yang terlibat dalam pertikaian yang berlangsung menurut oposisi biner.
Misalnya, oposisi Tunggul Ametung yang sudra-satria dengan kaum brahmana dimediasi oleh Ken Arok yang sudra-satria-brahmana.
Perspektif itu tampaknya sejalan dengan pandangan Levi-Strauss tentang mitos.
Menurutnya, setiap mitos merupakan suatu upaya mengingat kembali hal-hal yang telah lewat.
Lebih dari itu, keberadaan mitos dalam suatu masyarakat adalah dalam rangka mengatasi atau memecahkan berbagai kontradiksi empiris yang tidak terpahami atau terpecahkan oleh nalar manusia.

Related Results

Arok Dedes dan Pararaton: Transformasi Dan Dinamika Sastra dalam Wacana Globalisasi Sastra
Arok Dedes dan Pararaton: Transformasi Dan Dinamika Sastra dalam Wacana Globalisasi Sastra
Arok Dedes karya Pramoedya Ananta Toer (1999) merupakan sebuah potret dinamika sastra sebagai akibat transformasinya dari karya terdahulu, yaitu Pararaton karya sastra Jawa Kuna ya...
KEARIFAN LOKAL DALAM NOVEL AROK DEDES KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER
KEARIFAN LOKAL DALAM NOVEL AROK DEDES KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER
Jurnal ini berjudul “Kearifan Lokal dalam Novel Arok Dedes Karya Pramoedya Ananta Toer”. Penelitian ini dilatar belakangi masalah yang terjadi karena kurangnya novel yang memiliki ...
Hubungan Perilaku Pola Makan dengan Kejadian Anak Obesitas
Hubungan Perilaku Pola Makan dengan Kejadian Anak Obesitas
<p><em><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Times New Roman',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-langua...
Tindak Tutur Ekspresif dalam Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer
Tindak Tutur Ekspresif dalam Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer
This study aims to describe the types of expressive speech acts and strategy used in the novel Bumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer. This type of research is qualitative research ...
Citra Arok dalam Arok Dedes Karya Pramoedya Ananta Toer
Citra Arok dalam Arok Dedes Karya Pramoedya Ananta Toer
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggambaran tokoh Ken Arok dalam novel Arok Dedes karya Pramoedya Ananta Toer serta mengungkap pesan utama yang disampaikan pengarang m...
KEPENARIAN TOKOH KEN DEDES DALAM KEN DEDES: THE SOLILOQUY KARYA MATHEUS WASI BANTOLO
KEPENARIAN TOKOH KEN DEDES DALAM KEN DEDES: THE SOLILOQUY KARYA MATHEUS WASI BANTOLO
The fullness of the work of Ken Dedes: The Soliloquy is an interpretation of a female character named Ken Dedes from the work of Arok The Godfather’s Soliloquy of Matheus Wasi Bant...
Analisis Marginalisasi dan Diskriminasi Tokoh Nyai Ontosoroh dalam Roman Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer
Analisis Marginalisasi dan Diskriminasi Tokoh Nyai Ontosoroh dalam Roman Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer
The aims of this research include: (1) To find out the forms of marginalization and discrimination experienced by the character Nyai Ontosoroh in Pramoedya Ananta Toer's Romance of...
PEMIKIRAN STRUKTURALISME LEVI-STRAUSS
PEMIKIRAN STRUKTURALISME LEVI-STRAUSS
Strukturalisme Levi-Strauss merupakan salah satu paradigma dalam antropologi yang memudahkan kita mengungkap berbagai fenomena budaya yang terjadi dan diekspresikan oleh berbagai s...

Back to Top