Javascript must be enabled to continue!
Analisa Fasilitas Safety Building Sebagai Upaya Pencegahan Kebakaran Di Gedung Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang
View through CrossRef
Abstract: A fire hazard is one of the potential hazards of Occupational Safety and Health or K3 in buildings. In high-rise buildings, escape routes are few and limited, necessitating the implementation of effective, efficient, and integrated fire prevention measures. The purpose of this study is to determine the completeness of safety building facilities, to identify and analyze the feasibility of safety building facility function, and to design efforts to optimize the functional safety building facilities in the C6 FIK UM building. This descriptive qualitative research was conducted in the C6 FIK UM building using the method of observation and document review. Building fire safety inspection observation guidelines (Pd-T-11-2005-C) are used to measure the reliability value of building safety systems (NKSKB), and John Stephenson Associates Fire Training Consultants observation guidelines are used to measure the level of risk and priority of action. The findings of the research and assessment of the NKSKB of the FIK UM building received a score of 89.76 percent and were classified as good. The FIK UM building has a low to moderate risk level, and the priority actions that must be taken are engineering and administrative arrangements. The FIK UM building falls into the good category and can be considered reliable in fire prevention efforts; however, it must be tested, inspected, recorded, and repaired regularly.
Abstrak: Potensi risiko bahaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau K3 pada bangunan gedung salah satunya adalah bahaya kebakaran. Akses menyelamatkan diri pada bangunan gedung bertingkat adalah sedikit dan terbatas, sehingga diperlukan tindakan pencegahan kebakaran yang efektif, efisien, dan terintegritas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelengkapan fasilitas safety building, mengidentifikasi dan menganalisis kelayakan fungsi fasilitas safety building, dan merancang upaya optimalisasi fungsional fasilitas safety building pada gedung C6 FIK UM. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif yang dilakukan di gedung C6 FIK UM dengan metode observasi dan telaah dokumen. Instrumen yang digunakan yaitu pedoman observasi pemeriksaan keselamatan kebakaran bangunan gedung (Pd-T-11-2005-C) dengan mengukur nilai keandalan sistem keselamatan bangunan (NKSKB) dan pedoman observasi John Stephenson Associates Fire Training Consultants dengan mengukur tingkat risiko dan prioritas tindakan. Hasil penelitian dan penilaian NKSKB bangunan gedung FIK UM memperoleh nilai 89,76% dan termasuk dalam kategori baik. Tingkat risiko pada gedung FIK UM yaitu risiko rendah hingga resiko sedang dan prioritas tindakan yang perlu diambil adalah rekayasa teknik dan pengaturan administratif. Gedung FIK UM termasuk dalam kategori baik dan dapat dikatakan handal dalam upaya pencegahan kebakaran, tetapi perlu dilakukan pengujian, pemeriksaan, pencatatan, dan perbaikan secara berkala.
State University of Malang (UM)
Title: Analisa Fasilitas Safety Building Sebagai Upaya Pencegahan Kebakaran Di Gedung Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang
Description:
Abstract: A fire hazard is one of the potential hazards of Occupational Safety and Health or K3 in buildings.
In high-rise buildings, escape routes are few and limited, necessitating the implementation of effective, efficient, and integrated fire prevention measures.
The purpose of this study is to determine the completeness of safety building facilities, to identify and analyze the feasibility of safety building facility function, and to design efforts to optimize the functional safety building facilities in the C6 FIK UM building.
This descriptive qualitative research was conducted in the C6 FIK UM building using the method of observation and document review.
Building fire safety inspection observation guidelines (Pd-T-11-2005-C) are used to measure the reliability value of building safety systems (NKSKB), and John Stephenson Associates Fire Training Consultants observation guidelines are used to measure the level of risk and priority of action.
The findings of the research and assessment of the NKSKB of the FIK UM building received a score of 89.
76 percent and were classified as good.
The FIK UM building has a low to moderate risk level, and the priority actions that must be taken are engineering and administrative arrangements.
The FIK UM building falls into the good category and can be considered reliable in fire prevention efforts; however, it must be tested, inspected, recorded, and repaired regularly.
Abstrak: Potensi risiko bahaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau K3 pada bangunan gedung salah satunya adalah bahaya kebakaran.
Akses menyelamatkan diri pada bangunan gedung bertingkat adalah sedikit dan terbatas, sehingga diperlukan tindakan pencegahan kebakaran yang efektif, efisien, dan terintegritas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelengkapan fasilitas safety building, mengidentifikasi dan menganalisis kelayakan fungsi fasilitas safety building, dan merancang upaya optimalisasi fungsional fasilitas safety building pada gedung C6 FIK UM.
Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif yang dilakukan di gedung C6 FIK UM dengan metode observasi dan telaah dokumen.
Instrumen yang digunakan yaitu pedoman observasi pemeriksaan keselamatan kebakaran bangunan gedung (Pd-T-11-2005-C) dengan mengukur nilai keandalan sistem keselamatan bangunan (NKSKB) dan pedoman observasi John Stephenson Associates Fire Training Consultants dengan mengukur tingkat risiko dan prioritas tindakan.
Hasil penelitian dan penilaian NKSKB bangunan gedung FIK UM memperoleh nilai 89,76% dan termasuk dalam kategori baik.
Tingkat risiko pada gedung FIK UM yaitu risiko rendah hingga resiko sedang dan prioritas tindakan yang perlu diambil adalah rekayasa teknik dan pengaturan administratif.
Gedung FIK UM termasuk dalam kategori baik dan dapat dikatakan handal dalam upaya pencegahan kebakaran, tetapi perlu dilakukan pengujian, pemeriksaan, pencatatan, dan perbaikan secara berkala.
Related Results
Analisis Sistem Proteksi Kebakaran Gedung Laboratorium Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Riau
Analisis Sistem Proteksi Kebakaran Gedung Laboratorium Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Riau
Sistem proteksi kebakaran digunakan untuk mendeteksi dan memadamkan kebakaran sedini mungkin dengan menggunakan peralatan yang digerakkan secara manual dan otomatis. Laboratorium T...
Mitigasi Kebakaran melalui Masyarakat
Mitigasi Kebakaran melalui Masyarakat
Upaya dini pencegahan kebakaran telah mampu menurunkan risiko kecelakaan di lingkungan permukiman padat perkotaan. Penelitian ini bertujuanuntuk mengidentifikasi kebutuhan masyarak...
TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP KELUARGA TERHADAP UPAYA PENCEGAHAN KEBAKARAN RUMAH DI DESA TANJUNGRASA KECAMATAN PATOKBEUSI KABUPATEN SUBANG TAHUN 2022
TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP KELUARGA TERHADAP UPAYA PENCEGAHAN KEBAKARAN RUMAH DI DESA TANJUNGRASA KECAMATAN PATOKBEUSI KABUPATEN SUBANG TAHUN 2022
Kebakaran rumah merupakan kejadian yang tidak diinginkan karena dapat menimbulkan kerugian hingga mengancam jiwa. Keluarga sebagai sistem proteksi utama harus dibekali dengan penge...
PROTEKSI KEBAKARAN PADA GEDUNG RAMAYANA MALL SORONG
PROTEKSI KEBAKARAN PADA GEDUNG RAMAYANA MALL SORONG
Kebakaran adalah peristiwa yang menyebabkan banyak kerugian. Kebakaran di gedung bertingkat akan menimbulkan banyak kerugian. Beberapa peristiwa kebakaran di gedung komersial berla...
Penilaian Tingkat Kerusakan Gedung Pasca Kebakaran
Penilaian Tingkat Kerusakan Gedung Pasca Kebakaran
ABSTRACT The problem of building fires in major cities in Indonesia is a serious problem from various parties. Fires occur due to various things, such as electrical short circuit, ...
Gambaran Umum Proses yang Terjadi dalam Investigasi Kebakaran Liar)
Gambaran Umum Proses yang Terjadi dalam Investigasi Kebakaran Liar)
Investigasi kebakaran hutan secara proaktif memberikan pemahaman yang lebih baik kepada manajer kehutanan, kebakaran, dan penegak hukum tentang kecenderungan penyebab kebakaran hut...
Upaya Pemulihan Ekosistem Gambut Pasca Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Desa Lukun Kecamatan Tebing Tinggi Timur
Upaya Pemulihan Ekosistem Gambut Pasca Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Desa Lukun Kecamatan Tebing Tinggi Timur
AbstractIn Indonesia, forest and land fires have occurred since 1997. As if it has become an annual disaster, forest and land fires still occur, especially in the peat area. Weathe...
Evaluasi Sistem Proteksi Kebakaran pada Gedung Kemuning RSUD Dr. Adnaan WD Kota Payakumbuh
Evaluasi Sistem Proteksi Kebakaran pada Gedung Kemuning RSUD Dr. Adnaan WD Kota Payakumbuh
Keselamatan dari Penghuni Suatu bangunan bertingkat sangat penting terutama gedung rumah sakit. Penelitian ini dilakukan untuk membahas bagaimana sistem proteksi kebakaran pada seb...

