Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PEMANFAATAN DRONE UNTUK MONITORING AKURASI PERENCANAAN TAMBANG BATUBARA TERBUKA

View through CrossRef
ABSTRAK Pertambangan batubara di Indonesia telah mengalami pasang surut harga yang sangat fluktuatif sejak 2012. Hal tersebut berdampak langsung kepada para pelaku usaha pertambangan batubara. Oleh karena itu, efisiensi dalam proses pertambangan harus ditingkatkan termasuk dalam sisi perencanaan. Perencanaan yang baik dan akurat dapat memberikan banyak manfaat yaitu, peningkatan kualitas eksekusi dengan nilai stripping ratio yang optimum, tambang terbentuk rapi sehingga keselamatan kerja meningkat karena lereng terbentuk sesuai dengan desain serta meningkatkan utilisasi dan produktifitas alat. PT Pamapersada Nusantara merupakan salah satu kontraktor pertambangan batubara di Indonesia yang telah melakukan pengukuran akurasi perencanaan tambang sejak 2017 yang dikenal dengan nama MDA (Mine Design Accuracy). Nilai rata-rata MDA untuk proyek-proyek penambangan yang dikerjakan PAMA sejak 2017 hingga 2018 masih berkisar 91%, artinya masih ada 9% dari operasional yang diluar perencanaan baik yang berupa overcut maupun yang undercut dari desain awal. Untuk meningkatkan nilai MDA tersebut, dilakukan terobosan sistem monitoring operasional dengan bantuan drone. Bahkan drone tidak hanya dimanfaatkan untuk monitoring secara visual melalui video saja, tetapi juga digunakan sebagai alat ukur akurasi desain dalam bentuk orthophoto yang di-overlay-kan dengan desain dan cross section dari situasi hasil pemetaan menggunakan drone. Hasil video dari drone dilihat oleh pengawas tambang setiap hari dari sudut pandang yang lebih luas (helicopter view) dengan tujuan pengawas akan lebih jelas dalam menemukan deviasi dan dapat segera melakukan tindakan perbaikan. Hasil orthophoto yang di-overlay-kan dengan desain, dievaluasi secara mingguan oleh mine engineer untuk melihat posisi dan kelurusan tambang yang sedang dikerjakan apakah telah sesuai dengan desain perencanaan. Dan juga sebagai mitigasi terhadap potential problem yang akan muncul karena orthophoto dapat memberikan citra yang lebih jelas (real) dibandingkan hanya melihat kontur tambang. Sedangkan untuk cross section dari hasil situasi drone juga dapat dilakukan secara mingguan agar mine engineer dapat dengan cepat menginformasikan kepada pengawas di lapangan area mana saja yang sudah mendekati desain dan area mana yang masih harus digali. Setelah metode monitoring dan pengukuran menggunakan drone, nilai Mine Desain Accuracy meningkat menjadi 95% di semester 1 tahun 2019. Hal ini berarti pemanfaatan teknologi drone dapat membuat operasional pertambangan yang lebih efektif karena baik pengawas maupun mine engineer sama-sama dapat melihat situasi tambang dengan lebih luas dalam kondisi real. Selain efektif, drone juga dapat meningkatkan efisiensi kerja karena waktu yang dibutuhkan untuk pengambilan situasi lapangan yang berupa video hingga berbentuk data situasi sangat singkat dibandingkan dengan pengambilan data dengan metode lainnya. Kata Kunci: Mine Desain Accuracy, Drone, Stripping Ratio, Orthophoto, Cross Section  ABSTRACT Coal mining in Indonesia has experienced ups and downs in prices that have fluctuated greatly since 2012. This has had a direct impact on coal mining businesses. Therefore, efficiency in the mining process must be increased including in the planning side. Good and accurate planning can provide many benefits, improving the quality of execution with an optimum stripping ratio, the mine is neatly formed so the safety is increased because the slope is formed in accordance with the design and increases the utilization and productivity of production unit. PT Pamapersada Nusantara is a coal mining contractor in Indonesia who has measured accuracy in mine planning since 2017, known as MDA (Mine Design Accuracy). The average MDA for mining projects undertaken by PAMA from 2017 to 2018 is still around 91%, meaning that there are still 9% of operations that are out of planning both in the form of overcuts and undercuts from the initial design. To increase the MDA value, a breakthrough in the operational monitoring system was carried out with the help of drones. Drones are not only used for visual monitoring via video, but are also used as a measurement of design accuracy in the form of orthophoto that is overlaid with the design and cross section of the situation using the drone mapping results. The video results of the drone are seen by the mine supervisor every day from a broader perspective (helicopter view) with the aim of the supervisor being more clear in finding deviations and can immediately take corrective action. The orthophoto results that are overlaid with the design, are evaluated weekly by the mine engineer to see the position and alignment of the mine being worked on whether it is in accordance with the design plan. And also as a mitigation of potential problems that will arise because orthophoto can provide a clearer image (real) than just seeing the contours of the mine. Cross section of the drone situation results can also be done every week so that the mine engineer can quickly inform the field supervisor which areas are close to the design and which areas still need to be excavated. After monitoring and measuring methods using drones, Mine Design Accuracy increased to 95% in semester 1 of 2019. This means that the use of drone technology can make mining operations more effective because both supervisors and mine engineers can see the mine situation more extensive in real conditions. Aside from being effective, drones can also improve work efficiency because the time needed to capture field situations in the form of video to form data is very short compared to data retrieval by other methods. Kata Kunci: Mine Desain Accuracy, Drone, Stripping Ratio, Orthophoto, Cross Section
Title: PEMANFAATAN DRONE UNTUK MONITORING AKURASI PERENCANAAN TAMBANG BATUBARA TERBUKA
Description:
ABSTRAK Pertambangan batubara di Indonesia telah mengalami pasang surut harga yang sangat fluktuatif sejak 2012.
Hal tersebut berdampak langsung kepada para pelaku usaha pertambangan batubara.
Oleh karena itu, efisiensi dalam proses pertambangan harus ditingkatkan termasuk dalam sisi perencanaan.
Perencanaan yang baik dan akurat dapat memberikan banyak manfaat yaitu, peningkatan kualitas eksekusi dengan nilai stripping ratio yang optimum, tambang terbentuk rapi sehingga keselamatan kerja meningkat karena lereng terbentuk sesuai dengan desain serta meningkatkan utilisasi dan produktifitas alat.
PT Pamapersada Nusantara merupakan salah satu kontraktor pertambangan batubara di Indonesia yang telah melakukan pengukuran akurasi perencanaan tambang sejak 2017 yang dikenal dengan nama MDA (Mine Design Accuracy).
Nilai rata-rata MDA untuk proyek-proyek penambangan yang dikerjakan PAMA sejak 2017 hingga 2018 masih berkisar 91%, artinya masih ada 9% dari operasional yang diluar perencanaan baik yang berupa overcut maupun yang undercut dari desain awal.
Untuk meningkatkan nilai MDA tersebut, dilakukan terobosan sistem monitoring operasional dengan bantuan drone.
Bahkan drone tidak hanya dimanfaatkan untuk monitoring secara visual melalui video saja, tetapi juga digunakan sebagai alat ukur akurasi desain dalam bentuk orthophoto yang di-overlay-kan dengan desain dan cross section dari situasi hasil pemetaan menggunakan drone.
Hasil video dari drone dilihat oleh pengawas tambang setiap hari dari sudut pandang yang lebih luas (helicopter view) dengan tujuan pengawas akan lebih jelas dalam menemukan deviasi dan dapat segera melakukan tindakan perbaikan.
Hasil orthophoto yang di-overlay-kan dengan desain, dievaluasi secara mingguan oleh mine engineer untuk melihat posisi dan kelurusan tambang yang sedang dikerjakan apakah telah sesuai dengan desain perencanaan.
Dan juga sebagai mitigasi terhadap potential problem yang akan muncul karena orthophoto dapat memberikan citra yang lebih jelas (real) dibandingkan hanya melihat kontur tambang.
Sedangkan untuk cross section dari hasil situasi drone juga dapat dilakukan secara mingguan agar mine engineer dapat dengan cepat menginformasikan kepada pengawas di lapangan area mana saja yang sudah mendekati desain dan area mana yang masih harus digali.
Setelah metode monitoring dan pengukuran menggunakan drone, nilai Mine Desain Accuracy meningkat menjadi 95% di semester 1 tahun 2019.
Hal ini berarti pemanfaatan teknologi drone dapat membuat operasional pertambangan yang lebih efektif karena baik pengawas maupun mine engineer sama-sama dapat melihat situasi tambang dengan lebih luas dalam kondisi real.
Selain efektif, drone juga dapat meningkatkan efisiensi kerja karena waktu yang dibutuhkan untuk pengambilan situasi lapangan yang berupa video hingga berbentuk data situasi sangat singkat dibandingkan dengan pengambilan data dengan metode lainnya.
 Kata Kunci: Mine Desain Accuracy, Drone, Stripping Ratio, Orthophoto, Cross Section  ABSTRACT Coal mining in Indonesia has experienced ups and downs in prices that have fluctuated greatly since 2012.
This has had a direct impact on coal mining businesses.
Therefore, efficiency in the mining process must be increased including in the planning side.
Good and accurate planning can provide many benefits, improving the quality of execution with an optimum stripping ratio, the mine is neatly formed so the safety is increased because the slope is formed in accordance with the design and increases the utilization and productivity of production unit.
PT Pamapersada Nusantara is a coal mining contractor in Indonesia who has measured accuracy in mine planning since 2017, known as MDA (Mine Design Accuracy).
The average MDA for mining projects undertaken by PAMA from 2017 to 2018 is still around 91%, meaning that there are still 9% of operations that are out of planning both in the form of overcuts and undercuts from the initial design.
To increase the MDA value, a breakthrough in the operational monitoring system was carried out with the help of drones.
Drones are not only used for visual monitoring via video, but are also used as a measurement of design accuracy in the form of orthophoto that is overlaid with the design and cross section of the situation using the drone mapping results.
The video results of the drone are seen by the mine supervisor every day from a broader perspective (helicopter view) with the aim of the supervisor being more clear in finding deviations and can immediately take corrective action.
The orthophoto results that are overlaid with the design, are evaluated weekly by the mine engineer to see the position and alignment of the mine being worked on whether it is in accordance with the design plan.
And also as a mitigation of potential problems that will arise because orthophoto can provide a clearer image (real) than just seeing the contours of the mine.
Cross section of the drone situation results can also be done every week so that the mine engineer can quickly inform the field supervisor which areas are close to the design and which areas still need to be excavated.
After monitoring and measuring methods using drones, Mine Design Accuracy increased to 95% in semester 1 of 2019.
This means that the use of drone technology can make mining operations more effective because both supervisors and mine engineers can see the mine situation more extensive in real conditions.
Aside from being effective, drones can also improve work efficiency because the time needed to capture field situations in the form of video to form data is very short compared to data retrieval by other methods.
 Kata Kunci: Mine Desain Accuracy, Drone, Stripping Ratio, Orthophoto, Cross Section.

Related Results

Gasifikasi Batubara Bawah Tanah: Teknologi Pemanfaatan Batubara Ramah Lingkungan
Gasifikasi Batubara Bawah Tanah: Teknologi Pemanfaatan Batubara Ramah Lingkungan
Di Indonesia, kebutuhan dan distribusi pemanfaatan batubara sangat bervariasi. Hal ini disebabkan oleh tersebarnya industri pengguna batubara, pengangkutan dan penyimpanannya.Kadar...
Penentuan Kandungan Logam Magnetik Komponen Penyusun Abu Layang Batubara
Penentuan Kandungan Logam Magnetik Komponen Penyusun Abu Layang Batubara
Telah dilakukan penelitian penentuan kandungan logam magnetik penyusun abu layang batubara. Abu layang merupakan material berupa serbuk halus yang dihasilkan dari pembakaran batuba...
Teknologi UCG dan Kebutuhan Energi Indonesia
Teknologi UCG dan Kebutuhan Energi Indonesia
Menipisnya cadangan minyak bumi di Indonesia mendorong untuk meningkatkan pemanfaatan energi alternatif. Batubara sebagai salah satu sumber energi alternatif dapat menjadi solusi. ...
REKONSTRUKSI BENTUK DAN FUNGSI STRUKTUR SUMUR PUTARAN PADA TAMBANG BATUBARA ORANJE NASSAU PENGARON
REKONSTRUKSI BENTUK DAN FUNGSI STRUKTUR SUMUR PUTARAN PADA TAMBANG BATUBARA ORANJE NASSAU PENGARON
. Sumur putaran adalah sebutan masyarakat untuk struktur batubata yang terletak di Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar. Struktur ini diduga merupakan sebuah bangunan yang tersisa ...
PENGARUH NILAI KARAKTERISTIK BATUBARA TERHADAP GROSS CALORIFIC VALUE BATUBARA PT BUKIT ASAM
PENGARUH NILAI KARAKTERISTIK BATUBARA TERHADAP GROSS CALORIFIC VALUE BATUBARA PT BUKIT ASAM
PT Bukit Asam Tbk adalah perusahaan bisnis batubara yang cukup besar di Indonesia. Batubara tergolong sumber energi karena memiliki nilai kalor untuk terjadinya pembakaran. Oleh ka...
Life cycle assessment proses pengadaan bahan baku batubara pembangkit listrik tenaga uap Tidore
Life cycle assessment proses pengadaan bahan baku batubara pembangkit listrik tenaga uap Tidore
Penggunaan batubara dalam negeri didominasi oleh sektor pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Kegiatan pendistribusian batubara menuju PLTU merupakan salah satu kegiatan yang membe...
Penentuan Area Prospek untuk Pengembangan Gasifikasi Batubara Bawah Tanah Di Blok A PT ATD, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan
Penentuan Area Prospek untuk Pengembangan Gasifikasi Batubara Bawah Tanah Di Blok A PT ATD, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan
Potensi pengembangan teknologi UCG di Indonesia sangat besar dan tersebar di beberapa cekungan batubara seluruh Indonesia. Salah satu cekungan yang memiliki potensi sumberdaya batu...
Analisis pola distribusi batubara untuk IKM pengguna gasmin batubara di daerah Istimewa Yogyakarta
Analisis pola distribusi batubara untuk IKM pengguna gasmin batubara di daerah Istimewa Yogyakarta
Daerah Istimewa Yogyakarta adalah salah satu wilayah yang sarat berbagai jenis industri kecil dan menengah, terutama industri yang memanfaatkan panas (api) untuk memasak menggunaka...

Back to Top