Javascript must be enabled to continue!
Hubungan kadar zinc serum dengan fungsi kognitif dalam aspek molekuler pada lanjut usia
View through CrossRef
Background: The prevalence of cognitive impairment worldwide, namely mild cognitive impairment over 60 years is around 42%. Cognitive impairment is usually associated with decreased neuronal apoptosis, synaptic dysfunction, decreased myelinated neurons, and thinner brain volume and cerebral cortex. With increasing age, the number of brain neuronal stem cells decreases which stimulates more calcium ions to enter neurons to protect neurons and activate cognitive function. Food intake affects brain function, including zinc which is abundant in the brain, especially the hippocampus and amygdala, so early detection of serum zinc levels is needed.
Purpose: To determine the relationship between serum zinc levels and cognitive function molecularly in the elderly.
Method: Quantitative research with a cross-sectional design, conducted in August - September 2024 at the Tresna Wredha rest home in Bengkulu City. The sampling technique used purposive sampling with a sample size of 60 participants. The independent variable in this study is zinc levels, while the dependent variable is cognitive function in the elderly. The data analysis used was univariate and bivariate, statistical tests using the Mann-Whitney U test.
Results: The average age of the participants was 67.36 years, the majority were female 39 participants (65.0%), had junior high school education 21 participants (35%), and worked as private employees 31 participants (51.7%). The results of the Mann-Whitney U test showed that serum zinc, hemoglobin, and random blood sugar levels had a significant relationship with cognitive function (p = 0.000) based on MoCA-Ina and BDNF values.
Conclusion: There is a significant relationship between serum zinc, hemoglobin, and random blood sugar levels with cognitive function in the elderly.
Keywords: Cognitive Function; Elderly; Serum Zinc.
Pendahuluan: Prevalensi gangguan kognitif di seluruh dunia, yaitu gangguan kognitif ringan di atas 60 tahun adalah sekitar 42%. Gangguan kognitif biasanya berhubungan dengan penurunan apoptosis neuron, disfungsi sinaptik, penurunan neuron bermielin, dan volume otak serta korteks serebral yang lebih tipis. Bertambahnya usia, jumlah sel induk neuron otak menurun yang merangsang lebih banyak ion kalsium memasuki neuron untuk melindungi neuron dan mengaktifkan fungsi kognitif. Asupan makanan memengaruhi fungsi otak, termasuk zinc yang banyak terdapat di otak terutama hipokampus dan amigdala, sehingga diperlukan deteksi dini kadar zinc serum.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kadar zinc serum dengan fungsi kognitif dalam aspek molekuler pada lanjut usia.
Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, dilaksanakan dari bulan Agustus-September 2024 di panti sosial Tresna Wredha Kota Bengkulu. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 60 partisipan. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kadar zinc, sedangkan variabel dependen adalah fungsi kognitif pada lanjut usia. Analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat, uji statistik menggunakan uji Mann-Whitney U.
Hasil: Usia rata-rata partisipan adalah 67.36 tahun, mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 39 (65.0%), menamatkan pendidikan pada tingkat SMP sebanyak 21 partisipan (35%), dan bekerja sebagai karyawan swasta sebanyak 31 (51.7%). Uji Mann-Whitney U menunjukkan bahwa kadar zinc serum, hemoglobin, dan gula darah sewaktu memiliki hubungan signifikan dengan fungsi kognitif (p = 0.000) berdasarkan nilai MoCA-Ina dan BDNF.
Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kadar zinc serum, hemoglobin, dan gula darah sewaktu dengan fungsi kognitif pada lanjut usia.
Kata Kunci: Fungsi Kognitif; Lanjut Usia; Zinc Serum.
Title: Hubungan kadar zinc serum dengan fungsi kognitif dalam aspek molekuler pada lanjut usia
Description:
Background: The prevalence of cognitive impairment worldwide, namely mild cognitive impairment over 60 years is around 42%.
Cognitive impairment is usually associated with decreased neuronal apoptosis, synaptic dysfunction, decreased myelinated neurons, and thinner brain volume and cerebral cortex.
With increasing age, the number of brain neuronal stem cells decreases which stimulates more calcium ions to enter neurons to protect neurons and activate cognitive function.
Food intake affects brain function, including zinc which is abundant in the brain, especially the hippocampus and amygdala, so early detection of serum zinc levels is needed.
Purpose: To determine the relationship between serum zinc levels and cognitive function molecularly in the elderly.
Method: Quantitative research with a cross-sectional design, conducted in August - September 2024 at the Tresna Wredha rest home in Bengkulu City.
The sampling technique used purposive sampling with a sample size of 60 participants.
The independent variable in this study is zinc levels, while the dependent variable is cognitive function in the elderly.
The data analysis used was univariate and bivariate, statistical tests using the Mann-Whitney U test.
Results: The average age of the participants was 67.
36 years, the majority were female 39 participants (65.
0%), had junior high school education 21 participants (35%), and worked as private employees 31 participants (51.
7%).
The results of the Mann-Whitney U test showed that serum zinc, hemoglobin, and random blood sugar levels had a significant relationship with cognitive function (p = 0.
000) based on MoCA-Ina and BDNF values.
Conclusion: There is a significant relationship between serum zinc, hemoglobin, and random blood sugar levels with cognitive function in the elderly.
Keywords: Cognitive Function; Elderly; Serum Zinc.
Pendahuluan: Prevalensi gangguan kognitif di seluruh dunia, yaitu gangguan kognitif ringan di atas 60 tahun adalah sekitar 42%.
Gangguan kognitif biasanya berhubungan dengan penurunan apoptosis neuron, disfungsi sinaptik, penurunan neuron bermielin, dan volume otak serta korteks serebral yang lebih tipis.
Bertambahnya usia, jumlah sel induk neuron otak menurun yang merangsang lebih banyak ion kalsium memasuki neuron untuk melindungi neuron dan mengaktifkan fungsi kognitif.
Asupan makanan memengaruhi fungsi otak, termasuk zinc yang banyak terdapat di otak terutama hipokampus dan amigdala, sehingga diperlukan deteksi dini kadar zinc serum.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kadar zinc serum dengan fungsi kognitif dalam aspek molekuler pada lanjut usia.
Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, dilaksanakan dari bulan Agustus-September 2024 di panti sosial Tresna Wredha Kota Bengkulu.
Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 60 partisipan.
Variabel independen dalam penelitian ini adalah kadar zinc, sedangkan variabel dependen adalah fungsi kognitif pada lanjut usia.
Analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat, uji statistik menggunakan uji Mann-Whitney U.
Hasil: Usia rata-rata partisipan adalah 67.
36 tahun, mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 39 (65.
0%), menamatkan pendidikan pada tingkat SMP sebanyak 21 partisipan (35%), dan bekerja sebagai karyawan swasta sebanyak 31 (51.
7%).
Uji Mann-Whitney U menunjukkan bahwa kadar zinc serum, hemoglobin, dan gula darah sewaktu memiliki hubungan signifikan dengan fungsi kognitif (p = 0.
000) berdasarkan nilai MoCA-Ina dan BDNF.
Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kadar zinc serum, hemoglobin, dan gula darah sewaktu dengan fungsi kognitif pada lanjut usia.
Kata Kunci: Fungsi Kognitif; Lanjut Usia; Zinc Serum.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Faktor yang Mempengaruhi Fungsi Kognitif Pada Lansia
Faktor yang Mempengaruhi Fungsi Kognitif Pada Lansia
Perubahan mental yang dialami lanjut usia diantaranya perubahan kepribadian, memori, dan perubahan intelegensi, diantaranya: perkembangan dunia, pertambahan usia, faktor geografis,...
PEMERIKSAAN FUNGSI PENGHIDU SEBAGAI SALAH SATU UPAYA
DETEKSI DINI GANGGUAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA
PEMERIKSAAN FUNGSI PENGHIDU SEBAGAI SALAH SATU UPAYA
DETEKSI DINI GANGGUAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA
Penurunan kognitif akibat usia berdampak besar bagi kehidupan sehari-hari lansia dan peningkatan risiko kematiannya, serta menimbulkan beban yang besar bagi masyarakat. Domain kogn...
Hubungan Fungsi Kognitif Dengan Resiko Jatuh Pada Lanjut Usia
Hubungan Fungsi Kognitif Dengan Resiko Jatuh Pada Lanjut Usia
Usia lanjut merupakan tahapan akhir kehidupan manusia yang disertai dengan perubahan fungsi organ tubuh. Salah satu perubahan fungsi organ yang terjadi adalah perubahan fungsi neur...
Gambaran Fungsi Kognitif pada Lansia dengan Hipertensi
Gambaran Fungsi Kognitif pada Lansia dengan Hipertensi
Seiring bertambahnya usia lansia mengalami proses penuaan. Pada proses ini beberapa lansia akan mengalami masalah kesehatan salah satunya hipertensi. Hipertensi ini berpengaruh pad...
A New Method for Calculating Zinc Content and Determining Appropriate Zinc Levels in Foods
A New Method for Calculating Zinc Content and Determining Appropriate Zinc Levels in Foods
Calculating the zinc content per 100 kcal, 100 g or 100 mL, or the reference amount customarily consumed (RACC) of food shows the zinc content of some foods inappropriately. So, ma...
Pemberian Terapi Reminiscence Terhadap Peningkatan Fungsi Kognitif Pada Lansia
Pemberian Terapi Reminiscence Terhadap Peningkatan Fungsi Kognitif Pada Lansia
Lansia merupakan kelompok individu yang telah memasuki tahap akhir fase kehidupan, dimana banyak sekali permasalahan yang sering dihadapi para lansia salah satunya adalah menurunny...

