Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Diagnosis Dan Tatalaksana Terkini Retinopati Autoimun : Sebuah Tinjauan Pustaka

View through CrossRef
Retinopati autoimun adalah penyakit inflamasi menyebabkan kehilangan penglihatan progresif akibat respons autoimun terhadap protein retina, terutama sel photoreceptor dan sel bipolar. Terbagi menjadi dua subtipe utama, yaitu Retinopati Paraneoplastik Carcinoma-Associated Retinopathy (CAR) dan Melanoma-Associated Retinopathy (MAR) serta Retinopati Autoimun Nonparaneoplastik (npAIR). Diagnosis retinopati autoimun masih menjadi tantangan karena belum ada kriteria standar yang baku, meskipun kriteria diagnostik esensial mencakup disfungsi visual, kelainan elektroretinogram, keberadaan antibodi anti-retina, tidak adanya lesi fundus maupun inflamasi intraokular. Saat ini, belum ada protokol terapi standar yang berbasis bukti, namun intervensi imunosupresif seperti steroid sistemik, agen penghemat steroid, terapi lokal, dan agen biologik telah digunakan untuk memperlambat progresi penyakit. Penelitian ini merupakan tinjauan pustaka yang bertujuan mengkaji aspek diagnosis dan tatalaksana terkini AIR berdasarkan 11 artikel ilmiah yang dipilih dari database Google Scholar dan PubMed dengan kriteria inklusi terbaru (2020–2025). Retinopati autoimun merupakan penyakit dengan mekanisme imunopatologis multifaktorial yang melibatkan imunitas humoral dan seluler. Diagnosis dini, pemantauan ketat fungsi retina, serta pemilihan terapi imunosupresif yang tepat menjadi kunci untuk mencegah kerusakan retina lebih lanjut. Hasil tinjauan ini diharapkan dapat memberikan panduan komprehensif serta mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan untuk pengelolaan retinopati autoimun di masa depan.
Title: Diagnosis Dan Tatalaksana Terkini Retinopati Autoimun : Sebuah Tinjauan Pustaka
Description:
Retinopati autoimun adalah penyakit inflamasi menyebabkan kehilangan penglihatan progresif akibat respons autoimun terhadap protein retina, terutama sel photoreceptor dan sel bipolar.
Terbagi menjadi dua subtipe utama, yaitu Retinopati Paraneoplastik Carcinoma-Associated Retinopathy (CAR) dan Melanoma-Associated Retinopathy (MAR) serta Retinopati Autoimun Nonparaneoplastik (npAIR).
Diagnosis retinopati autoimun masih menjadi tantangan karena belum ada kriteria standar yang baku, meskipun kriteria diagnostik esensial mencakup disfungsi visual, kelainan elektroretinogram, keberadaan antibodi anti-retina, tidak adanya lesi fundus maupun inflamasi intraokular.
Saat ini, belum ada protokol terapi standar yang berbasis bukti, namun intervensi imunosupresif seperti steroid sistemik, agen penghemat steroid, terapi lokal, dan agen biologik telah digunakan untuk memperlambat progresi penyakit.
Penelitian ini merupakan tinjauan pustaka yang bertujuan mengkaji aspek diagnosis dan tatalaksana terkini AIR berdasarkan 11 artikel ilmiah yang dipilih dari database Google Scholar dan PubMed dengan kriteria inklusi terbaru (2020–2025).
Retinopati autoimun merupakan penyakit dengan mekanisme imunopatologis multifaktorial yang melibatkan imunitas humoral dan seluler.
Diagnosis dini, pemantauan ketat fungsi retina, serta pemilihan terapi imunosupresif yang tepat menjadi kunci untuk mencegah kerusakan retina lebih lanjut.
Hasil tinjauan ini diharapkan dapat memberikan panduan komprehensif serta mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan untuk pengelolaan retinopati autoimun di masa depan.

Related Results

Summary
Summary
RESUMÉKapitlet indeholder en kortfattet litteraturgennemgang med særligt vægt på epidemiologiske aspekter af diabetiske øjenmanifestationer samt en beskrivelse af formålet med den ...
PREVALENSI RETINOPATI DIABETIK PADA POLIKLINIK ILMU KESEHATAN MATA SELANG SATU TAHUN
PREVALENSI RETINOPATI DIABETIK PADA POLIKLINIK ILMU KESEHATAN MATA SELANG SATU TAHUN
Abstract: Diabetic retinopathy  is a disease that tends to damage retinal microvasculature as chronic progressive, related with the old hyperglycaemia and also connected with diabe...
Hubungan Kadar HbA1c dengan Komplikasi Retinopati Diabetik di RSUD Al-Ihsan
Hubungan Kadar HbA1c dengan Komplikasi Retinopati Diabetik di RSUD Al-Ihsan
Abstract. Diabetic retinopathy is a microvascular complication of diabetes mellitus that may lead to visual impairment and blindness. Hemoglobin A1c (HbA1c) is commonly used as an ...
Karakteristik Penderita Retinopati Diabetic
Karakteristik Penderita Retinopati Diabetic
Diabetes ialah penyakit kronik yang seringkali menimbulkan komplikasi. Data dari International Diabetes Federation (IDF) memperlihatkan di tahun 2019, lebih dari 463 juta orang aka...
EVALUASI HASIL TATALAKSANA LASER FOTOKOAGOLASI RETINA PADA PASIEN RETINOPATI DIABETIK DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK
EVALUASI HASIL TATALAKSANA LASER FOTOKOAGOLASI RETINA PADA PASIEN RETINOPATI DIABETIK DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK
Latar belakang:Laser fotokoagulasi retina merupakan tatalaksana utama pada retinopati diabetik. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hasil tatalaksana laser fotokoagulasi pada pa...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Karakteristik Retinopati Diabetik NPDR dan PDR di RSUD Al-Ihsan
Karakteristik Retinopati Diabetik NPDR dan PDR di RSUD Al-Ihsan
Abstract. Diabetes mellitus (DM) continues to increase in Indonesia, reaching 19.4 million cases in 2021, with type 2 DM dominating more than 90% of cases; this increase has implic...

Back to Top