Javascript must be enabled to continue!
Filsafat Kelepasan dalam Yoga Sutra Patanjali
View through CrossRef
<p><em>Yoga is a way to connect oneself to God. The term ‘yoga’ can be found in various sruti and smerti texts. Specifically, yoga is described in Indian philosophy (darsana), otherwise known as the yoga sutras composed by Maharsi Patanjali. Patanjali's teachings emphasize devotion to God (Isvara). Only by Bhakti can Yogis (one who practice the discipline of yoga) attain eternal happiness free from any disease or suffering (klesa). Patanjali systematically compiles the discipline that must be carried out by Yogis, namely by implementing the Astanga Yoga discipline which emphasizes Bhakti to God by reciting the holy script OM as a symbol of God in the form of Nirguna Brahman. This can be achieved through Raja yoga which is divided into two parts. First, bahiranga includes Yama, niyama, Asana, Pranayama and pratyahara. This is called indirect or external help. Second, antaranga includes Dharana, Dhyana and Samadhi, namely direct help from within.</em></p><p><em>Yoga adalah jalan untuk menghubungkan diri kepada Tuhan, kata yoga dapat ditemukan di berbagai teks sruti maupun smerti. Secara spesifik yoga dijelaskan dalam filsafat India (darsana), atau dikenal dengan yoga sutra yang disusun oleh Maharsi Patanjali. Ajaran Patanjali menekankan tentang Bhakti kepada Tuhan (Isvara). Hanya dengan Bhakti para Yogi (seseorang yang menjalankan disiplin yoga) dapat mencapai kebahagiaan abadi yang tidak terikat dari segala penyakit atau penderitaan (klesa). Patanjali menyusun secara sistematis tentang disiplin yang harus dilakukan oleh para Yogi, yaitu dengan melaksanakan disiplin Astanga Yoga yang di dalamnya menekankan Bhakti kepada Tuhan dengan mengucapkan aksara suci OM sebagai simbol Tuhan dalam wujud Nirguna Brahman. Hal tersebut dapat ditempuh melalui Raja yoga yang dibagi menjadi dua bagian. Pertama, bahiranga meliputi Yama, niyama, Asana, Pranayama dan pratyahara. Ini disebut pertolongan-pertolongan yang tak langsung atau yang datang dari luar. Kedua, antaranga meliputi Dharana, Dhyana dan Samadhi, yakni pertolongan-pertolongan langsung dari dalam.</em></p>
Title: Filsafat Kelepasan dalam Yoga Sutra Patanjali
Description:
<p><em>Yoga is a way to connect oneself to God.
The term ‘yoga’ can be found in various sruti and smerti texts.
Specifically, yoga is described in Indian philosophy (darsana), otherwise known as the yoga sutras composed by Maharsi Patanjali.
Patanjali's teachings emphasize devotion to God (Isvara).
Only by Bhakti can Yogis (one who practice the discipline of yoga) attain eternal happiness free from any disease or suffering (klesa).
Patanjali systematically compiles the discipline that must be carried out by Yogis, namely by implementing the Astanga Yoga discipline which emphasizes Bhakti to God by reciting the holy script OM as a symbol of God in the form of Nirguna Brahman.
This can be achieved through Raja yoga which is divided into two parts.
First, bahiranga includes Yama, niyama, Asana, Pranayama and pratyahara.
This is called indirect or external help.
Second, antaranga includes Dharana, Dhyana and Samadhi, namely direct help from within.
</em></p><p><em>Yoga adalah jalan untuk menghubungkan diri kepada Tuhan, kata yoga dapat ditemukan di berbagai teks sruti maupun smerti.
Secara spesifik yoga dijelaskan dalam filsafat India (darsana), atau dikenal dengan yoga sutra yang disusun oleh Maharsi Patanjali.
Ajaran Patanjali menekankan tentang Bhakti kepada Tuhan (Isvara).
Hanya dengan Bhakti para Yogi (seseorang yang menjalankan disiplin yoga) dapat mencapai kebahagiaan abadi yang tidak terikat dari segala penyakit atau penderitaan (klesa).
Patanjali menyusun secara sistematis tentang disiplin yang harus dilakukan oleh para Yogi, yaitu dengan melaksanakan disiplin Astanga Yoga yang di dalamnya menekankan Bhakti kepada Tuhan dengan mengucapkan aksara suci OM sebagai simbol Tuhan dalam wujud Nirguna Brahman.
Hal tersebut dapat ditempuh melalui Raja yoga yang dibagi menjadi dua bagian.
Pertama, bahiranga meliputi Yama, niyama, Asana, Pranayama dan pratyahara.
Ini disebut pertolongan-pertolongan yang tak langsung atau yang datang dari luar.
Kedua, antaranga meliputi Dharana, Dhyana dan Samadhi, yakni pertolongan-pertolongan langsung dari dalam.
</em></p>.
Related Results
Yoga en la India antigua
Yoga en la India antigua
Las orientaciones precisas de la religión hindú para desarrollar las capacidades del hombre se hallan bajo el nombre de Yoga. El yoga es un conjunto de técnicas de dominio de sí mi...
EFEKTIVITAS YOGA UNTUK MENGURANGI FATIGUE PADA PASIEN KANKER YANG MENJALANI KEMOTERAPI
EFEKTIVITAS YOGA UNTUK MENGURANGI FATIGUE PADA PASIEN KANKER YANG MENJALANI KEMOTERAPI
ABSTRAKLatar Belakang : Cancer Related Fatigue (CRF) adalah manifestasi klinis yang serius dan gejala umum yang dialami oleh pasien kanker. Fatigue adalah salah satu yang paling se...
Ajaran Yoga Dalam Teks Dharma Pātañjala dan Implementasinya di Perguruan Ananda Marga Yoga Denpasar
Ajaran Yoga Dalam Teks Dharma Pātañjala dan Implementasinya di Perguruan Ananda Marga Yoga Denpasar
Teks Dharma Pātañjala adalah teks yang merumuskan ajaran Yoga yang mirip dengan ajaran Yoga Sutra Patanjali. Ananda Marga Yoga sebagai salah satu perguruan Yoga di Bali yang sampai...
Introduction To Human Psychology - Insights from Patanjali’s Yoga Sutra
Introduction To Human Psychology - Insights from Patanjali’s Yoga Sutra
Patanjali’s Yoga Sutra being the central text of Yoga philosophy holds its most important place in the study of Yogic science. Over the centuries this text has left its immense imp...
Yoga Sebagai Sarana Menuju Tuhan Yang Advaita
Yoga Sebagai Sarana Menuju Tuhan Yang Advaita
<p><em>Yoga is becoming an increasingly global activity. This worldwide yoga is only for hatha yoga, not accompanied by the well-known advanced stages of hatha yoga, na...
Posture modification through Sunjeevan Yoga
Posture modification through Sunjeevan Yoga
In this twentieth century with dynamic changing lifestyle, more towards sedentary, growing technologies, crazy working hours, pressures, deadline, competition, responsibilities and...
Arah dan Orientasi Filsafat Ilmu di Indonesia
Arah dan Orientasi Filsafat Ilmu di Indonesia
Filsafat Ilmu merupakan salah satu cabang khusus dari Filsafat yang memiliki kedudukan dan posisi yang strategis dalam membangun paradigma ilmu di Indonesia. Penelitian ini akan me...
Teks-Teks Klasik Yoga dan Refleksinya bagi Pengajaran Yoga di Bali
Teks-Teks Klasik Yoga dan Refleksinya bagi Pengajaran Yoga di Bali
<p><em>The long history of yoga has given birth to a number of important texts that became the source of learning Yoga, at a certain time. Yoga, whose origins are deriv...

