Javascript must be enabled to continue!
Implementasi Multimedia Software Engineering Methodology Pada Pembuatan Perangkat Promosi Wisata
View through CrossRef
Abstract—Artikel ini membahas tentang perbedaan antara multimedia interaktif dan non-interaktif. Multimedia non-interaktif ditampilkan dalam format linier dan pengguna tidak dapat berinteraksi dengan kontennya, sedangkan multimedia interaktif memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dan mengontrol cara konten ditampilkan. Dalam pembuatan produk multimedia, developer biasanya mengacu pada dua metode, yaitu Software Development Lifecycle (SDLC) dan Multimedia Production Stage (MPS). MSEM (Multimedia Software Engineering Methodology) adalah metode pengembangan perangkat lunak yang didesain untuk membantu dalam pembuatan aplikasi multimedia interaktif atau non-interaktif. Studi ini mengkaji manfaat MSEM pada implementasi produk multimedia dengan mempelajari dampak dan manfaat penggunaan MSEM pada perangkat promosi wisata lokal yang memuat multimedia interaktif dan non-interaktif. Manfaat penelitian ini adalah untuk memberikan masukan pihak developer multimedia untuk menggunakan MSEM dalam merencanakan dan mengembangkan produk multimedia.
Abstrak—This article discusses the difference between interactive and non-interactive multimedia. Non-interactive multimedia is displayed in a linear format and users cannot interact with its content, while interactive multimedia allows users to interact and control the way content is displayed. In the creation of multimedia products, developers usually refer to two methods, the Software Development Lifecycle (SDLC) and the Multimedia Production Stage (MPS). MSEM (Multimedia Software Engineering Methodology) is a software development method designed to assist in the creation of interactive or non-interactive multimedia applications. This study examines the benefits of MSEM in multimedia product implementation by studying the impact and benefits of using MSEM in promoting local tourism products containing interactive and non-interactive multimedia. The purpose of this research is to provide input for multimedia developers to use MSEM in planning and developing multimedia products.
University of Surabaya
Title: Implementasi Multimedia Software Engineering Methodology Pada Pembuatan Perangkat Promosi Wisata
Description:
Abstract—Artikel ini membahas tentang perbedaan antara multimedia interaktif dan non-interaktif.
Multimedia non-interaktif ditampilkan dalam format linier dan pengguna tidak dapat berinteraksi dengan kontennya, sedangkan multimedia interaktif memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dan mengontrol cara konten ditampilkan.
Dalam pembuatan produk multimedia, developer biasanya mengacu pada dua metode, yaitu Software Development Lifecycle (SDLC) dan Multimedia Production Stage (MPS).
MSEM (Multimedia Software Engineering Methodology) adalah metode pengembangan perangkat lunak yang didesain untuk membantu dalam pembuatan aplikasi multimedia interaktif atau non-interaktif.
Studi ini mengkaji manfaat MSEM pada implementasi produk multimedia dengan mempelajari dampak dan manfaat penggunaan MSEM pada perangkat promosi wisata lokal yang memuat multimedia interaktif dan non-interaktif.
Manfaat penelitian ini adalah untuk memberikan masukan pihak developer multimedia untuk menggunakan MSEM dalam merencanakan dan mengembangkan produk multimedia.
Abstrak—This article discusses the difference between interactive and non-interactive multimedia.
Non-interactive multimedia is displayed in a linear format and users cannot interact with its content, while interactive multimedia allows users to interact and control the way content is displayed.
In the creation of multimedia products, developers usually refer to two methods, the Software Development Lifecycle (SDLC) and the Multimedia Production Stage (MPS).
MSEM (Multimedia Software Engineering Methodology) is a software development method designed to assist in the creation of interactive or non-interactive multimedia applications.
This study examines the benefits of MSEM in multimedia product implementation by studying the impact and benefits of using MSEM in promoting local tourism products containing interactive and non-interactive multimedia.
The purpose of this research is to provide input for multimedia developers to use MSEM in planning and developing multimedia products.
.
Related Results
Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Abstrak. Urgensi dari Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah menyelesaikan masalah prioritas Kelompok Pemandu Wisata Karst Rammang-Rammang (mitra) yang: (1) masih fokus...
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
<p class="Abstract">Wisata Alam Colo merupakan salah satu tempat wisata yang berkembang di Kabupaten Kudus. Wisata alam ini mempunyai daya tarik baik dari segi fisik alam mau...
Implementasi Multimedia Software Engineering Methodology Pada Pembuatan Perangkat Promosi Wisata
Implementasi Multimedia Software Engineering Methodology Pada Pembuatan Perangkat Promosi Wisata
Artikel ini membahas tentang perbedaan antara multimedia interaktif dan non-interaktif. Multimedia non-interaktif ditampilkan dalam format linier dan pengguna tidak dapat berintera...
PEMBUATAN MURAL PADA DAYA TARIK WISATA AIR TERJUN GREMBENGAN DESA WISATA BONGAN, TABANAN-BALI
PEMBUATAN MURAL PADA DAYA TARIK WISATA AIR TERJUN GREMBENGAN DESA WISATA BONGAN, TABANAN-BALI
Wisata Bongan saat ini tengah dikembangkan untuk menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Desa wisata ini memiliki beragam potensi wisata, baik itu ...
Pembuatan Sistem Informasi Wisata “Go-Selotapak” Berbasis Android
Pembuatan Sistem Informasi Wisata “Go-Selotapak” Berbasis Android
Abstract—Selotapak Village is one of the tourist villages in Trawas. Selotapak Village develops tourism based on natural potential and community empowerment. Therefore, tourist sit...
Multimedia Representation
Multimedia Representation
In recent years, the rapid expansion of multimedia applications, partly due to the exponential growth of the Internet, has proliferated over the daily life of computer users (Yang ...
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Kapasitas pelaku desa wisata di Indonesia umumnya masih rendah terutama para pelaku wisata di desa wisata. Rendahnya kapasitas tersebut dapat dilihat dari pelaku desa wisata yang b...
ANALISIS PUSAT PERTUMBUHAN PARIWISATA DI KABUPATEN LUMAJANG
ANALISIS PUSAT PERTUMBUHAN PARIWISATA DI KABUPATEN LUMAJANG
Kabupaten Lumajang memiliki sejumlah objek wisata yang relatif lengkap, mulai dari objek wisata alam (wisata tirta, hutan wisata, serta panorama alam), objek wisata buatan (taman r...

