Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Karakter Fisikokimia Buah Melon Cantaloupe (Cucumis melo L. var. Cantaloupe) yang Dipanen Awal

View through CrossRef
Melon cantaloupe (Cucumis melo L var. Cantaloupe) merupakan buah klimakterik sehingga cepat mengalami kemunduran kualitas setelah buah dipanen. Buah melon cantaloupe yang dipanen awal setelah matang fisiologi dapat memperpanjang umur simpannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fisikokimia buah melon cantaloupe yang dipanen awal selama penyimpanan. Penelitian dilakukan di greenhouse Kebun Tajur, Pusat Kajian Hortikultura dan Tropika, Institut Pertanian Bogor (PKHT IPB) dan Laboratorium Pascapanen dan Biomassa Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB. Pengamatan kualitas pascapanen dilakukan menggunakan metode nondestruktif dan destruktif. Parameter yang diamati meliputi laju respirasi, produksi etilen, perubahan kerutan kulit, PTT, ATT, dan kandungan vitamin C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah melon cantaloupe yang dipanen 32 hari setelah antesis (HSA) mengalami puncak respirasi pada 7 hari setelah panen (HSP), puncak produksi etilen pada 9 HSP, pengerutan kulit buah pada 18 HSP, kandungan PTT tertinggi (6.99 oBrix), ATT (0.02 mL g-1), rasio PTT/ATT (493.75), dan kandungan vitamin C (20.65 mg (100 g)-1). Kata kunci: buah klimakterik, kualitas pascapanen, umur simpan, produksi etilen
Title: Karakter Fisikokimia Buah Melon Cantaloupe (Cucumis melo L. var. Cantaloupe) yang Dipanen Awal
Description:
Melon cantaloupe (Cucumis melo L var.
Cantaloupe) merupakan buah klimakterik sehingga cepat mengalami kemunduran kualitas setelah buah dipanen.
Buah melon cantaloupe yang dipanen awal setelah matang fisiologi dapat memperpanjang umur simpannya.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fisikokimia buah melon cantaloupe yang dipanen awal selama penyimpanan.
Penelitian dilakukan di greenhouse Kebun Tajur, Pusat Kajian Hortikultura dan Tropika, Institut Pertanian Bogor (PKHT IPB) dan Laboratorium Pascapanen dan Biomassa Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB.
Pengamatan kualitas pascapanen dilakukan menggunakan metode nondestruktif dan destruktif.
Parameter yang diamati meliputi laju respirasi, produksi etilen, perubahan kerutan kulit, PTT, ATT, dan kandungan vitamin C.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah melon cantaloupe yang dipanen 32 hari setelah antesis (HSA) mengalami puncak respirasi pada 7 hari setelah panen (HSP), puncak produksi etilen pada 9 HSP, pengerutan kulit buah pada 18 HSP, kandungan PTT tertinggi (6.
99 oBrix), ATT (0.
02 mL g-1), rasio PTT/ATT (493.
75), dan kandungan vitamin C (20.
65 mg (100 g)-1).
Kata kunci: buah klimakterik, kualitas pascapanen, umur simpan, produksi etilen.

Related Results

Determination of The Loss Ratio on Some Melon Varieties From The Melon Fly, Myiopardalis pardalina (Bigot, 1891) (Diptera: Tephritidae)
Determination of The Loss Ratio on Some Melon Varieties From The Melon Fly, Myiopardalis pardalina (Bigot, 1891) (Diptera: Tephritidae)
It is wel known that the homeland of the Melon (Cucumis melo), which is a one-year reptile body, belonging to the Cucurbitaceae family, is Asia. Iran, Caucasus, Turkey, Afghanistan...
Kajian Semiotika Mantra Banjar
Kajian Semiotika Mantra Banjar
Penelitian ini berkenaan [u1] dengan kajian bentuk fisik, jenis, dan fungsi mantra Banjar. Rumusan masalah penelitian ini ada 4, yakni: (1) bagaimanakah bentuk fisik mantra Banjar?...
Evaluasi Karakteristik Hortikultura Empat Genotipe Melon (Cucumis melo L.) Pusat Kajian Hortikultura Tropika IPB
Evaluasi Karakteristik Hortikultura Empat Genotipe Melon (Cucumis melo L.) Pusat Kajian Hortikultura Tropika IPB
<p>ABSTRACT</p><p>Center for Tropical Horticulture Studies (CTHS) have conducted  melon breeding to meet the need of the expanding melon production  in Indonesia....
Keragaman Genetik dan Heritabilitas Pada Populasi F3 Tanaman Melon (Cucumis melo L.)
Keragaman Genetik dan Heritabilitas Pada Populasi F3 Tanaman Melon (Cucumis melo L.)
Produksi melon mengalami penurunan pada tahun 2016 yaitu 117.341 ton menjadi 92.435 ton pada tahun 2017. Salah satu penyebab hal tersebut terjadi ialah penggunaan bahan tanam yang ...
Pertumbuhan dan Produksi Melon (Cucumis melo L.) pada Perlakuan Pupuk Organik Cair (POC) Sampah Dapur dan Bakteri Paenibacillus polymyxa
Pertumbuhan dan Produksi Melon (Cucumis melo L.) pada Perlakuan Pupuk Organik Cair (POC) Sampah Dapur dan Bakteri Paenibacillus polymyxa
Applying organic fertilizer in crop cultivation aims to increase crop production and the sustainability of agricultural businesses. The experiment aimed to analyze the combination ...
ANALYSIS OF SMALL-SCALE FARMER’S INCOME IN MELON PRODUCTION IN DELTA STATE, NIGERIA
ANALYSIS OF SMALL-SCALE FARMER’S INCOME IN MELON PRODUCTION IN DELTA STATE, NIGERIA
The study analyzed the small-scale farmers’ income in melon production in Delta State, Nigeria. Specific issues examined were the socio-economic characteristics of melon farmers in...
Pengaruh Metode Pemberongsongan Buah Terhadap Produksi Jambu Kristal Di Desa Wergonayan Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen
Pengaruh Metode Pemberongsongan Buah Terhadap Produksi Jambu Kristal Di Desa Wergonayan Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen
Tanaman jambu kristal merupakan tanaman yang saat ini sedang menjadi primadona para petani di Kabupaten Kebumen sehingga banyak sekali petani yang menanamnya dalam skala luas seper...

Back to Top