Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS KESELAMATAN PELAYARAN KAPAL PENUMPANG KM THALIA RUTE PARE-PARE-NUNUKAN

View through CrossRef
Di Indonesia, keselamatan maritim tetap menjadi salah satu isu terpenting karena kecelakaan pelayaran terus terjadi.  Kapal merupakan suatu alat angkut transportasi yang sangat vital untuk mengangkut barang dan penumpang, Adapun yang dimaksud dengan keselamatan pelayaran adalah keadaan kapal yang memenuhi persyaratan, baik material, konstruksi, bangunan, permesinan, perlistrikan, stabilitas, tata susunan serta perlengkapan kapal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengindentifikasi peralatan keselamatan kerja beserta jumlah yang dimiliki dan disesuaikan dengan Permen Perhubungan Nomor 61 Tahun 20019 tentang kelaiklautan kapal penumpang kecepatan tinggi berbendera Indonesia. Untuk menjamin keselamatan kapal, diperlukan proses pemeliharaan atau maintenance pada seluruh alat keselamatan kapal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk analisis keselamatan pelayaran kapal penumpang KM Thalia rute Pare-pare-Nunukan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang menggambarkan keadaan obyek penelitian untuk mengungkapkan masalah atau fakta yang ada secara sistimatis, factual, akurat, serta sifatsifat dan hubungan antar fenomena yang diselidiki. Sedangkan analisis kuantitatif digunakan untuk mengukur atau menguji data sehingga menghasilkan jawaban dari identifikasi masalah. Keselamatan jiwa di laut tidak bergantung dari kapal, awak kapal maupun peralatannya, Sumber daya manusia (SDM) awak kapal terutama nakhoda memiliki peran penting dalam keselamatan dan keamanan pelayaran. Keberhasilan pengangkutan atau pelayaran melalui laut tidak terlepas dari peranan nakhoda yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan rasa tanggung jawab yang besar serta menyeluruh ketika menjalankan tugasnya. Nakhoda merupakan salah seorang dari awak kapal yang menjadi pimpinan tertinggi di kapal yang memiliki wewenang dan tanggung jawab tertentu, secara otomatis nakhoda mengemban tanggung jawab yang berat atas kapal, awak kapal, muatan dan atau penumpang dalam penyelenggaraan pengangkutan, Kesiapan peralatan-peralatan tersebut untuk digunakan sewaktu-waktu dan bagaimana pemeliharaan alat-alat keselamatan tersebut dengan tepat, khususnya dalam keadaan darurat. Diantaranya Sekoci penolong (life boat ), Rakit penolong (Liferaft), Rompi Penolong (Life Jacket). Seluruh crew kapal melaksanakan tugas dengan baik sehingga alat keselamatan siap digunakan apabila terjadi keadaan bahaya
Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin
Title: ANALISIS KESELAMATAN PELAYARAN KAPAL PENUMPANG KM THALIA RUTE PARE-PARE-NUNUKAN
Description:
Di Indonesia, keselamatan maritim tetap menjadi salah satu isu terpenting karena kecelakaan pelayaran terus terjadi.
 Kapal merupakan suatu alat angkut transportasi yang sangat vital untuk mengangkut barang dan penumpang, Adapun yang dimaksud dengan keselamatan pelayaran adalah keadaan kapal yang memenuhi persyaratan, baik material, konstruksi, bangunan, permesinan, perlistrikan, stabilitas, tata susunan serta perlengkapan kapal.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengindentifikasi peralatan keselamatan kerja beserta jumlah yang dimiliki dan disesuaikan dengan Permen Perhubungan Nomor 61 Tahun 20019 tentang kelaiklautan kapal penumpang kecepatan tinggi berbendera Indonesia.
Untuk menjamin keselamatan kapal, diperlukan proses pemeliharaan atau maintenance pada seluruh alat keselamatan kapal.
Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk analisis keselamatan pelayaran kapal penumpang KM Thalia rute Pare-pare-Nunukan.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif.
Penelitian deskriptif adalah penelitian yang menggambarkan keadaan obyek penelitian untuk mengungkapkan masalah atau fakta yang ada secara sistimatis, factual, akurat, serta sifatsifat dan hubungan antar fenomena yang diselidiki.
Sedangkan analisis kuantitatif digunakan untuk mengukur atau menguji data sehingga menghasilkan jawaban dari identifikasi masalah.
Keselamatan jiwa di laut tidak bergantung dari kapal, awak kapal maupun peralatannya, Sumber daya manusia (SDM) awak kapal terutama nakhoda memiliki peran penting dalam keselamatan dan keamanan pelayaran.
Keberhasilan pengangkutan atau pelayaran melalui laut tidak terlepas dari peranan nakhoda yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan rasa tanggung jawab yang besar serta menyeluruh ketika menjalankan tugasnya.
Nakhoda merupakan salah seorang dari awak kapal yang menjadi pimpinan tertinggi di kapal yang memiliki wewenang dan tanggung jawab tertentu, secara otomatis nakhoda mengemban tanggung jawab yang berat atas kapal, awak kapal, muatan dan atau penumpang dalam penyelenggaraan pengangkutan, Kesiapan peralatan-peralatan tersebut untuk digunakan sewaktu-waktu dan bagaimana pemeliharaan alat-alat keselamatan tersebut dengan tepat, khususnya dalam keadaan darurat.
Diantaranya Sekoci penolong (life boat ), Rakit penolong (Liferaft), Rompi Penolong (Life Jacket).
Seluruh crew kapal melaksanakan tugas dengan baik sehingga alat keselamatan siap digunakan apabila terjadi keadaan bahaya.

Related Results

STRATEGI PELAYANAN JASA KEAGENAN KAPAL DI PELAYARAN NASIONAL INDONESIA CABANG BATAM
STRATEGI PELAYANAN JASA KEAGENAN KAPAL DI PELAYARAN NASIONAL INDONESIA CABANG BATAM
Pelayanan jasa keagenan kapal telah berjalan dengan baik, namun masih ditemui permasalahan diantaranya ialah: kurangnya keamanan dalam pelayanan jasa keagenan, adanya keterlambatan...
Aspek Hukum Kapal Patroli Terkait Pengawasan Keselamatan Pelayaran
Aspek Hukum Kapal Patroli Terkait Pengawasan Keselamatan Pelayaran
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan Kapal Patroli dalam melakukan pengawasan keselamatan  pelayaran  di  laut  dalam  wilayah  kerja  Kantor  KSOP  Kelas...
PENGARUH DIMENSI TERHADAP PARAMETER STABILITAS KAPAL-KAPAL PENUMPANG KECIL MATERIAL FRP
PENGARUH DIMENSI TERHADAP PARAMETER STABILITAS KAPAL-KAPAL PENUMPANG KECIL MATERIAL FRP
Abstrak Kontribusi kapal-kapal penumpang kecil kecepatan tinggi (speed-boats) dalam menunjang transportasi penumpang diwilayah kepulauan sangat dibutuhkan. Hal ini terkait dengan k...
PENGARUH TEKANAN REGULASI TERHADAP INOVASI TEKNOLOGI HIJAU DAN KINERJA EKONOMI PADA INDUSTRI PELAYARAN DI SAMARINDA
PENGARUH TEKANAN REGULASI TERHADAP INOVASI TEKNOLOGI HIJAU DAN KINERJA EKONOMI PADA INDUSTRI PELAYARAN DI SAMARINDA
Industri pelayaran  menghadapi tantangan untuk mengurangi kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas usaha mereka  dengan harapan untuk meningkatkan kinerja ekonominya. Pe...
PERAN STASIUN RADIO PANTAI TERHADAP KESELAMATAN PELAYARAN DI ALUR PERAIRAN
PERAN STASIUN RADIO PANTAI TERHADAP KESELAMATAN PELAYARAN DI ALUR PERAIRAN
Salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan transportasi laut sebagaimana yang diamanatkan dalam undang-undang pelayaran adalah terwujudnya keselamatan pelayaran di seluruh w...
Analisis Karakteristik Perjalanan Penumpang Pelabuhan Lembar- Padang Bai Berdasarkan Kriteria Pemilihan Moda Kapal Ferry
Analisis Karakteristik Perjalanan Penumpang Pelabuhan Lembar- Padang Bai Berdasarkan Kriteria Pemilihan Moda Kapal Ferry
Pulau Lombok dan pulau Bali adalah dua provinsi yang terhubung oleh pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Padangbai, dengan salah satu moda yang digunakan transportasi laut dengan kapal f...
<b>Peranan Usaha Jasa Keagenan Kapal dalam Proses <i>Clearance In dan Out</i></b>
<b>Peranan Usaha Jasa Keagenan Kapal dalam Proses <i>Clearance In dan Out</i></b>
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan keagenan kapal pada PT Maritel dalam industri pelayaran. Keagenan kapal merupakan salah satu aspek penting dalam manajemen armad...

Back to Top