Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisa Karakteristik Curah Hujan Dari Data Curah Hujan Satelit GPM Menggunakan Klasifikasi Schmidt-Ferguson di Kabupaten Tanah Laut

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola curah hujan dengan menganalisis karakteristiknya menggunakan metode Schmidt-Ferguson di Kabupaten Tanah Laut. Data yang digunakan berasal dari data curah hujan satelit GPM (Global Precitipation Measurement) yang disediakan oleh NASA melalui website https://giovanni.gsfc.nasa.gov/giovanni/ yang meliputi data sekunder dengan memasukan data tahun pengamatan dari tahun 2014 sampai 2023 dan titik koordinat lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola curah hujan Kabupaten Tanah Laut selama periode tersebut adalah pola Monsoon, dengan peningkatan curah hujan pada bulan Desember, Januari dan Februari. Sebaliknya pada bulan Juli, Agustus, September, Oktober terjadi penurunan curah hujan namun tidak dianggap musim kemarau karena curah hujan masih tinggi. Berdasarkan klasifikasi Schmidt-Ferguson, karakteristik hujan di Kabupaten Tanah Laut termasuk tipe B (Basah) dengan nilai Q sebesar 16,33.
Title: Analisa Karakteristik Curah Hujan Dari Data Curah Hujan Satelit GPM Menggunakan Klasifikasi Schmidt-Ferguson di Kabupaten Tanah Laut
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola curah hujan dengan menganalisis karakteristiknya menggunakan metode Schmidt-Ferguson di Kabupaten Tanah Laut.
Data yang digunakan berasal dari data curah hujan satelit GPM (Global Precitipation Measurement) yang disediakan oleh NASA melalui website https://giovanni.
gsfc.
nasa.
gov/giovanni/ yang meliputi data sekunder dengan memasukan data tahun pengamatan dari tahun 2014 sampai 2023 dan titik koordinat lokasi penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola curah hujan Kabupaten Tanah Laut selama periode tersebut adalah pola Monsoon, dengan peningkatan curah hujan pada bulan Desember, Januari dan Februari.
Sebaliknya pada bulan Juli, Agustus, September, Oktober terjadi penurunan curah hujan namun tidak dianggap musim kemarau karena curah hujan masih tinggi.
Berdasarkan klasifikasi Schmidt-Ferguson, karakteristik hujan di Kabupaten Tanah Laut termasuk tipe B (Basah) dengan nilai Q sebesar 16,33.

Related Results

Prediksi Curah Hujan Menggunakan Data Hujan Satelit CHIRPS dan PERSIANN-CDR di DAS Bedadung Kabupaten Jember
Prediksi Curah Hujan Menggunakan Data Hujan Satelit CHIRPS dan PERSIANN-CDR di DAS Bedadung Kabupaten Jember
Curah hujan merupakan data penting dalam pemodelan hidrologi, pengendalian daya air, perencanaan alokasi air dan pemanfaatan sumber daya air lainnya. Namun, dalam operasionalnya, s...
POTENSI INDIKATIF CADANGAN AIR TANAH DI KABUPATEN BANGLI
POTENSI INDIKATIF CADANGAN AIR TANAH DI KABUPATEN BANGLI
Wilayah pada Kabupaten Bangli merupakan kawasan kabupaten yang tanpa memiliki kawasan pantai serta sebagian besar wilayahnya berada pada daratan tinggi dan hanya sebagian kecil wil...
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. ...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Towards an Understanding of Local African Abolitionism: George Ekem Ferguson, an Unexplored Abolitionist in 19th Century Ghana
Towards an Understanding of Local African Abolitionism: George Ekem Ferguson, an Unexplored Abolitionist in 19th Century Ghana
The research problem discussed in this article centers on the historical role of George Ekem Ferguson, a 19th-century Gold Coast (modern-day Ghana) figure, in the abolition of slav...
Rancang Bangun Penakar Hujan Dengan Peringatan Dini Hujan Lebat Menggunakan Tipping Bucket dan Mikrokontroler ESP32
Rancang Bangun Penakar Hujan Dengan Peringatan Dini Hujan Lebat Menggunakan Tipping Bucket dan Mikrokontroler ESP32
Indonesia merupakan negara yang memiliki dua musim, yaitu musim kemarau dan hujan. Salah satu parameter yang menjadi salah satu penyebab bencana alam ialah hujan Pengamatan curah h...
Penerapan Algoritma Backpropagation Neural Network dalam Memprediksi Curah Hujan Harian Kota Bandung
Penerapan Algoritma Backpropagation Neural Network dalam Memprediksi Curah Hujan Harian Kota Bandung
Abstract. Rain is a common natural phenomenon that is very difficult to predict. Many factors can affect the occurrence of rain, ranging from temperature, humidity, sunlight intens...

Back to Top