Javascript must be enabled to continue!
Skrining Fitokimia Daun Kemangi (Ocimum x africanum)
View through CrossRef
Abstrak. Ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum × africanum) diketahi memiliki kandungan senyawa yang beragam dan diketahui memiliki berbagai macam khasiat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi kandungan senyawa metabolit sekunder dalam ekstrak etanol daun kemangi melalui metode skrining fitokimia. Daun kemangi yang telah dikeringkan diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%, menghasilkan ekstrak kental dengan rendemen sebesar 16,89%. Skrining fitokimia dilakukan terhadap simplisia dan ekstrak yang mencakup pengujian senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid, terpenoid, antarkuinon, serta monoterpenoid dan seskuiterpenoid. Hasil pengujian menunjukkan adanya senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid, terpenoid, dan antarkuinon, sementara monoterpenoid dan seskuiterpenoid tidak terdeteksi. Kandungan senyawa tersebut mendukung potensi terapeutik daun kemangi sebagai agen antibakteri, antioksidan, antiinflamasi, dan antidiabetik. Penelitian ini memberikan dasar ilmiah bagi pemanfaatan Ocimum × africanum dalam pengembangan fitofarmaka berbasis bahan alam dan mendukung upaya pelestarian serta pemanfaatan tanaman obat lokal secara berkelanjutan.
Abstract. The ethanol extract of basil leaves (Ocimum × africanum) is known to contain various compounds with a wide range of pharmacological activities. This study aims to identify the secondary metabolite content in the ethanol extract of basil leaves through a phytochemical screening method. Dried basil leaves were extracted using the maceration method with 96% ethanol as the solvent, resulting in a thick extract with a yield of 16.89%. Phytochemical screening was carried out on both the simplicia and the extract, including tests for alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, steroids, terpenoids, anthraquinones, as well as monoterpenoids and sesquiterpenoids. The results showed the presence of alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, steroids, terpenoids, and anthraquinones, while monoterpenoids and sesquiterpenoids were not detected. These compounds support the therapeutic potential of basil leaves as antibacterial, antioxidant, anti-inflammatory, and antidiabetic agents. This study provides a scientific basis for the utilization of Ocimum × africanum in the development of herbal-based phytopharmaceuticals and supports efforts to preserve and utilize local medicinal plants sustainably.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Skrining Fitokimia Daun Kemangi (Ocimum x africanum)
Description:
Abstrak.
Ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum × africanum) diketahi memiliki kandungan senyawa yang beragam dan diketahui memiliki berbagai macam khasiat.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi kandungan senyawa metabolit sekunder dalam ekstrak etanol daun kemangi melalui metode skrining fitokimia.
Daun kemangi yang telah dikeringkan diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%, menghasilkan ekstrak kental dengan rendemen sebesar 16,89%.
Skrining fitokimia dilakukan terhadap simplisia dan ekstrak yang mencakup pengujian senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid, terpenoid, antarkuinon, serta monoterpenoid dan seskuiterpenoid.
Hasil pengujian menunjukkan adanya senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid, terpenoid, dan antarkuinon, sementara monoterpenoid dan seskuiterpenoid tidak terdeteksi.
Kandungan senyawa tersebut mendukung potensi terapeutik daun kemangi sebagai agen antibakteri, antioksidan, antiinflamasi, dan antidiabetik.
Penelitian ini memberikan dasar ilmiah bagi pemanfaatan Ocimum × africanum dalam pengembangan fitofarmaka berbasis bahan alam dan mendukung upaya pelestarian serta pemanfaatan tanaman obat lokal secara berkelanjutan.
Abstract.
The ethanol extract of basil leaves (Ocimum × africanum) is known to contain various compounds with a wide range of pharmacological activities.
This study aims to identify the secondary metabolite content in the ethanol extract of basil leaves through a phytochemical screening method.
Dried basil leaves were extracted using the maceration method with 96% ethanol as the solvent, resulting in a thick extract with a yield of 16.
89%.
Phytochemical screening was carried out on both the simplicia and the extract, including tests for alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, steroids, terpenoids, anthraquinones, as well as monoterpenoids and sesquiterpenoids.
The results showed the presence of alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, steroids, terpenoids, and anthraquinones, while monoterpenoids and sesquiterpenoids were not detected.
These compounds support the therapeutic potential of basil leaves as antibacterial, antioxidant, anti-inflammatory, and antidiabetic agents.
This study provides a scientific basis for the utilization of Ocimum × africanum in the development of herbal-based phytopharmaceuticals and supports efforts to preserve and utilize local medicinal plants sustainably.
Related Results
Validasi Penetapan Kadar Kuersetin Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum sanctum L) Secara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT)
Validasi Penetapan Kadar Kuersetin Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum sanctum L) Secara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT)
Validation of Determination of Quercetin Content of Ethanol Extract of Basil Leaves (Ocimum sanctum L) by High-Performance Liquid Chromatography (HPLC)
One of the Indonesian plants...
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI ETIL ASETAT DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI ETIL ASETAT DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli
Latar Belakang : Escherichia coli merupakan bakteri penyebab diare. Banyak yang melaporkan terjadinya resistensi antibiotik terhadap Escherichia coli. Oleh karena itu dibutuhkan a...
Analisis Kandungan Kimiawi Bagian Daun Dan Bunga Tanaman Kemangi (Ocimum tenuiflorum Linne)
Analisis Kandungan Kimiawi Bagian Daun Dan Bunga Tanaman Kemangi (Ocimum tenuiflorum Linne)
Ocimum tenuiflorum Linne merupakan tanaman yang tumbuh liar dipadang ataupun dipinggir jalan tanpa dilakukan budidaya. Tanaman kemangi juga banyak dimanfaatkan sebagai campuran pad...
EFEKTIVITAS DAUN KEMANGI (OCIMUM BASILICUM L) SEBAGAI ANTIOKSIDAN : LITERATURE REVIEW
EFEKTIVITAS DAUN KEMANGI (OCIMUM BASILICUM L) SEBAGAI ANTIOKSIDAN : LITERATURE REVIEW
Pendahuluan Kulit kering termasuk dalam sepuluh penyakit paling banyak terjadi di Indonesia. Kulit kering bisa diatasi dengan meggunakan pelembab atau body lotion. Kemangi (Ocimum ...
SKRINING DAN STANDARISASI SERBUK SIMPLISIA BERDASARKAN PERBANDINGAN TINGKAT KETUAAN DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk.)
SKRINING DAN STANDARISASI SERBUK SIMPLISIA BERDASARKAN PERBANDINGAN TINGKAT KETUAAN DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk.)
Tanaman nangka (Artocarpus heterophyllus Lam L) adalah jenis tanaman tropis yang banyak tumbuh di Indonesia. Selama ini tanaman nangka hanya dimanfaatkan buahnya saja sebagai sumbe...
Review Artikel: Aktivitas Antijamur dari Tanaman Marga Ocimum
Review Artikel: Aktivitas Antijamur dari Tanaman Marga Ocimum
Abstract. The Ocimum genus can empirically be used as an anti-infective, one of which is an antifungal. Fungi that cause infection include Candida albicans and Aspergillus niger. A...
Comparative study of the effects of ethanolic leave extracts of Gnetum africanum (Okazi) and Solanum macrocarpon (Garden egg leaf) on the hematological parameters and antioxidant activities of male Wistar rats
Comparative study of the effects of ethanolic leave extracts of Gnetum africanum (Okazi) and Solanum macrocarpon (Garden egg leaf) on the hematological parameters and antioxidant activities of male Wistar rats
The aim of this study was to compare the effects of ethanolic extracts of leaves of Gnetium africanum (G. africanum) and Solanum marcrocarpon (S. marcroarpon) on the haematological...
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
Proses panen nenas akan menghasilkan limbah berupa daun nenas sebesar 2 sampai 3 kg per tanaman. Karena daun nanas tidak dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak, jadi biasanya peta...

