Javascript must be enabled to continue!
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTIK PENEMUAN PNEUMONIA BALITA OLEH BIDAN
View through CrossRef
ABSTRAK
Pneumonia merupakan pembunuh utama balita di dunia yang kurang mendapat perhatian bahkan terlupakan (“the forgotten killer”). Cakupan angka penemuan pneumonia balita di Indonesia tahun 2014 masih belum mencapai target yaitu 29,74% (target 80%). Rendahnya cakupan penemuan pneumonia balita disebabkan antara lain karena deteksi kasus oleh bidan sebagai pemberi pelayanan balita sakit di puskesmas masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan praktik penemuan pneumonia balita oleh bidan di puskesmas wilayah Kabupaten Pemalang. Metode penelitian ini berjenis explanatory research, menggunakan pendekatan cross sectional, dengan populasi penelitian adalah bidan yang bertugas di ruang rawat jalan KIA puskesmas di Kabupaten Pemalang berjumlah 242 orang. Teknik sampling secara purposive didapat 44 responden. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan faktor yang berhubungan dengan praktik penemuan pneumonia oleh bidan adalah pengetahuan (p=0,000), tugas rangkap (p=0,019), lama memegang program (p=0,007) dan dukungan kepala puskemas (p=0,000). Faktor yang tidak berhubungan adalah umur (p=1,000), sikap (p=0,773), ketersediaan fasilitas (p=0,117) dan dukungan mitra kerja (p=1,000).
ABSTRACT
Pneumonia is the main killer of children under five in the world who received less attention even forgotten ("the forgotten killer"). Coverage under five pneumonia detection rate in Indonesia in 2014 has yet to reach the target of 29.74% (target 80%). The low coverage of infant pneumonia is caused partly because the detection of cases by midwives as the service provider sick children in health centers is still low. This study aimed to identify factors related to the practice of the invention toddler pneumonia by midwives in health centers Pemalang district. This research method was explanatory research using cross sectional approach, the study population are midwife who served in the room KIA clinics in Pemalang amounted to 242 people. Purposive sampling technique obtained 44 respondents. Data analysis of univariate and bivariate with chi square test. The result showed that factors associated with the practice of the invention of pneumonia by midwives are knowledge (p = 0.000), double duty (p = 0.019), long held the program (p = 0.007) and the head support health centers (p = 0.000). Factors unrelated are age (p = 1.000), attitude (p = 0.773), the availability of facilities (p = 0.117) and the support of partners (p = 1.000).
Title: FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTIK PENEMUAN PNEUMONIA BALITA OLEH BIDAN
Description:
ABSTRAK
Pneumonia merupakan pembunuh utama balita di dunia yang kurang mendapat perhatian bahkan terlupakan (“the forgotten killer”).
Cakupan angka penemuan pneumonia balita di Indonesia tahun 2014 masih belum mencapai target yaitu 29,74% (target 80%).
Rendahnya cakupan penemuan pneumonia balita disebabkan antara lain karena deteksi kasus oleh bidan sebagai pemberi pelayanan balita sakit di puskesmas masih rendah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan praktik penemuan pneumonia balita oleh bidan di puskesmas wilayah Kabupaten Pemalang.
Metode penelitian ini berjenis explanatory research, menggunakan pendekatan cross sectional, dengan populasi penelitian adalah bidan yang bertugas di ruang rawat jalan KIA puskesmas di Kabupaten Pemalang berjumlah 242 orang.
Teknik sampling secara purposive didapat 44 responden.
Analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji chi square.
Hasil penelitian didapatkan faktor yang berhubungan dengan praktik penemuan pneumonia oleh bidan adalah pengetahuan (p=0,000), tugas rangkap (p=0,019), lama memegang program (p=0,007) dan dukungan kepala puskemas (p=0,000).
Faktor yang tidak berhubungan adalah umur (p=1,000), sikap (p=0,773), ketersediaan fasilitas (p=0,117) dan dukungan mitra kerja (p=1,000).
ABSTRACT
Pneumonia is the main killer of children under five in the world who received less attention even forgotten ("the forgotten killer").
Coverage under five pneumonia detection rate in Indonesia in 2014 has yet to reach the target of 29.
74% (target 80%).
The low coverage of infant pneumonia is caused partly because the detection of cases by midwives as the service provider sick children in health centers is still low.
This study aimed to identify factors related to the practice of the invention toddler pneumonia by midwives in health centers Pemalang district.
This research method was explanatory research using cross sectional approach, the study population are midwife who served in the room KIA clinics in Pemalang amounted to 242 people.
Purposive sampling technique obtained 44 respondents.
Data analysis of univariate and bivariate with chi square test.
The result showed that factors associated with the practice of the invention of pneumonia by midwives are knowledge (p = 0.
000), double duty (p = 0.
019), long held the program (p = 0.
007) and the head support health centers (p = 0.
000).
Factors unrelated are age (p = 1.
000), attitude (p = 0.
773), the availability of facilities (p = 0.
117) and the support of partners (p = 1.
000).
.
Related Results
INTERVENSI KEPERAWATAN DALAM PERAWATAN PASIEN ISPA PADA BALITA DI RUMAH DI KABUPATEN BANDUNG
INTERVENSI KEPERAWATAN DALAM PERAWATAN PASIEN ISPA PADA BALITA DI RUMAH DI KABUPATEN BANDUNG
Penularan influenza pada Balita seringkali terjadi.Dampak yang yang paling dirasakan adalah sesak nafas, pilek, demam, kelelahan dan kelemahan sehingga balita berkurangaktifitasnya...
Analisis Faktor Penyebab Pneumonia Pada Balita
Analisis Faktor Penyebab Pneumonia Pada Balita
Latar Belakang : Menurut UNICEF dan WHO (tahun 20011), pneumonia merupakan pembunuh anak paling utama yang terlupakan. Pneumonia merupakan penyebab kematian yang lebih tinggi bila ...
Hubungan Pengetahuan Sikap dan Tindakan terhadap Status Gizi
Hubungan Pengetahuan Sikap dan Tindakan terhadap Status Gizi
Background: Toddler's nutrition is a serious problem in several areas of Indonesia, one of them is Surabaya. In 2015 Surabaya have 513 toddlers with nutrition status below the red ...
Program Pendampingan Keluarga Balita Gizi Kurang di Wilayah Puskesmas Karanganyar Kota Semarang
Program Pendampingan Keluarga Balita Gizi Kurang di Wilayah Puskesmas Karanganyar Kota Semarang
Gizi kurang pada balita masih menjadi permasalahan utama di wilayah Puskesmas Karanganyar, Kota Semarang. Hasil penelusuran data sekunder bulan November 2019 menunjukkan 119 balita...
Faktor-Faktor Perilaku Ibu Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita
Faktor-Faktor Perilaku Ibu Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita
Diare merupakan penyebab kematian terbesar ke dua pada Balita di Dunia setelah penyakit Pneumonia. Diare adalah suau keadaan peradangan pada mukosa lambung dan usus halus yang meng...
STUNTING BERHUBUNGAN DENGAN PERKEMBANGAN ANAK BALITA DI PUSKESMAS CIBEBER KOTA CIMAHI INDONESIA
STUNTING BERHUBUNGAN DENGAN PERKEMBANGAN ANAK BALITA DI PUSKESMAS CIBEBER KOTA CIMAHI INDONESIA
Stunting merupakan kondisi gangguan pertumbuhan pada anak-anak akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu lama (kronis). Kekurangan gizi kronis menyebabkan hambatan dalam proses pem...
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENIMBANGAN BALITA DIPOSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAWAT INAP TEGINENENG KABUPATEN PESAWARAN TAHUN 2020
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENIMBANGAN BALITA DIPOSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAWAT INAP TEGINENENG KABUPATEN PESAWARAN TAHUN 2020
Pemanfaatan pelayanan kesehatan salah satunya dapat dilihat dari cakupan penimbangan balita di posyandu (D/S). Pada tahun 2018, persentase rata-rata balita umur 6-59 bulan yang dit...
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI BALITA DENGAN STATUS GIZI BALITA UMUR 1-3 TAHUN (Di Posyandu Jaan Desa Jaan Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk)
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI BALITA DENGAN STATUS GIZI BALITA UMUR 1-3 TAHUN (Di Posyandu Jaan Desa Jaan Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk)
Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi. Kejadian gangguan gizi tidak hanya ditemukan pada keluarga yang berpenghasilan ku...

