Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

GEOLOGI DAN SUMBER BAHAN BATUAN SITUS CANDI SIRIH, KABUPATEN SUKOHARJO, PROVINSI JAWA TENGAH

View through CrossRef
Candi Sirih merupakan tinggalan budaya dari masa Hindu-Buddha, yang masih cukup lengkap yang terbuat dari batuan tufa, sehingga dianggap sebagai candi yang tidak umum di Pulau Jawa karena menggunakan batuan yang bukan andesit. Hal inilah yang menjadi pokok permasalahan pada penelitian ini, yang mencakup bahan batuan candi dan kondisi geologi secara umum. Maksud dan tujuan penelitian ini adalah pemetaan geologi untuk mengetahui gambaran keadaan lingkungan alam yang mencakup morfologi, litologi, struktur geologi, dan menentukan lokasi pengambilan sumber bahan batuan untuk pembangunan candi. Metode penelitian diawali dengan kajian pustaka, survei, dan dilanjutkan dengan analisis petrologi, dan interpretasi data. Hasil pengamatan lingkungan memberikan informasi tentang bentang alam yang termasuk pada satuan morfologi dataran, dan satuan morfologi bergelombang lemah. Pola pengeringan permukaan dendritik, radial, dan rektangular, stadia sungai dewasa-tua, dan sungai periodik/permanen. Batuan penyusun adalah aluvial, dan satuan batuan tufa serta struktur geologi berupa sesar normal. Penentuan lokasi bahan batuan tufa (kasar. halus, berlapis) dan serpih untuk pembangungan Candi Sirih berasal dari lingkungan sekitarnya dalam radius 3,5 kilometer bujursangkar.   Sirih Temple is a cultural heritage from the Hindu-Buddhist era, which is still quite complete, made of tufa rock, so it is considered an unusual temple in Java because it uses non-andesite rocks. This is the main problem in this study, which includes the material of the temple rock and geological conditions in general. The purpose and objective of this research is geological mapping to determine the description of the state of the natural environment which includes morphology, lithology, geological structure, and determining the location of the source of rock material for the construction of the temple. The research method begins with a literature review, survey, and is followed by petrological analysis and data interpretation. The results of environmental observations provide information about the landscape that is included in the morphological units of the plains, and the weak wavy morphological units. Drying patterns of dendritic, radial, and rectangular surfaces, mature-old river stage, and periodic/permanent river. The constituent rocks are alluvial, and the tuff rock units and the geological structure are normal faults. The location of the tuff (coarse, fine, layered) and shale materials for the Sirih Temple construction came from the surrounding environment in a radius of 3.5 square kilometers.
Title: GEOLOGI DAN SUMBER BAHAN BATUAN SITUS CANDI SIRIH, KABUPATEN SUKOHARJO, PROVINSI JAWA TENGAH
Description:
Candi Sirih merupakan tinggalan budaya dari masa Hindu-Buddha, yang masih cukup lengkap yang terbuat dari batuan tufa, sehingga dianggap sebagai candi yang tidak umum di Pulau Jawa karena menggunakan batuan yang bukan andesit.
Hal inilah yang menjadi pokok permasalahan pada penelitian ini, yang mencakup bahan batuan candi dan kondisi geologi secara umum.
Maksud dan tujuan penelitian ini adalah pemetaan geologi untuk mengetahui gambaran keadaan lingkungan alam yang mencakup morfologi, litologi, struktur geologi, dan menentukan lokasi pengambilan sumber bahan batuan untuk pembangunan candi.
Metode penelitian diawali dengan kajian pustaka, survei, dan dilanjutkan dengan analisis petrologi, dan interpretasi data.
Hasil pengamatan lingkungan memberikan informasi tentang bentang alam yang termasuk pada satuan morfologi dataran, dan satuan morfologi bergelombang lemah.
Pola pengeringan permukaan dendritik, radial, dan rektangular, stadia sungai dewasa-tua, dan sungai periodik/permanen.
Batuan penyusun adalah aluvial, dan satuan batuan tufa serta struktur geologi berupa sesar normal.
Penentuan lokasi bahan batuan tufa (kasar.
halus, berlapis) dan serpih untuk pembangungan Candi Sirih berasal dari lingkungan sekitarnya dalam radius 3,5 kilometer bujursangkar.
  Sirih Temple is a cultural heritage from the Hindu-Buddhist era, which is still quite complete, made of tufa rock, so it is considered an unusual temple in Java because it uses non-andesite rocks.
This is the main problem in this study, which includes the material of the temple rock and geological conditions in general.
The purpose and objective of this research is geological mapping to determine the description of the state of the natural environment which includes morphology, lithology, geological structure, and determining the location of the source of rock material for the construction of the temple.
The research method begins with a literature review, survey, and is followed by petrological analysis and data interpretation.
The results of environmental observations provide information about the landscape that is included in the morphological units of the plains, and the weak wavy morphological units.
Drying patterns of dendritic, radial, and rectangular surfaces, mature-old river stage, and periodic/permanent river.
The constituent rocks are alluvial, and the tuff rock units and the geological structure are normal faults.
The location of the tuff (coarse, fine, layered) and shale materials for the Sirih Temple construction came from the surrounding environment in a radius of 3.
5 square kilometers.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
EDHAYA SUKOHARJO PEMADATAN OLEH M.TH. SRI MULYANI
EDHAYA SUKOHARJO PEMADATAN OLEH M.TH. SRI MULYANI
<p><span>Tari <span><em>Bedhaya Sukoharjo </em><span>garap padat merupakan bentuk tari <span><em>bedhaya </em><span>yang...
Stabilitas Struktur Candi Mendut
Stabilitas Struktur Candi Mendut
Kajian Stabilitas Struktur Candi Mendut ini sangat penting guna mengevaluasi kondisi stabilitas struktur bangunan Candi Mendut sehingga kelestariannya akan terjaga. Berbagai kegiat...
Pencegahan Stunting melalui Pengembangan Kewirausahaan dan Capacity Building Masyarakat Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah
Pencegahan Stunting melalui Pengembangan Kewirausahaan dan Capacity Building Masyarakat Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah
Angka stunting Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah setiap tahun mengalami penurunan. Angka kasus stunting di Kabupaten Sukoharjo pada tahun 2020 sebesar 7,33%, pada tahun 2021 menurun...
FUNGSI DAN NILAI CANDI BOROBUDUR DI ERA GLOBALISASI
FUNGSI DAN NILAI CANDI BOROBUDUR DI ERA GLOBALISASI
Candi Borobudur merupakan bangunan warisan budaya bangsa Indonesia yang memiliki fungsi dan nilai, masyarakat Indonesia sebagai pewaris budaya memiliki tanggung jawab dalam pelesta...
INTERPRETASI GEOLOGI CEKUNGAN BERAU - PAPUA DAN SEKITARNYA, BERDASARKAN ANALISIS DATA GAYABERAT
INTERPRETASI GEOLOGI CEKUNGAN BERAU - PAPUA DAN SEKITARNYA, BERDASARKAN ANALISIS DATA GAYABERAT
Cekungan Berau merupakan cekungan yang mempunyai potensi menghasilkan hidrokarbon seperti halnya cekungan Bintuni dan Salawati. Penelitian yang telah dilakukan pada cekungan ini um...
GEOARKEOLOGI CEKUNGAN SOA, FLORES, NUSA TENGGARA TIMUR
GEOARKEOLOGI CEKUNGAN SOA, FLORES, NUSA TENGGARA TIMUR
Cekungan Soa yang termasuk wilayah Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo terletak di Pulau Flores, banyak menyimpan tinggalan budaya yang antara lain berasal dari masa Paleolitik, ...
Mekanisme Pembentukan Struktur Geologi di Gunung Raung, Provinsi Jawa Timur
Mekanisme Pembentukan Struktur Geologi di Gunung Raung, Provinsi Jawa Timur
Gunung Raung di Kabupaten Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi Jawa Timur merupakan salah satu gunungapi aktif di Busur Sunda. Keberadaan gunungapi ini menghasilkan keragaman potensi ...

Back to Top