Javascript must be enabled to continue!
Pemikiran Pendidikan Islam Kontemporer Menurut Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka)
View through CrossRef
Islamic education does not only inclined to materialism, which solely stresses educational institutions, understanding knowledge (cognitive), and acquiring skills, therefore its function in the global period is still frequently questioned. Islamic education, on the other hand, refers to science to increase faith, understanding, religiosity, and human morality in students so that they become human beings who believe and have a noble character, which can help students fortify themselves from the negative aspects of modern technological progress in the current era of globalization. According to Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA), the formation of a human being’s personality must begin in childhood to produce a good personality, such as becoming accustomed to being honest, daring to speak the truth, being patient with obstacles and objections, being resistant to criticism, and being firm in your stance. The purpose of this paper is to find out the method of Islamic education according to Hamka and its relevance to contemporary Islamic education. The wisdom method, advise method, discussion method, and observation method are the four approaches described by Haji Abdul Malik Karim Amrullah(HAMKA) in Islamic education. Education and teaching, according to Haji Abdul Malik Karim Amrullah(HAMKA), have different meanings but must be balanced and go hand in hand; education, he contends, is more about forming attitudes while teaching, forming attitudes is more about mastering knowledge.
ABSTRAK
Pendidikan islam tidak hanya cenderung kepada materialisme yang hanya mengutamakan lembaga pendidikan, pemahaman ilmu pengetahuan (kognitif) dan menguasai keahlian sehingga peran pendidikan islam di era global masih sering dipertanyakan. Padahal Pendidikan Islam merujuk kepada persoalan ilmu pengetahuan yang memiliki tujuan meningkatkan keimanan, pemahaman, religiusitas dan moralitas manusia agar para peserta didik menjadi seorang insan yang beriman dan berakhlak mulia yang pada nantinya bisa membantu para peserta didik membentengi diri dari berbagai hal negatif kemajuan teknologi modern pada era globalisasi saat ini. Hamka berpendapat budi pekerti seorang insan harus dibentuk dan ditanamkan sejak dini sehingga menghasilkan karakter yang baik seperti berani berpendapat sesuai pendiriannya, berani berkata jujur, dapat menghadapi bantahan, sabar ketika dikritik, dan teguh pendirian. Tujuan dari penulisan ini agar mengetahui metode Pendidikan Islam menurut Hamka dan relevansinya pada Pendidikan Islam kontemporer. Penulisan ini menggunakan metode studi Pustaka (kepustakaan) studi Pustaka adalah pengumpulan data melalui dokumen, artikel, dan buku sehingga menghasilkan suatu kesimpulan. Adapun 4 metode yang dijelaskan oleh Hamka dalam pendidikan islam terdiri dari: metode hikmah, metode nasihat, metode diskusi dan metode observasi. Hamka mengemukakan didalam pendidikan dan pengajaran terdapat perbedaan makna tapi harus seimbang dan beriringan, beliau mengatakan pendidikan bersifat pada pembentukan sikap sedangkan pengajaran bersifat pada ilmu pengetahuannya.
Title: Pemikiran Pendidikan Islam Kontemporer Menurut Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka)
Description:
Islamic education does not only inclined to materialism, which solely stresses educational institutions, understanding knowledge (cognitive), and acquiring skills, therefore its function in the global period is still frequently questioned.
Islamic education, on the other hand, refers to science to increase faith, understanding, religiosity, and human morality in students so that they become human beings who believe and have a noble character, which can help students fortify themselves from the negative aspects of modern technological progress in the current era of globalization.
According to Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA), the formation of a human being’s personality must begin in childhood to produce a good personality, such as becoming accustomed to being honest, daring to speak the truth, being patient with obstacles and objections, being resistant to criticism, and being firm in your stance.
The purpose of this paper is to find out the method of Islamic education according to Hamka and its relevance to contemporary Islamic education.
The wisdom method, advise method, discussion method, and observation method are the four approaches described by Haji Abdul Malik Karim Amrullah(HAMKA) in Islamic education.
Education and teaching, according to Haji Abdul Malik Karim Amrullah(HAMKA), have different meanings but must be balanced and go hand in hand; education, he contends, is more about forming attitudes while teaching, forming attitudes is more about mastering knowledge.
ABSTRAK
Pendidikan islam tidak hanya cenderung kepada materialisme yang hanya mengutamakan lembaga pendidikan, pemahaman ilmu pengetahuan (kognitif) dan menguasai keahlian sehingga peran pendidikan islam di era global masih sering dipertanyakan.
Padahal Pendidikan Islam merujuk kepada persoalan ilmu pengetahuan yang memiliki tujuan meningkatkan keimanan, pemahaman, religiusitas dan moralitas manusia agar para peserta didik menjadi seorang insan yang beriman dan berakhlak mulia yang pada nantinya bisa membantu para peserta didik membentengi diri dari berbagai hal negatif kemajuan teknologi modern pada era globalisasi saat ini.
Hamka berpendapat budi pekerti seorang insan harus dibentuk dan ditanamkan sejak dini sehingga menghasilkan karakter yang baik seperti berani berpendapat sesuai pendiriannya, berani berkata jujur, dapat menghadapi bantahan, sabar ketika dikritik, dan teguh pendirian.
Tujuan dari penulisan ini agar mengetahui metode Pendidikan Islam menurut Hamka dan relevansinya pada Pendidikan Islam kontemporer.
Penulisan ini menggunakan metode studi Pustaka (kepustakaan) studi Pustaka adalah pengumpulan data melalui dokumen, artikel, dan buku sehingga menghasilkan suatu kesimpulan.
Adapun 4 metode yang dijelaskan oleh Hamka dalam pendidikan islam terdiri dari: metode hikmah, metode nasihat, metode diskusi dan metode observasi.
Hamka mengemukakan didalam pendidikan dan pengajaran terdapat perbedaan makna tapi harus seimbang dan beriringan, beliau mengatakan pendidikan bersifat pada pembentukan sikap sedangkan pengajaran bersifat pada ilmu pengetahuannya.
Related Results
Kerugian Jemaah Haji Furoda atas Gagal Berangkat Haji dan Tanggung Jawab Hukum Biro Perjalanan Haji Khusus Berdasarkan Buku III KUH Perdata Dihubungkan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah
Kerugian Jemaah Haji Furoda atas Gagal Berangkat Haji dan Tanggung Jawab Hukum Biro Perjalanan Haji Khusus Berdasarkan Buku III KUH Perdata Dihubungkan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah
Abstract. The implementation of the furoda pilgrimage can be organized by a hajj travel agency that has become a special pilgrimage organizer (PIHK) that has obtained official perm...
Pemikiran Pendidikan Islam Menurut Buya Hamka
Pemikiran Pendidikan Islam Menurut Buya Hamka
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa konsep pemikiran pendidikan Islam menurut Buya Hamka, agar mampu diterapkan pada dunia pendidikan kontemporer yang penuh dengan pr...
Perbedaan Haji Furoda, Haji ONH Plus, dan Haji Regular
Perbedaan Haji Furoda, Haji ONH Plus, dan Haji Regular
Haji reguler, haji plus, dan haji furoda adalah jenis-jenis program haji yang berbeda dengan fitur dan ketentuan masing-masing: Haji Reguler: Program ini merupakan haji yang dilaku...
PELAKSANAAN BADAL HAJI SEBAGAI PROFIT DITINJAU DARI HUKUM ISLAM (The Implementation of The Badal Hajj As Profit In Terms Of Islamic Law)
PELAKSANAAN BADAL HAJI SEBAGAI PROFIT DITINJAU DARI HUKUM ISLAM (The Implementation of The Badal Hajj As Profit In Terms Of Islamic Law)
Badal haji merupakan ibadah haji yang dilakukan seorang muslim untuk menggantikan pelaksanaan ibadah haji orang lain. Badal haji identik dengan upah karena ibadah haji yang diganti...
Pemikiran dan Pejuangan Anregurutta Haji Lanre Said (1923-2005)
Pemikiran dan Pejuangan Anregurutta Haji Lanre Said (1923-2005)
Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui apa yang melatar belakangi pemikiran dan perjuangan Anregurutta Haji Lanre Said, bagaimana pemikiran Anregurutta Haji Lanre Said, serta Perju...
Interpretasi Personalitas Buya Hamka Dalam Film Buya Hamka Volume II
Interpretasi Personalitas Buya Hamka Dalam Film Buya Hamka Volume II
Film “Buya Hamka” mengisahkan perjalanan hidup Abdul Malik Karim Amrullah, seorang tokoh ulama dan sastrawan terkemuka Indonesia yang lebih dikenal dengan nama Buya Hamka. Film ini...
Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA) dan Ekonomi Islam: Studi Pada Karya Keadilan Sosial dalam Islam
Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA) dan Ekonomi Islam: Studi Pada Karya Keadilan Sosial dalam Islam
This paper aims to explore Islamic economic thought Haji AbdulMalik Karim Amrullah in his work on Social Justice in Islam. Based onthe study conducted, research on the history of I...
HAJI ABDUL KARIM AMRULLAH ULAMA PEMBAHARU ISLAM DI MINANGKABAU
HAJI ABDUL KARIM AMRULLAH ULAMA PEMBAHARU ISLAM DI MINANGKABAU
Haji Abdul Karim Amrullah is an Islamic reformer from Minangkabau who played a significant role in dawah and tabligh in the spirit of purifying the practice of Islamic values from ...

