Javascript must be enabled to continue!
HUBUNGAN FREKUENSI MEROKOK DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA MASYARAKAT
View through CrossRef
Abstract : A person is said to be a smoker if he has smoked at least 100 cigarettes. A person smoking more than a pack of cigarettes a day becomes 2 times more prone to hypertension than those who do not smoke.. Dangers of hypertension trigger the destruction of organs including: kidney, brain, heart, eyes, cause blood vessel resistance and stroke.The purpose of this study is to get a picture of the frequency of smoking, knowing the incidence of hypertension and analyzing the smoking frequency relationship with the incidence hypertension in the community. The study was conducted on the community of RT 03/01 Mangunsuman Siman Ponorogo, a sample of 30 respondents using Purposive Sampling. Quantitative design with a cross sectional design to study the frequency of smoking and the incidence of hypertension. Instruments use questionnaires and observation sheets. Univariate analysis uses frequency distribution and bivariate analysis with chi square test with α = 0.05. To analyze the strength of the relationship with the coefficients contengency. Result of research of smoking frequency mostly (63,3%) or 19 people medium category. The incidence of hypertension 40% or 12 respondents had moderate hypertension. There is a relationship between the frequency of smoking with the incidence of hypertension RT 03/01 Mangunsuman Siman Ponorogo with the closeness of the relationship mild. It is expected the community RT 03/01 Mangunsuman Siman Ponorogo to reduce the number of cigarettes smoked each day in stages so that blood pressure can be lowered or controlled. Keywords : frequency of smoking, hypertension disease. Abstrak : Seseorang dikatakan perokok jika telah menghisap minimal 100 batang rokok. Seseorang menghisap rokok lebih dari satu pak rokok sehari menjadi 2 kali lebih rentan terhadap hipertensi dari pada mereka yang tidak merokok. Bahaya hipertensi memicu rusaknya organ tubuh diantaranya : ginjal, otak, jantung, mata, menyebabkan resistensi pembuluh darah dan stroke. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan gambaran tentang frekuensi merokok, mengetahui kejadian hipertensi dan menganalisis hubungan frekuensi merokok dengan kejadian hipertensi pada masyarakat. Penelitian dilakukan pada masyarakat RT 03/01 Mangunsuman Siman Ponorogo, sampel sejumlah 30 responden menggunakan purposive sampling. Desain kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional untuk mempelajari frekuensi merokok dan kejadian hipertensi.Instrumen menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji chi square dengan α=0,05. Untuk menganalisis kekuatan hubungan dengan KK. Hasil penelitian frekuensi merokok sebagian besar (63,3%) atau 19 orang kategori sedang. Kejadian hipertensi 40% atau 12 responden mengalami hipertensi sedang. Terdapat hubungan antara frekuensi merokok dengan kejadian hipertensi Masyarakat RT 03/01 Mangunsuman Siman Ponorogo dengan keeratan hubungan ringan. Diharapkan masyarakat RT 03/01 Mangunsuman Siman Ponorogo untuk mengurangi jumlah rokok yang dihisap setiap hari secara bertahap agar tekanan darah dapat diturunkan atau terkontrol. Kata Kunci : frekuensi merokok, penyakit hipertensi
Title: HUBUNGAN FREKUENSI MEROKOK DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA MASYARAKAT
Description:
Abstract : A person is said to be a smoker if he has smoked at least 100 cigarettes.
A person smoking more than a pack of cigarettes a day becomes 2 times more prone to hypertension than those who do not smoke.
Dangers of hypertension trigger the destruction of organs including: kidney, brain, heart, eyes, cause blood vessel resistance and stroke.
The purpose of this study is to get a picture of the frequency of smoking, knowing the incidence of hypertension and analyzing the smoking frequency relationship with the incidence hypertension in the community.
The study was conducted on the community of RT 03/01 Mangunsuman Siman Ponorogo, a sample of 30 respondents using Purposive Sampling.
Quantitative design with a cross sectional design to study the frequency of smoking and the incidence of hypertension.
Instruments use questionnaires and observation sheets.
Univariate analysis uses frequency distribution and bivariate analysis with chi square test with α = 0.
05.
To analyze the strength of the relationship with the coefficients contengency.
Result of research of smoking frequency mostly (63,3%) or 19 people medium category.
The incidence of hypertension 40% or 12 respondents had moderate hypertension.
There is a relationship between the frequency of smoking with the incidence of hypertension RT 03/01 Mangunsuman Siman Ponorogo with the closeness of the relationship mild.
It is expected the community RT 03/01 Mangunsuman Siman Ponorogo to reduce the number of cigarettes smoked each day in stages so that blood pressure can be lowered or controlled.
Keywords : frequency of smoking, hypertension disease.
Abstrak : Seseorang dikatakan perokok jika telah menghisap minimal 100 batang rokok.
Seseorang menghisap rokok lebih dari satu pak rokok sehari menjadi 2 kali lebih rentan terhadap hipertensi dari pada mereka yang tidak merokok.
Bahaya hipertensi memicu rusaknya organ tubuh diantaranya : ginjal, otak, jantung, mata, menyebabkan resistensi pembuluh darah dan stroke.
Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan gambaran tentang frekuensi merokok, mengetahui kejadian hipertensi dan menganalisis hubungan frekuensi merokok dengan kejadian hipertensi pada masyarakat.
Penelitian dilakukan pada masyarakat RT 03/01 Mangunsuman Siman Ponorogo, sampel sejumlah 30 responden menggunakan purposive sampling.
Desain kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional untuk mempelajari frekuensi merokok dan kejadian hipertensi.
Instrumen menggunakan kuesioner dan lembar observasi.
Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji chi square dengan α=0,05.
Untuk menganalisis kekuatan hubungan dengan KK.
Hasil penelitian frekuensi merokok sebagian besar (63,3%) atau 19 orang kategori sedang.
Kejadian hipertensi 40% atau 12 responden mengalami hipertensi sedang.
Terdapat hubungan antara frekuensi merokok dengan kejadian hipertensi Masyarakat RT 03/01 Mangunsuman Siman Ponorogo dengan keeratan hubungan ringan.
Diharapkan masyarakat RT 03/01 Mangunsuman Siman Ponorogo untuk mengurangi jumlah rokok yang dihisap setiap hari secara bertahap agar tekanan darah dapat diturunkan atau terkontrol.
Kata Kunci : frekuensi merokok, penyakit hipertensi.
Related Results
hubungan tingkat stres dengan perilaku merokok
hubungan tingkat stres dengan perilaku merokok
Merokok dapat mengakibatkan berbagai gangguan seperti gangguan paru-paru, kanker, impotensi, gangguan reproduksi, stroke, serta gangguan kehamilan dan janin. Perilaku merokok merup...
FAKTOR RESIKO KEJADIAN PENYAKIT HIPERTENSI DI PUSKESMAS BASUKI RAHMAT PALEMBANG
FAKTOR RESIKO KEJADIAN PENYAKIT HIPERTENSI DI PUSKESMAS BASUKI RAHMAT PALEMBANG
Penyakit hipertensi menjadi masalah utama kesehatan masyarakat yang ada di Indonesia dan negaralain dunia. Data yang diperoleh di Puskesmas Basuki Rahmat Palembang, angka penderita...
Pemberdayaan Masyarakat sebagai Upaya Deteksi Dini Faktor Risiko Hipertensi
Pemberdayaan Masyarakat sebagai Upaya Deteksi Dini Faktor Risiko Hipertensi
Hipertensi masih merupakan masalah kesehatan yang penting. Prevalensi hipertensi nasional di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebesar 35,8% dengan proporsi kasus hipertensi yang te...
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Deteksi Dini dan Upaya Pencegahan Hipertensi Melalui Peer Group Support
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Deteksi Dini dan Upaya Pencegahan Hipertensi Melalui Peer Group Support
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang mengalami peningkatan setiap tahun dan dikenal dengan penyakit silent killer. Penyakit ini menyerang semua tingkat usia namun yang ...
Hubungan Kepatuhan Diit Hipertensi Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia
Hubungan Kepatuhan Diit Hipertensi Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia
Hipertensi atau biasa disebut “Silent Killer” tanpa disadari dapat menyebabkan kematiankarena merupakan penyakit yang terkadang tidak memiliki gejala atau tanda-tanda dan dapatterj...
Implementasi Pemanfaatan Buah-Buahan Lokal Tinggi Kalium dan Antioksidan sebagai Upaya Pengendalian Penyakit Tidak Menular Hipertensi di Desa Wonojati Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember
Implementasi Pemanfaatan Buah-Buahan Lokal Tinggi Kalium dan Antioksidan sebagai Upaya Pengendalian Penyakit Tidak Menular Hipertensi di Desa Wonojati Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember
Hipertensi merupakan masalah kesehatan global dengan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat. Studi pendahuluan tentang permasalahan yang ada di Desa Wonojati yaitu belum optimaln...
PENGETAHUAN DAN PERILAKU MEROKOK PADA MASYARAKAT
PENGETAHUAN DAN PERILAKU MEROKOK PADA MASYARAKAT
Merokok adalah kegiatan yang dapat mengakibatkan dampak serius bagi perokok serta orang yang berada disekitarnya. Sebagian besar dari masyarakat sudah cukup terpapar dengan informa...
GANGGUAN POLA TIDUR PADA LANSIA HIPERTENSI
GANGGUAN POLA TIDUR PADA LANSIA HIPERTENSI
Abstrak
Hipertensi merupakan keadaan yang mana terjadi peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik di atas batas normal yaitu ≥ 140/90 mmHg. Gejala utama yang biasanya dirasak...

